BeritaArrow iconReksa DanaArrow iconArtikel

Mau Uang Berlipat Ganda? Jangan Pergi Ke Padepokan Tetapi Beli Reksa Dana

Bareksa06 Oktober 2016
Tags:
Mau Uang Berlipat Ganda? Jangan Pergi Ke Padepokan Tetapi Beli Reksa Dana
Dimas Kanjeng Taat Pribadi, tersangka kasus penipuan dengan modus melipat gandakan uang

Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang melakukan penipuan dengan modus melipatgandakan uang telah diringkus polisi

Bareksa.com – Pada pekan ini, masyarakat tengah digemparkan dengan terbongkarnya kasus penipuan dengan modus melipatgandakan uang hingga bernilai miliaran rupiah. Tindakan pidana tersebut dilakukan oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi dan telah menjerat banyak korban.

Banyak orang yang tergiur untuk mendapatkan untung berlipat dengan modal yang yang tidak sedikit. Hal tersebut tidak lain karena angan-angan mereka yang tinggi untuk bisa cepat kaya dengan mudah. Padahal jika menggunakan akal sehat, praktik penggandaan uang dengan menyetor sejumlah 'mahar' ke padepokan tersebut sangatlah mustahil.

Seperti yang diberitakan di sejumlah media masa, Muhammad Najmul sebagai salah satu perwakilan korban telah melaporkan Dimas Kanjeng kepada Polda Jawa Timur dengan mengklaim kerugian senilai Rp200 miliar. Najmul adalah anak kandung almarhumah Najmiah Muin pengusaha asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang terjerat iming-iming uang bertambah setelah menyetor sejumlah uang cukup besar.

Promo Terbaru di Bareksa

Dalam laporannya, Najmul menceritakan bahwa almarhumah ibunya bergabung dengan Padepokan Dimas Kanjeng sejak tahun 2013 dan aktif sampai 2015. Selama itu pula, korban telah menyetor uang ke Dimas Kanjeng beberapa kali, baik langsung maupun transfer melalui bank.

Alih-alih untung, hingga menembuskan nafas terakhir, Najmiah justru tidak dapat mencairkan uangnya dan hanya memperoleh emas ataupun uang palsu dari Dimas Kanjeng yang saat ini sudah diringkus oleh pihak berwajib.

Melipatgandakan uang dengan cara instan tanpa risiko memang tidak ada di dunia ini. Namun, bukan berarti bahwa melipatgandakan uang adalah sesuatu yang tidak mungkin dilakukan. Kita tetap memiliki peluang untuk melipatgandakan uang dengan melakukan investasi di pasar modal, dengan catatan ada risikonya.

Salah satu caranya adalah berinvestasi di reksa dana. Analis Bareksa mencoba membuat simulasi dengan menggunakan Simulator Investasi Reksa Dana yang tersedia marketplace finansial Bareksa.

Misalkan saja Najmiah berinvestasi sejak awal 2013 hingga akhir 2015, dengan membeli reksa dana Bahana Dana Likuid—salah satu reksa dana jenis pasar uang yang menurut data Bareksa memiliki potensi keuntungan yang besar dalam jangka pendek. Bila dana investasi awal Najmiah sebesar Rp200 miliar ditanamkan di reksa dana sejak awal 2013, maka hasilnya sekarang adalah seperti yang tampak pada tabel di bawah ini.

Tabel: Simulasi Investasi Reksa Dana

Illustration

Sumber: Bareksa.com

Dalam kurun waktu 2 tahun, hasil investasi Najmiah bisa bertambah hingga Rp45,67 miliar atau memberikan keuntungan (return) yang cukup fantastis, mencapai 22,84 persen dari dana pokoknya.

Reksa dana yang dipilih dalam simulasi ini merupakan reksa dana pasar uang memiliki resiko sangatlah kecil karena dana nasabah ditempatkan oleh manajer investasi di instrumen pasar uang seperti deposito dan surat utang yang masa jatuh temponya kurang dari setahun.

Grafik: Hasil Simulasi Investasi Reksa Dana

Illustration

Sumber: Bareksa.com

Perlu dicatat bahwa berinvestasi di reksadana sangat aman dan uang kita tidak dapat dibobol oleh manajer investasi. Berbeda dengan Dimas Kanjeng, manajer investasi yang mengelola reksa dana tidak menyimpan uang nasabah sendiri melainkan melalui pihak ketiga yakni bank kustodian. Manajer investasi tidak bisa mencairkan dana nasabah untuk dimasukan ke kantong pribadinya.

Dalam transaksi reksa dana, ketika nasabah melakukan pembelian, maka uang yang dibayarkan akan masuk ke dalam rekening atas nama reksa dana di Bank Kustodian, bukan ke rekening manajer investasi.

Manajer investasi tidak mempunyai akses langsung ke dana investor, karena uang tersebut tersimpan di bank kustodian. Ketika investor melakukan penjualan, bank kustodian pula yang melakukan transfer dana kepada investor, bukan dari manajer investasi.

Dengan adanya peran dari bank kustodian ini, maka investasi dalam bentuk reksa dana menjadi lebih aman dan nyaman serta berpihak pada kepentingan investor. Manajer investasi hanya berperan mengatur "isi keranjang belanja" (portofolio) reksa dana, dan tidak sama sekali bersentuhan dengan uang nasabah.

Selain itu, perlu dicatat juga bahwa reksa dana adalah produk investasi yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga investor atau nasabah dilindungi secara hukum. Setiap pihak yang berkaitan dengan produk keuangan ini, termasuk manajer investasi, bank kustodian, dan agen penjual reksa dana harus memiliki izin dari OJK sehingga memastikan dana nasabah dikelola secara profesional.

Sementara itu, risiko dari investasi reksa dana adalah berkurangnya nilai investasi akibat fluktuasi yang terjadi di pasar modal. Hal ini bisa terjadi apabila keadaan ekonomi tidak baik ataupun krisis. Obligasi atau surat utang memiliki risiko gagal bayar. Risiko dari perbankan juga mungkin terjadi bila kondisi krisis dan bank tidak memiliki likuiditas. Namun, risiko tersebut kecil kemungkinannya selama ekonomi Indonesia masih baik-baik saja. (hm)

Ingin berinvestasi reksa dana?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini
- Belajar reksa dana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.213,64

Down- 0,42%
Up1,27%
Up0,60%
Up7,31%
Up19,53%
Up14,25%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.170,9

Down- 0,21%
Up1,97%
Up1,36%
Up7,07%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.203,15

Up0,40%
Up2,20%
Up1,55%
Up7,57%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.042,88

Down- 1,24%
Up0,95%
Down- 0,45%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua