Siapkan Lima Hal Ini Sebelum Mudik Lebaran

Reksadana bisa menjadi pilihan menyimpan uang untuk persiapan setelah liburan usai
Bareksa • 31 May 2019
cover

Ilustrasi keluarga kecil bapak ibu anak-anak berdiri di samping mobil sambil melambaikan tangan bersiap untuk mudik lebaran pulang kampung ke luar kota melalui perjalanan darat.

Bareksa.com – Mendekati Hari Raya Idul Fitri (Lebaran), tradisi pulang kampung alias mudik menjadi agenda wajib bagi para perantau. Maklum saja, hari Lebaran menjadi momen yang ditunggu setahun sekali karena bisa berkumpul bersama keluarga besar dan sanak saudara di kampung halaman. 

Sebelum mudik, ada baiknya melakukan beberapa persiapan agar perjalanan lancar sampai tujuan hingga balik ke kota perantauan. Berikut ini lima hal yang bisa kita persiapkan sebelum mudik ke kampung halaman.

1. Menjaga kesehatan 

Dalam melakukan perjalanan mudik, kita membutuhkan banyak tenaga karena harus menempuh jarak jauh menuju kampung halaman. Perjalanan mudik bisa menembus antar kota bahkan antara provinsi. Karena itu, kita perlu menjaga kesehatan dan istirahat yang cukup sebelum mudik. Paling tidak, satu hari sebelumnya kita tidak begadang atau sibuk melakukan hal lain. 

2. Menyiapkan transportasi atau kendaraan

Ada baiknya, sebelum mudik kita mulai mempersiapkan jenis transportasi apa yang akan digunakan untuk ke kampung halaman. Apabila, kita menggunakan kendaraan pribadi, maka mulailah melakukan pemeriksaan pada kendaraan seperti rem, oli, kipas, kaca, tekanan ban, menyiapkan ban cadangan dan komponen lain yang sekiranya dibutuhkan. 

Kemudian apabila menggunakan kendaraan umum, hal yang perlu disiapkan adalah tiket yang sebelumnya sudah disesuaikan dengan jadwal libur cuti kerja atau sekolah. 

3. Memeriksa keamanan rumah

Sebelum meninggalkan rumah untuk mudik, kita harus memastikan sudah mencabut kabel-kabel saluran listrik dan mematikan kompor dengan mencabut selang tabung gas serta aliran air. Hal ini juga perlu dilakukan agar terhindar dari kebakaran rumah akibat korsleting listrik. 

Kemudian tidak lupa untuk memeriksa kunci di setiap pintu masuk rumah terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya pencurian atau perampokan ketika rumah dalam keadaan kosong.

4. Mengemas barang-barang hingga perbekalan mudik 

Lakukan kemas-kemas barang sejak beberapa hari sebelum keberangkatan mudik dan buatlah daftar barang apa saja yang harus dibawa. Jangan sampai waktunya mepet mempersiapkan hal ini agar tidak ada barang yang ketinggalan. Kemudian jangan lupa menyiapkan perbekalan untuk perjalanan mudik, seperti makanan untuk berbuka dan sahur hingga obat-obatan. 

5. Mempersiapkan uang

Hal yang kelima ini, pastinya jangan sampai lupa dipersiapkan. Persiapkanlah uang atau dana yang cukup untuk kebutuhan selama mudik ditambah dana cadangan untuk keperluan darurat. Persiapan uang mudik ini juga termasuk dana untuk salam tempel (angpao) Lebaran untuk orang tua dan sanak saudara di kampung. 

Namun dalam hal ini, kita juga jangan sampai lupa menyiapkan uang untuk kebutuhan setelah Lebaran seperti untuk biaya balik ke kota atau kebutuhan sehari-hari hingga memperoleh gaji di bulan berikutnya. Dalam hal ini, kita harus bisa mengatur keuangan agar kantong tidak kosong pasca liburan panjang nanti.

Bila kita sudah menerima Tunjangan Hari Raya (THR), ada baiknya uang ini segera kita sisihkan di produk investasi yang bisa berpotensi memberikan keuntungan lebih dari menabung di celengan atau bank. Salah satu produk yang bisa dipilih adalah reksadana, karena mudah dan murah, serta sudah bisa dibeli secara online di marketplace investasi Bareksa.

Reksadana merupakan kumpulan dana masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi untuk dimasukkan ke dalam aset-aset keuangan, seperti saham, obligasi dan pasar uang. Reksadana di Bareksa bisa dibeli dengan modal mulai Rp100.000 saja.

Bagi yang menyukai prinsip-prinsip Islami, reksadana syariah bisa menjadi pilihan karena produk ini menawarkan skema keuntungan tanpa riba. Selain itu, reksadana syariah juga telah mendapatkan label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Simulasi Investasi

Sebagai contoh untuk melihat bagaimana ilustrasi keuntungan berinvestasi di reksadana, kita bisa menggunakan simulasi investasi Bareksa, yang menggunakan data historis sebagai gambaran.

Misalkan dua tahun yang lalu (29 Mei 2017) kita mulai berinvestasi di reksadana pasar uang Prospera Dana Lancar yang tersedia di marketplace investasi Bareksa senilai Rp1 juta.

Hingga saat ini (28 Mei 2019), uang hasil investasi kita bertumbuh menjadi Rp1,14 juta atau ada pertumbuhan Rp142.976 setara 14,3 persen dalam dua tahun.

Sumber: Bareksa.com

Angka pertumbuhan ini tentu lebih menarik dibandingkan dengan menabung di bank atau di celengan biasa. Selain itu, hasil investasi reksadana sudah tidak dikenakan pajak bunga lagi.

Reksadana pasar uang bisa menjadi pilihan bagi masyarakat atau investor awam yang baru mengenal investasi. Reksadana jenis ini juga cocok untuk investasi dalam jangka waktu pendek sekitar 1-2 tahun.

(AM)

* * *

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.