Gaji Hanya UMR, Mungkinkah Punya Uang Rp1 Miliar dari Investasi?

Berinvestasi pada reksadana saham dalam jangka panjang memungkinkan hal ini terjadi
Bareksa • 22 Nov 2018
cover

Ilustrasi seorang investor wanita berkacamata senang bahagia happy tersenyum sedang menggunakan laptop dan tertimpa hujan uang hasil investasi reksadana obligasi saham secara online. 123rf

Bareksa.com –  Siapa bilang dengan modal kecil, potensi hasil investasi tidak bisa besar?

Anggapan tersebut belum tentu benar adanya karena dengan menempatkan uang pada jenis investasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan jangka waktu, kita bisa mendapatkan hasil investasi yang besar. Ya, ini bukan hal mustahil terjadi meskipun penghasilan kita hanya sebatas upah minimum provinsi (UMP).  

Sejauh ini banyak orang yang memiliki tujuan jangka panjang (lebih dari 10 tahun) seperti untuk dana pensiun atau biaya sekolah tinggi anak, tetapi justru menempatkan dana pada tabungan saja. Alhasil, dengan bunga tabungan yang hanya 1 persen per tahun, tentu tidak akan mencukupi kebutuhan dana jangka panjang tersebut. Sebab, kenaikan harga (inflasi) kebutuhan pokok dan biaya sekolah saat ini lebih tinggi dari bunga tabungan yakni bisa mencapai 10-20 persen per tahunnya.

Oleh karena itu, agar tujuan keuangan di masa depan dapat tercapai, ada baiknya kita mulai melakukan investasi dengan instrumen yang tepat. Misalnya saja seperti reksadana saham yang cocok untuk tujuan investasi jangka panjang.

Berdasarkan pada data Marketplace Reksadana Bareksa, 5 reksadana saham yang menghasilkan return tertinggi dalam 10 tahun terakhir memiliki rata-rata keuntungan 20 persen per tahun. Untuk mengetahui lebih detail informasi produk reksadana saham, klik tautan berikut.

Dengan menggunakan Kalkulator Investasi Bareksa, apabila kita memiliki target memiliki uang sebesar Rp1 miliar dalam 20 tahun (240 bulan) ke depan, maka kita hanya menyisihkan uang Rp321.580 saja per bulan pada reksadana saham yang berpotensi menghasilkan return 20 persen per tahunnya. 

Pada grafik di bawah ini terlihat bahwa total uang pokok semula yang terkumpul hanya Rp77,18 juta dalam waktu 20 tahun bisa tumbuh sekitar 1.196 persen, atau lebih dari 12 kali lipat. Maka, total investasi kita selama 20 tahun bisa mencapai Rp1 miliar.

Grafik: Perkiraan Hasil Investasi

Sumber: Bareksa.com

Sebagai perbandingan, dengan target uang Rp1 miliar dan jangka waktu yang sama yakni 20 tahun, apabila kita menyimpannya hanya pada tabungan saja, maka uang yang harus kita sisihkan menjadi jauh lebih besar yakni Rp3,77 juta per bulan. Pokok dana atau modal yang harus kita kumpulkan juga lebih besar yakni Rp903,7 juta. Hal ini dengan asumsi bunga tabungan sebesar 1 persen per tahun (itu pun belum dipotong biaya administrasi dan pajak). 

Grafik: Perkiraan Uang Hasil Tabungan Bank

Sumber: Bareksa.com

Apabila dibandingkan dengan investasi, memang menabung di bank memiliki risiko yang rendah. Namun, untuk tujuan jangka panjang, rupanya berinvestasi pada reksadana saham akan jauh lebih menguntungkan dan efisien. 

Kalau kita memiliki gaji bulanan yang hanya sebesar Rp3,8 juta saat ini seperti batas UMP Jakarta, kita dapat menyisihkan tidak sampai 10 persen pendapatan per bulan untuk mengumpulkan uang Rp1 miliar di masa mendatang.

Jadi, impian punya uang miliaran rupiah tidak hanya sekedar mimpi saja, bukan?

Sebelum berinvestasi, ketahuilah dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda untuk mendapatkan kenyamanan dalam memilih produk dan hasil yang maksimal.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(hm)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.