Pertama di Indonesia, Integrasi e-Money dan e-Investment oleh OVO Didukung Bareksa

Layanan investasi yang ada di aplikasi OVO sangat cocok dengan generasi milenial yang ingin belajar berinvestasi
Hanum Kusuma Dewi • 26 Jan 2021
cover

Bareksa.com - Kebiasaan berinvestasi khususnya reksadana, belum menjadi prioritas setidaknya bagi 5 dari 10 generasi milenial Indonesia, karena mereka menilai masih terlalu muda untuk berinvestasi reksadana dan perlu memprioritaskan kebutuhan sehari-hari lainnya. Demikian hasil survei OVO/Kantar kepada 480 responden yang tersebar di 10 kota di Indonesia: Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Makassar, Solo, Yogyakarta dan Bali pada Oktober 2020.

Fakta dimaksud mengemuka di acara peluncuran layanan investasi yang dihadirkan oleh OVO (platform pembayaran digital, rewards dan layanan finansial terkemuka di Indonesia) bekerja sama dengan Bareksa (platform finansial dan investasi terintegrasi pertama di Indonesia), Selasa (26/2/2021) secara virtual. Acara menghadirkan Philip Mulyana (financial coach) dan Fellexandro Ruby (content creator dan pengusaha muda).

Sementara itu mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan ketiga yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2019, yang menyebutkan Indeks Inklusi Keuangan di Indonesia saat ini mencapai 76,2 persen, sementara tingkat literasi keuangan menunjukkan angka yang masih rendah yaitu sebesar 38,0 persen, di mana literasi di area pasar modal hanyalah 1,7 persen.

Data OJK tersebut, berbanding lurus dengan survei yang dilakukan oleh OVO dan Kantar terkait dengan kebiasaan investasi pada generasi milenial, yang menemukan bahwa 6 dari 10 responden lebih suka memiliki tabungan daripada berinvestasi. Di mana 50 persen responden juga menilai investasi reksa dana memiliki risiko terlalu tinggi untuk keuangan mereka, salah satunya karena proses pencairannya yang tidak ramah dan lama untuk mendapatkan keuntungan.

Presiden Direktur OVO dan Co-Founder/CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra, mengungkapkan menjawab tantangan dan permasalahan tersebut, OVO didukung Bareksa sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) meluncurkan fitur ‘Invest’ di aplikasi OVO. "Ini merupakan terobosan yang baru pertama kali terjadi di Indonesia dengan melakukan integrasi e-money dan e-investment, sebagaimana halnya kita lihat pada integrasi Alipay dan Yu’e Bao di China, yang telah mencatatkan sukses besar dalam mengenalkan investasi reksa dana secara masif di kalangan milenial. Dalam mengembangkan terobosan ini, kami telah berkonsultasi dengan Bank Indonesia (BI) dan OJK," kata Karaniya.

Untuk itu, ia mengatakan berterima kasih atas dukungan BI dan OJK yang pro-inovasi dan visioner dalam pemanfaatan tekfin bagi peningkatan inklusi keuangan dan pendalaman pasar keuangan kita. Karaniya menambahkan, “Peluncuran fitur ‘Invest’ adalah bagian dari komitmen kami untuk membuka akses yang terjangkau, terpercaya, dan nyaman dalam pengelolaan investasi, khususnya bagi investor pemula.

"Produk yang kami sediakan secara eksklusif di platform OVO adalah reksadana pasar uang Manulife OVO Bareksa Likuid (MOBLI) yang dikelola oleh Manulife Aset Manajemen Indonesia, salah satu perusahaan manajemen investasi terbesar di dunia,” lanjutnya.

Sementara itu Afifa, Presiden Direktur Interim dari Manulife Aset Manajemen Indonesia, mengatakan pihaknya menyambut baik kolaborasi dengan OVO dan Bareksa. Ia mengatakan sebagai salah satu perusahaan pengelola reksadana yang terkemuka, terpercaya, dan terbesar di Indonesia, Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) berkomitmen untuk mengembangkan industri reksadana di Indonesia.

Lebih lanjut ia mengatakan sebagai wujud dari komitmen MAMI, pihaknya secara aktif melakukan kegiatan edukasi finansial dan terus berinovasi serta berkolaborasi dengan para mitra untuk memberikan kemudahan akses bagi seluruh masyarakat Indonesia ke produk reksadana. Kami secara aktif berkolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk dengan mitra di industri keuangan digital.

"Kami percaya kolaborasi ini akan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dalam meningkatkan literasi dan inklusi reksa dana di Indonesia," ungkapnya.

Produk MOBLI, yang tersedia secara eksklusif hanya di aplikasi OVO pada halaman ‘Invest’ sebagai platform e-money pertama yang menawarkannya, memiliki keunggulan yang salah satunya adalah pencairan dana dapat dilakukan secara langsung ke OVO Cash. "Kami berharap dengan adanya semua kemudahan ini, generasi milenial dapat mulai membangun kebiasaan berinvestasi sejak awal untuk mendapatkan manfaat finansial bagi kesejahteraan jangka panjang mereka ke depan," Karaniya menambahkan.

Keunggulan MOBLI

Reksadana pasar uang MOBLI menghadirkan beberapa keunggulan yang sangat bermanfaat untuk para investor khususnya para generasi milenial yang menginginkan kecepatan, kemudahan dan tentunya keamanan dalam berinvestasi. Beberapa di antaranya adalah investor bisa mulai berinvestasi reksadana mulai dari Rp10.000,- dengan OVO Cash, yang diharapkan dapat membangun kebiasaan generasi milenial untuk mulai berinvestasi dengan cara yang terjangkau dan nyaman.

Keunggulan lainnya, adalah proses pencairan instan, yang memungkinkan investor dapat mencairkan investasi mereka langsung ke saldo OVO Cash, sehingga dapat segera digunakan bertransaksi saat ada kebutuhan. MOBLI juga cocok bagi investor profesional yang ingin melakukan diversifikasi aset karena memiliki imbal hasil investasi yang menarik dengan tingkat risiko yang relatif rendah. Investor pun tidak akan dibebankan biaya pembelian maupun pencairan dana investasinya.

Sementara itu Financial Coach, Philip Mulyana mengatakan ada beberapa keuntungan yang bisa didapat para anak muda bila memulai investasi reksadana pasar uang sejak dini, antara lain mendapatkan keuntungan lebih besar hingga 4 persen-6 persen per tahun, dibandingkan dengan menabung secara konvensional yang hanya mencapai 2 persen per tahun.

"Oleh sebab itu, meski kamu mungkin masih di usia awal 20-30 tahun, sebaiknya dana masa depan sudah disiapkan lebih awal dari sekarang. Tujuannya, agar di usia 45 tahun kamu sudah dapat lebih dekat ke kondisi merdeka finansial," katanya.

Menurutnya, investasi reksadana juga dapat menjadi salah satu opsi tabungan dana darurat yang baik untuk investor pemula. "Terlebih lagi dengan fitur pencairan instan yang dihadirkan OVO, dana dapat dengan mudah dicairkan ketika mendadak dibutuhkan ataupun untuk langsung bertransaksi di aplikasi OVO," lanjutnya.

Fellexandro Ruby, founder Negeri Pembelajar learning platform dan Mentorgue memberikan tips untuk memulai berinvestasi sejak dini, salah satunya adalah dengan menyisihkan dana berlebih secara teratur dan menginvestasikannya di instrumen reksadana. Ruby menilai layanan investasi yang ada di aplikasi OVO sangat cocok dengan generasi milenial yang ingin belajar berinvestasi.

Menurutnya fitur tersebut membuat investasi terasa lebih mudah dan bisa dimulai dengan nominal yang sangat kecil. Ketika dana sudah cukup banyak bisa mencoba diversifikasi investasi misalnya membuka bisnis atau membeli aset produktif seperti apartemen atau rumah untuk disewakan kembali.

"Saat ini kita dihadapkan dengan situasi pandemi yang masih akan terus berlangsung, jadi memang kita harus memiliki kesadaran untuk menyisihkan dana yang berlebih untuk diinvestasikan untuk saat-saat yang tidak terduga," lanjutnya.

(Martina Priyanti/hm)

***


Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.