Ini Manajer Investasi Juara Reksadana Campuran April 2021

Posisi top 5 MI kelolaan reksadana campuran terbesar April 2021 masih diisi oleh perusahaan yang sama sejak Februari
Abdul Malik • 20 May 2021
cover

ilustrasi peringkat manajer investasi berdasarkan dana kelolaan reksadana. (Shutterstock)

Bareksa.com - Laporan Bareksa : Mutual Fund Industry Data Market – Monthly Report April 2021 yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan kinerja reksadana campuran pada April 2021, baik dari sisi dana kelolaan atau asset under management (AUM) maupun unit penyertaannya kembali mengalami koreksi sepanjang tahun berjalan atau secara year to date (YtD).

Hanya saja, tidak sebesar dibandingkan bulan sebelumnya atau Maret 2021. Dana kelolaan reksadana campuran pada bulan lalu, tercatat minus 3,34 persen secara YtD menjadi Rp25,86 triliun.

Sebelumnya pada Maret 2021 dana kelolaan reksadana campuran minus 4 persen YtD, menjadi Rp25,69 triliun dan pada Februari 2021 tercatat Rp26,4 triliun.

Kinerja reksadana campuran dari sisi unit penyertaan juga tercatat kembali minus yakni terkoreksi 1,69 persen secara YtD menjadi 20,43 miliar unit.

Sebelumnya, pada Maret 2021 unit penyertaan reksadana campuran minus 2 persen YtD, menjadi 20,33 miliar unit. Posisi tersebut tidak berbeda pada Februari 2021 yang tercatat 20,3 miliar unit (YtD).

Laporan Bareksa: Mutual Fund Industry Data Market – Monthly Report April 2021, mengungkapkan dalam daftar 20 manajer investasi (MI) dengan dana kelolaan reksadana campuran terbesar, ada 11 MI yang membukukan kenaikan kelolaan secara bulanan (MoM) dan 6 MI lainnya mencatatkan penurunan, dan 3 MI sisanya stagnan.

Secara YtD, ada 5 MI yang membukukan kenaikan kelolaan reksadana campuran, 11 MI kelolaannya menurun, 7 MI mampu tumbuh, dan 2 sisanya stagnan. Kemudian, secara tahunan (YoY) mayoritas atau 13 MI membukukan kenaikan dana kelolaan, 5 MI mencatatkan penurunan, dan 2 lainnya stagnan.

Meskipun diwarnai penurunan kelolaan dan gejolak pasar, siapa saja MI yang menjadi juara kelolaan reksadana campuran Maret 2021?

Tercatat posisi top 5 MI kelolaan reksadana campuran terbesar April 2021 masih diisi oleh nama perusahaan MI yang sama sejak Februari 2021.

Pada April 2021, Insight (PT Insight Investment Management) di urutan pertama dan Schroders Indonesia (PT Schroder Investment Management Indonesia) di urutan kedua. Keduanya, masing-masing menguasai 18 persen dan 16 persen pangsa pasar AUM reksadana campuran di industri. Pada April 2021, AUM reksadana campuran Insight dan Schroders Indonesia masing-masing Rp4,71 triliun dan Rp4,04 triliun.

Kemudian, posisi ketiga juga masih ditempati Panin AM (PT Panin Asset Management), dengan dana kelolaan reksadana campuran terbesar. Pada April 2021, Panin AM menghimpun dana kelolaan reksadana campuran Rp2,46 triliun.

Selanjutnya Syailendra (PT Syailendra Capital), berada di posisi 4 dengan perolehan dana kelolaan reksadana campuran Rp2,1 triliun dan menguasai market share reksadana campuran 8 persen.

Pada posisi kelima, ada Capital AM (PT Capital Asset Management) dengan dana kelolaan reksadana campuran Rp1,58 triliun. Capital AM menguasai 6 persen pangsa pasar reksadana campuran.Berikut daftar 20 MI dana kelolaan reksadana campuran terbesar pada April 2021:

Sumber : Bareksa Mutual Fund Industry Data Market – Monthly Report April 2021

Artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report April 2021. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi [email protected] (cc: [email protected]).

(Martina Priyanti/Tim Data/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.