BeritaArrow iconReksa DanaArrow iconArtikel

Burden Sharing SBN oleh BI - Pemerintah Berdampak Positif pada Reksadana Ini

Abdul Malik26 Agustus 2021
Tags:
Burden Sharing SBN oleh BI - Pemerintah Berdampak Positif pada Reksadana Ini
Ilustrasi investasi di reksadana pendapatan tetap dan obligasi, baik obligasi korporasi ataupun obligasi pemerintah atau SBN yang terus bertumbuh saat pasar bergejolak. (Shutterstock)

Burden sharing tersebut akan menurunkan supply risk dan meningkatkan harga obligasi pemerintah

Bareksa.com - Langkah pemerintah dan Bank Indonesia (BI) melanjutkan kerja sama pembagian beban atau burden sharing pada tahun ini dan tahun depan, dinilai juga memberikan angin segar pada reksadana.

Kesepakatan antara pemerintah dan BI tertuang dalam Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur BI tentang Skema dan Mekanisme Koordinasi antara Pemerintah dan Bank Indonesia dalam rangka Pembiayaan Penanganan Kesehatan dan Kemanusiaan Guna Penanganan Dampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 Covid-19 Melalui Pembelian di Pasar perdana oleh BI Atas Surat Utang Negara dan atau Surat Berharga Syariah Negara yang diterbitkan Pemerintah (atau disebut SKB III).

Teknis pelaksanaannya, pada tahun ini BI berencana akan membeli SBN Rp215 triliun. Sementara pada tahun depan pembelian SBN oleh BI Rp224 triliun.

Promo Terbaru di Bareksa

"Skema burden sharing terbaru akan memberikan dampak positif bagi kinerja reksadana berbasis obligasi pemerintah karena dengan skema terbaru BI akan membeli lebih dari 50 persen (Rp215 triliun) dari penawaran obligasi pemerintah yang tersisa tahun ini (sekitar Rp415 triliun)," kata Head of Investment Avrist Asset Management, Ika Pratiwi Rahayu kepada Bareksa (25/8/2021).

Langkah yang dilakukan BI tersebut, lanjut Ika, akan menurunkan supply risk dan meningkatkan harga obligasi pemerintah.

Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana yang dimaksud Ika, adalah reksadana pendapatan tetap. Melansir laman resmi Schroder Indonesia, reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang berinvestasi minimum 80 persen di instrumen pendapatan tetap antara lain surat utang obligasi, sukuk yang jatuh temponya lebih dari satu tahun.

Reksadana pendapatan tetap memiliki risiko yang relatif lebih tinggi dibandingkan reksadana pasar uang. Meski demikian reksadana pendapatan tetap memberikan potensi hasil investasi yang lebih tinggi dari reksadana pasar uang dan deposito.

Makanya, reksadana pendapatan tetap disebut-sebut sesuai untuk investor yang memiliki profil risiko konservatif – moderat untuk tujuan jangka menengah sekitar 1 tahun hingga 3 tahun.

Reksadana ini juga sering dijadikan sebagai pilihan investasi oleh investor dengan profil risiko yang lebih tinggi sebagai diversifikasi portofolio investasi atau ketika pasar saham mengalami ketidakpastian.

(Martina Priyanti/AM)

​***

​​​Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua