Indeks Saham Sideways Jangka Pendek, Reksadana Ini Tetap Moncer

Meskipun IHSG sideways sepanjang Mei, namun ada beberapa reksadana saham kinerjanya tetap moncer
Abdul Malik • 28 May 2021
cover

Ilustrasi investasi di reksadana dan SBN yang tetap bertumbuh di tengah tekanan pasar atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Shutterstock)

Bareksa.com - PT Bank OCBC NISP Tbk menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak sideways dalam jangka pendek. Stagnansi di pasar saham tersebut bisa berdampak pada instrumen investasi berbasis saham, yakni reksadana saham.

Wealth Management Head Bank OCBC NISP Juky Mariska menjelaskan, selama April 2021, IHSG meningkat tipis 0,17 persen. Pergerakan mendatar ini tercermin dari volume perdagangan harian yang menurun di kisaran Rp9 triliun dari awal 2021 yang berada di atas Rp10 triliun.

Penurunan aktivitas transaksi di pasar saham ini dinilai karena dipengaruhi oleh perpindahan sebagian investor ritel ke investasi aset kripto dan menunggu realisasi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) beberapa unicorn.

"Beberapa BUMN pun diberitakan siap melantai di bursa pada 2021 yang diperkirakan bisa meningkatkan kapitalisasi pasar saham," ujar Juky dalam keterangannya (28/5).

Memasuki Mei 2021, investor akan tetap mencermati pertumbuhan kasus harian Covid-19 dan akselerasi vaksinasi nasional. Karenanya, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways (mendatar) di kisaran 5.900-6.100 dalam jangka pendek.

Reksadana Saham yang Tetap Moncer Saat IHSG Sideways

Stagnansi IHSG ini tentunya bisa berpengaruh kepada instrumen investasi berbasis saham, yakni reksadana saham. Berdasarkan data Bareksa, dalam sebulan terakhir, 47 reksadana saham yang ada di Bareksa mencatat hampir seluruhnya mencatat penurunan tingkat pengembalian (return).

Meski begitu, ada beberapa produk reksadana saham yang mencatat peningkatan return, yakni Manulife Saham Andalan yang meningkat 7,85 persen dalam sebulan.

Reksadana saham dari PT Manulife Aset Manajemen Indonesia ini juga mencatat peningkatan return dalam setahun mencapi 76,41 persen dan 21,71 persen dalam enam bulan.

Selain Manulife Saham Andalan, Sucorinvest Maxi Fund juga mencatat peningkatan return, yakni 1,65 persen dalam sebulan, 11,71 persen dalam enam bulan dan 37,62 persen dalam setahun.

Kemudian ada juga Syailendra Equity Opportunity Fund yang membukukan return 2,51 persen dalam sebulan dan 29,73 persen dalam setahun.

Lalu, HPAM Ultima Ekuitas 1 yang mencetak return 7,38 persen dalam sebulan, 12,75 persen dalam enam bulan dan 20,93 persen dalam setahun.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.