BeritaArrow iconReksa DanaArrow iconArtikel

Berita Hari Ini: Subsidi Gaji Dibayar; Harga Emas Global Rebound

Bareksa09 September 2020
Tags:
Berita Hari Ini: Subsidi Gaji Dibayar; Harga Emas Global Rebound
Ilustrasi emas batangan logam mulia 24 karat dengan latar belakang grafik pergerakan harga emas.

Penerbitan reksadana minim; Uji vaksin AstraZeneca distop; JSMR catat 4 seri obligasi Rp2 triliun

Bareksa.com - Berikut kumpulan berita dan informasi terkait ekonomi, investasi yang disarikan dari berbagai media dan keterbukaan informasi, Rabu, 9 September 2020.

Penerbitan Reksadana

Penerbitan produk reksadana baru pada di kuartal ketiga ini masih minim imbas dari ketidakpastian akibat pandemi virus corona. Tapi, penerbitan produk baru diproyeksikan akan sedikit membaik hingga akhir tahun nanti.

Promo Terbaru di Bareksa

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, meski pada semester kedua ini penerbitan produk baru masih sangat terbatas, bukan berarti industri reksadana tidak tumbuh. Menurut dia, tidak ada korelasi antara penerbitan produk baru dengan dana kelolaan reksadana.

“Walau tidak banyak produk baru, sejauh ini tren dana kelolaan reksadana justru terus tumbuh. Jadi ini mengindikasikan minat masih tetap tumbuh, hanya saja masyarakat lebih memilih subscribe ke produk reksadana yang sudah ada di pasar saat ini,” kata Wawan dikutip Kontan.co.id, Selasa (8/9).

Dengan pertumbuhan tersebut, pada akhirnya Wawan melihat para manajer investasi (MI) cenderung belum merasa perlu untuk menambah produk baru. Selain itu, keputusan penerbitan produk baru juga tergantung dengan kebutuhan MI. Apakah portofolio yang sudah ada perlu ditambah lagi atau tidak.

Jika dirasa sudah cukup dengan portofolio yang sudah ada dan memenuhi kebutuhan investor, Wawan menilai penerbitan pun pada akhirnya tidak jadi sebuah kewajiban walaupun minat masih terus tumbuh. Tapi, Wawan melihat dengan kondisi saat ini yakni munculnya sentimen pemulihan ekonomi, ada peluang akan adanya penerbitan produk baru.

“Saham saat ini valuasinya masih cukup murah dan suku bunga masih akan tetap rendah sehingga ini jadi peluang menarik. Jadi ada peluang untuk produk reksadana berbasis saham dan berbasis obligasi tren penerbitannya bisa lebih baik pada sisa akhir tahun ini,” ungkap Wawan.

Head Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi mengatakan penerbitan produk reksadana baru masih akan relatif terbatas. Menurut Reza, setidaknya vaksin virus corona harus terealisasi terlebih dahulu agar iklim investasi bisa lebih stabil.

Kendati demikian, HPAM baru saja mendaftarkan produk reksadana terbaru yakni Reksadana Penyertaan Terbatas HPAM Manufacture I. Hanya saja Reza belum bisa merinci seperti apa detail reksadana tersebut.

“Penerbitan ini sebagai alternatif investasi bagi para nasabah maupun pendanaan untuk korporasi. Kami cukup yakin dari segi minat banyak, hanya saja investor masih selektif dalam memilih project yang akan dijadikan underlying,” papar Reza.

Uji Vaksin AstraZeneca

Studi vaksin corona yang dilakukan perusahaan AstraZeneca ke warga Amerika Serikat (AS) disetop. Padahal sebelumnya, perusahaan itu bersama Universitas Oxford paling maju dalam pembuatan vaksin corona (Covid-19).

Hal ini terjadi setelah dugaan reaksi serius yang merugikan pada seorang relawan asal Inggris. Juru bicara perusahaan mengatakan dihentikan sementara untuk tinjauan keamanan.

Sayangnya reaksi apa yang didapat relawan tidak disebutkan pasti. Namun dikatakan sumber yang mengetahui masalah ini, relawan diharapkan segera pulih.

"Penghentian ini merupakan hal rutin yang harus dilakukan setiap kali ada penyakit potensial, yang tidak dapat dijelaskan (muncul) di salah satu uji coba," tulis STAT mengutip juru bicara AstraZeneca dari CNBC Indonesia, Rabu (9/9/2020).

Penangguhan klinis seperti ini memang biasanya terjadi. Namun tidak jelas, hingga kapan hal itu dilakukan AstraZeneca.

Sumber STAT menyebut penghentian ini berdampak pada pengujian vaksin yang dilakukan produsen vaksin lain. Saat ini ada 9 kandidat vaksin yang tengah memasuki uji coba tahap tiga (akhir) ke manusia.

Sementara itu sumber lain menyebut peneliti kini tengah mencari kasus reaksi merugikan lain ke relawan penerima vaksin. Reaksi yang tergolong merugikan serius digambarkan pada sakit yang membutuhkan rawat inap, penyakit yang mengancam jiwa dan bahkan kematian.

Di AS uji coba akhir AstraZeneca ini berlangsung sejak akhir Agustus, di 62 lokasi. Sebelumnya 2 dari 3 tes sudah dilakukan di Inggris, Brasil dan Afrika Selatan.

Subsidi Gaji

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan total sebanyak 3.697.296 pekerja menerima bantuan subsidi gaji per 8 September 2020. Dia menyatakan bahwa jumlah tersebut merupakan sebagian penyaluran dari tahap pertama dan tahap kedua.

"Bank Himbara yang menyalurkan subsidi gaji ke penerima. Ditransfer langsung baik ke bank Himbara juga atau ke bank swasta," kata Ida, dikutip Bisnis.com, Selasa (8/9/2020).

Jumlah tersebut, jelasnya, terbagi atas 2.311.237 yang sudah menerima dari data tahap pertama dan 1.386.059 dari data tahap kedua.

Sebelumnya, pada gelombang I, bantuan subsidi gaji akan diterima oleh 2,5 juta pekerja, sedangkan pada gelombang kedua, bantuan akan diberikan kepada 3 juta pekerja.

Dengan menggunakan acuan data BP Jamsostek, pemerintah akan terus merealisasikan bantuan subsidi gaji hingga memenuhi target 15,7 juta penerima hingga akhir September. Menurut Ida, saat ini masih ada yang perlu dilakukan pendataan ulang. "Subsidi gaji ini verifikasi dan validasi oleh BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto mengatakan syarat penerima bantuan subsidi gaji yaitu warga negara Indonesia, terdaftar sebagai peserta akrif BPJamsostek, dan kepesertaan aktif sampai 2020.

Agus menyebutkan terdapat 14,5 juta data nomor rekening penerima subsidi gaji yang telah diterima BP Jamsostek.

Obligasi Jasa Marga

PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan mencatatkan empat seri obligasi di Bursa Efek Indonesia mulai Rabu (9/9/2020) dengan total nilai Rp2 triliun.

Emiten berkode saham JSMR itu akan mencatatkan Obligasi Berkelanjutan II Jasa Marga Tahap I Tahun 2020 yang mendapat peringkat AA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). PT Bank Mega Tbk. bertindak sebagai wali amanat.

Untuk Seri A, jumlah pokok senilai Rp1,10 trilun dengan tingkat bunga tetap 7,90 persen dan tenor 3 tahun sejak emisi. Selanjutnya, Seri B memiliki jumlah pokok Rp286 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,25 persen dan tenor 5 tahun.

Sementara itu, Seri C memiliki jumlah pokok Rp90 miliar dengan tingkat bunga tetap senilai 8,60 persen dan tenor 7 tahun. Terakhir, Seri D memiliki jumlah pokok Rp523,60 miliar dengan tingkat bunga tetap 9 persen bertenor 10 tahun.

Adapun, pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 bulan dengan pembayaran bunga pertama pada 8 Desember 2020.

Sebelumnya, Manajemen JSMR menyatakan pihaknya mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed setelah mengumumkan rencana penerbitan obligasi.

Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto mengungkapkan permintaan yang masuk untuk Obligasi Berkelanjutan II Jasa Marga Tahap I Tahun 2020 mencapai Rp2,7 triliun. Jumlah itu melebihi nilai yang ditawarkan perseroan sebanyak-banyaknya Rp2 triliun.

Harga Emas Global

Harga emas rebound dari level terendah hampir dua pekan sebelumnya pada hari Selasa (8/9). Setelah aksi jual di pasar saham mendorong investor untuk mencari perlindungan di logam mulia safe haven.

Melansir Kontan.co.id dari CNBC, harga emas spot naik 0,4 persen menjadi US$ 1.936,87 per ons troi setelah jatuh sebanyak 1,2 persen menjadi US$ 1,906.24. Sedangkan, harga emas berjangka AS ditutup naik 0,5 persen menjadi US$ 1.943,20 per ons troi.

“Kami melihat pemantulan dari posisi terendah dalam emas setelah penurunan tajam di pasar saham AS memicu beberapa pembelian tempat berlindung yang aman. Orang-orang bingung, mereka tidak tahu di mana posisi terendah di pasar saham saat ini," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Pasar ekuitas global dan harga minyak jatuh setelah aksi jual tajam di saham teknologi, ketidakpastian Brexit dan kekhawatiran atas gejolak dalam kasus virus korona.

Keuntungan emas datang meskipun dolar lebih kuat, yang naik 0,7 persen terhadap saingannya. Investor sekarang menunggu pertemuan kebijakan ECB pada hari Kamis, sementara pertemuan Federal Reserve AS berikutnya dijadwalkan minggu depan.

“Semua bank sentral berada di perahu yang sama. Mereka harus terus mencetak uang, terus melonggarkan kebijakan, untuk melawan kemerosotan yang kita hadapi dan itu akan membuat emas tetap didukung," kata Edward Meir, seorang analis di ED&F Man Capital Markets.

Bullion (logam mulia) telah meningkat lebih dari 27 persen sepanjang tahun ini, setelah bank sentral secara global membanjiri pasar dengan stimulus luar biasa untuk mengimbangi kerusakan ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona, karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Sementara itu, harga emas logam mulia Antam hari ini dikutip dari logammulia.com Rp1.013.000 per gram, atau turun Rp5.000 dengan perubahan terakhir pada 8 September 2020 pukul 8:28 WIB.

* * *

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.775,36

Up0,54%
Up3,36%
Up0,03%
Up6,74%
Up17,31%
Up44,99%

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.326,18

Up0,93%
Up4,25%
Up0,03%
Up5,89%
Up18,89%
-

STAR Stable Income Fund

1.925,85

Up0,48%
Up2,96%
Up0,02%
Up6,01%
Up29,39%
Up64,87%

I-Hajj Syariah Fund

4.822,06

Up0,51%
Up3,05%
Up0,02%
Up6,14%
Up21,89%
Up40,51%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.140,38

Up0,49%
Up2,80%
Up0,02%
Up4,93%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua