Investor Milenial Semakin Minati Investasi di Saham dan Reksadana Syariah

Pasar modal syariah menyumbangkan aset Rp1.077,62 triliun dari total aset keuangan syariah di Indonesia yang mencapai Rp1.823,13 triliun pada Januari 2021
Abdul Malik • 08 Jul 2021
cover

Ilustrasi Muslimah investor yang tetap tenang melanjutkan investasinya di reksadana syariah, saham syariah dan SBN syariah meskipun pasar sedang bergejolak terdampak pandemi Covid-19. (Shutterstock)

Bareksa.com - Pasar modal syariah dinilai sudah menjadi salah satu alternatif investasi yang prospektif. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya investor ritel yang berinvestasi di pasar modal syariah, baik dalam saham, maupun reksadana syariah.

Direktur Wholesale Transactional Banking BSI Kusman Yandi mengatakan, pasar modal syariah menyumbangkan aset Rp1.077,62 triliun dari total aset keuangan syariah di Indonesia yang mencapai Rp1.823,13 triliun pada Januari 2021.

"Nilai tersebut terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah investor milenial di Indonesia di era pandemi ini," ujar Kusman dalam keterangan resmi, Kamis (8/7).

Di lain pihak, Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia Banjaran Surya Indrastomo mengatakan, tren keuangan syariah saat ini cenderung stabil dan sudah bisa dikatakan bertumbuh. Pasalnya, investor ritel menganggap bahwa berinvestasi di pasar modal syariah, baik di saham maupun reksadana syariah lebih aman dan stabil di masa pandemi seperti saat ini.

"Jika tren positif ini terus terjaga, maka ekonomi syariah di Indonesia semakin membesar hingga ketika masa pandemi berakhir," ujar Banjaran.

Menurut Banjaran, pertumbuhan investor ritel di saham syariah luar biasa besar. Meski baru membeli 1 atau 2 lot saham syariah, namun sudah memberikan pertumbuhan yang signifikan.

Hal yang sama juga terjadi di reksadana syariah dan sukuk korporasi. Kepemilikan investor ritel di kedua instrumen tersebut sudah mulai meningkat.

"Hal ini mengindikasikan pasar modal syariah tidak hanya potensi tumbuh, tapi sudah menggambarkan pertumbuhan. Kalau tren ini terjaga, setelah Covid-19 selesai kita akan lihat dominasi pasar modal syariah yang luar biasa terhadap perekonomian Indonesia,” kata Banjaran.

Dalam hal ini, Bank Syariah Indonesia dengan kode saham BRIS merupakan salah satu emiten syariah yang cukup besar di pasar modal syariah.

Pergerakan harga saham BRIS juga cukup stabil sejak dilakukannya merger bank syariah BUMN pada Februari 2021 hingga saat ini, yakni di kisaran Rp2.350-2.190.

Kehadiran BRIS bisa menjadi salah satu pilihan bagi investor ritel untuk berinvestasi di pasar modal syariah. Investor ritel bisa membeli saham BRIS secara langsung ataupun melalui reksadana saham.

Ke depan, Banjaran menilai, kehadiran bank syariah akan semakin menunjang perkembangan pasar modal syariah Indonesia. Apalagi, bank syariah di Indonesia mulai berbenah diri dengan menciptakan layanan berbasis digital yang lebih memudahkan masyarakat dan nasabahnya. Dengan adanya transformasi ini, produk bank syariah di Indonesia bisa masuk ke sektor-sektor mikro yang menjadi hajat hidup orang banyak.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.