Reksadana Hari Ini : IHSG Naik, Return Dua Reksadana Saham Ini Meroket

Syailendra Equity Opportunity Fund dan Prospera BUMN Growth Fund mencetak return1,47 persen sehari pada 16 April
Bareksa • 18 Apr 2019
cover

Ilustrasi menabung uang koin dan investasi reksadana untuk membeli rumah

Bareksa.com - Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir :

Reksadana Saham­­­

IHSG : 0,32 persen
Indeks Reksadana Saham : -0,44 persen
Minna Padi Pasopati Saham : 6,78 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : -2,78 persen
Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS : 3,77 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 1,07 persen
Semesta Dana Maxima : 4,45 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 1,31 persen
Simas Syariah Berkembang : 4,45 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : 0,86 persen
Victoria Obligasi Negara : 1,99 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,98 persen
Reksa Dana Syariah Majoris Sukuk Negara Indonesia : 1,51 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,395 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,354 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,354 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,29 persen
Sucorinvest Money Market Fund : 0,61 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,36 persen
Bahana Likuid Syariah : 0,53 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 16 April 2019 menguat 0,72 persen ke level 6.481,54. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih Rp559 miliar. Benchmark obligasi pemerintah tetap di level 7,6 persen, pada 16 April 2019.

Seiring dengan kenaikan IHSG, di marketplace Bareksa terdapat dua reksadana saham yang mampu mencetak imbal hasil (return) positif pada perdagangan 16 April 2019, yaitu Syailendra Equity Opportunity Fund dan Prospera BUMN Growth Fund.

Reksadana Syailendra Equity Opportunity Fund mencetak imbal hasil (return) 1,47 persen dalam sehari pada 16 April 2019. Berdasarkan fund fact sheet periode Februari 2019, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Sedangkan reksadana Prospera BUMN Growth Fund mencetak imbal hasil (return) 1,47 persen dalam sehari pada 16 April 2019. Berdasarkan fund fact sheet periode Maret 2019, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.