Topang Industri, Kelolaan Reksadana Pasar Uang Mei Meroket Tembus Rp100 Triliun

Jumlah unit penyertaan reksadana pasar uang juga naik 6 persen secara bulanan pada Mei 2021
Abdul Malik • 11 Jun 2021
cover

Ilustrasi investasi di reksadana, termasuk reksadana pasar uang yang terus bertumbuh. (shutterstock)

Bareksa.com - Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report May 2021yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyebutkan reksadana pasar uang membukukan pertumbuhan positif baik dari sisi dana kelolaan maupun unit penyertaan.

Secara  bulanan kelolaan reksadana pasar uang pada Mei 2021 berhasil melonjak 7 persen menembus Rp100,3 triliun. Ini merupakan yang pertama kali, kelolaan reksadana pasar uang berhasil menembus di atas Rp100 triliun.

Di mana sejak Desember 2016, saat itu kelolaan reksadana pasar uang hanya Rp29,7 triliun. Baru kemudian berhasil menembus di atas Rp90 triliun atau tepatnya Rp94,5 triliun dan sempat turun jadi Rp91,6 triliun pada kuartal I atau Maret 2021.

Secara year to date atau sepanjang tahun berjalan (YtD), kelolaan reksadana pasar uang naik 6,12 persen dan secara tahunan (YoY) meroket 60 persen.

Lonjakan dana kelolaan ini dicatatkan reksadana pasar uang di tengah kinerja industri reksadana yang dana kelolaannya secara total tertekan akibat anjloknya kelolaan reksadana terproteksi. 

Dana kelolaan industri reksadana pada Mei 2021 tercatat minus 6 persen baik secara bulanan (month on month/MoM) maupun sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD) jadi Rp536,3 triliun. Dibandingkan April 2021, dana kelolaan reksadana pada Mei anjlok hingga Rp31,7 triliun.

Menguapnya dana kelolaan reksadana tersebut penyebab utamanya adalah anjloknya reksadana terproteksi. Dengan begitu, lonjakan dana kelolaan reksadana pasar uang mampu menopang industri agar tidak turun lebih dalam.

Sumber : Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report May 2021

Seiring kenaikan dana kelolaan, jumlah unit penyertaan reksadana pasar uang terus tumbuh. Kondisi itu menunjukkan minat masyarakat untuk berinvestasi di reksadana yang mayoritas portofolio asetnya di deposito dan obligasi jangka pendek di bawah 1 tahun ini terus meningkat.

Jumlah unit penyertaan reksadana pasar uang pada Mei 2021 naik 6 persen jadi 70,3 miliar unit. Sebelumnya pada April 2021, unit penyertaan reksadana pasar uang tercatat 66,2 miliar unit. Secara YtD naik 4 persen dan YoY meroket 52 persen.

Imbal Hasil Lebih Tinggi dari Deposito

Melansir laman resmi Schroders, reksadana pasar uang adalah reksadana yang dana kelolaannya diinvestasikan seluruhnya di instrumen pasar uang, deposito berjangka atau obligasi yang diterbitkan dengan jangka waktu 1 tahun atau obligasi yang sisa jatuh temponya kurang dari 1 tahun. Umumnya, reksadana pasar uang memberikan potensi pengembalian investasi yang lebih tinggi dari deposito dan tabungan.

Sementara dari sisi risiko, reksadana pasar uang memiliki risiko yang paling rendah dibandingkan reksadana jenis lainnya, namun tentu saja ini dibarengi dengan potensi pengembalian investasi yang lebih rendah pula.

Reksadana ini dinilai sangat sesuai untuk investor pemula yang ingin berinvestasi di reksadana karena belum memiliki pengalaman dan pengetahuan investasi pasar modal dan yang baru saja beralih dari produk tabungan atau deposito.

Anda yang memiliki profil risiko konservatif atau yang memiliki tujuan investasi jangka pendek bisa melirik reksadana pasar uang. Reksadana pasar uang juga dinilai sering dijadikan sebagai pilihan investasi oleh investor dengan profil risiko yang lebih tinggi. Yakni sebagai diversifikasi portofolio investasi atau ketika pasar saham atau obligasi mengalami ketidakpastian.

Sebagian artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report May 2021. Untuk berlangganan laporan ini silahkan hubungi [email protected] (cc: [email protected]).

(Martina Priyanti/Tim Data/AM)​

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.