BeritaArrow iconReksa DanaArrow iconArtikel

Dana Kelolaan Sucor AM Tumbuh Tertinggi Juni 2020, Ini Kata Dirut Jemmy Paul

Bareksa14 Juli 2020
Tags:
Dana Kelolaan Sucor AM Tumbuh Tertinggi Juni 2020, Ini Kata Dirut Jemmy Paul
Presiden Direktur Sucor Asset Management, Jemmy Paul Wawointana. (Bareksa/AM)

Sucor AM optimis bisa meraih dana kelolaan hingga Rp15 triliun pada akhir tahun ini

Bareksa.com - Dana kelolaan industri reksadana meningkat sepanjang Juni 2020, yang menandakan pemulihan setelah tertekan akibat dampak pandemi Covid-19. Pertumbuhan asset under management (AUM) ini dirasakan oleh mayoritas manajer investasi, tetapi hanya satu yang bisa mencatat pertumbuhan hingga 7 persen sebulan lalu.

Sucor Asset Management menjadi juara pertumbuhan AUM pada Juni di antara daftar top 20 manajer investasi terbesar Indonesia. Kenaikan AUM Sucor AM terbesar dibandingkan MI lain dalam daftar top 20, baik secara bulanan, sepanjang 2020 maupun tahunan.

Menurut laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report June 2020, dana kelolaan Sucor AM per akhir Juni 2020 mencapai Rp11,04 triliun, naik 7 persen secara bulanan. Bila dibandingkan dengan akhir tahun lalu (year to date/YTD), dana kelolaan Sucor AM naik 9 persen dan dalam setahun terakhir kenaikannya mencapai 54 persen.

Promo Terbaru di Bareksa

Top 20 MI Dana Kelolaan Reksadana Terbesar Juni 2020

Illustration
Sumber : Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report June 2020

Secara peringkat, Sucor AM naik 1 peringkat ke 15, menggeser posisi Panin AM. AUM Panin naik 3 persen MoM, anjlok 14 persen YtD dan minus 9 persen YoY. Baik Sucor AM maupun Panin AM sama-sama meraih market share dana kelolaan reksadana 2 persen.

Pertumbuhan AUM Sucor AM jauh melampaui industri yang hanya naik 1,75 persen jadi Rp482,5 triliun pada Juni 2020, dibandingkan Rp474,2 triliun pada Mei 2020. Penambahan dana kelolaan terbesar secara bulanan dibukukan reksadana saham Rp5,8 triliun atau menyumbang lebih dari 70 persen dari total kenaikan AUM industri reksadana pada Juni. Sebagai catatan, data industri ini hanya memasukkan reksadana yang dijual ke publik saja, sehingga tidak termasuk kontrak pengelolaan dana, reksadana penyertaan terbatas, discretionary fund, DIRE dan KIK-EBA

Direktur Utama Sucor AM Jemmy Paul Wawointana menjelaskan bahwa sepanjang Juni, jenis reksadana pasar uang masih mendominasi dana kelolaan manajer investasi tersebut meski pertumbuhan tertinggi terjadi di jenis reksadana saham.

"AUM money market masih terbanyak dan sempat menyentuh Rp7 triliun meski turun kembali di akhir bulan karena biasanya ada redemption. Pertumbuhan tertinggi banyak di jenis equity karena lebih ditopang oleh kinerja reksadana saham yang naik lebih dari 5 persen pada Juni," jelas Jemmy dalam video conference 14 Juli 2020.

Berdasarkan data Bareksa, dana kelolaan reksadana pasar uang Sucor AM per akhir Juni sebesar Rp5,83 triliun, naik 9 persen dalam sebulan. Sementara itu, dana kelolaan reksadana saham Sucor AM per akhir Juni mencapai Rp1,92 triliun, atau naik 13 persen dalam sebulan terakhir.

Produk Baru

Mengenai target tahun ini, Jemmy mengatakan optimis bisa meraih dana kelolaan hingga Rp15 triliun pada akhir tahun ini. Target AUM ini diharapkan bisa tercapai tidak hanya ditopang oleh pertumbuhan kinerja reksadana yang sudah ada tetapi juga produk baru.

"Target akhir tahun kami masih Rp15 triliun. Tahun ini kami sudah launching satu produk, yaitu Sucorinvest Stable Fund yang berfokus pada bond dengan tenor pendek. Kami akan launching lagi mungkin akhir Juli atau Agustus, sebuah reksadana campuran dengan fokus Indonesia," ungkapnya.

Berkaitan dengan reksadana yang akan diluncurkan ini, Jemmy mengatakan portofolionya akan berat di obligasi, dengan minimal porsi 70 persen portofolio dan sisanya 30 persen di saham.

Reksadana ialah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Reksadana juga diartikan, sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi.

Reksadana memberikan imbal hasil (return) dari pertumbuhan nilai aset-aset yang ada dalam portofolionya. Imbal hasil ini potensinya lebih tinggi dibandingkan dengan deposito atau tabungan bank.

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report June 2020. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi [email protected] (cc: [email protected]).

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.777,92

Up0,54%
Up3,36%
Up0,03%
Up6,65%
Up17,21%
Up44,82%

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.328,41

Up1,29%
Up4,15%
Up0,03%
Up5,68%
Up19,16%
-

STAR Stable Income Fund

1.928,48

Up0,49%
Up2,98%
Up0,02%
Up6,01%
Up29,08%
Up64,50%

I-Hajj Syariah Fund

4.828,89

Up0,52%
Up3,07%
Up0,03%
Up6,13%
Up21,93%
Up40,55%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.142,14

Up0,49%
Up2,85%
Up0,02%
Up5,01%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua