BeritaArrow iconReksa DanaArrow iconArtikel

FUND RANK: Mega Dana Kas & Archipelago Balance Miliki Kinerja Terbaik Juni 2015

02 Juli 2015
Tags:
FUND RANK: Mega Dana Kas & Archipelago Balance Miliki Kinerja Terbaik Juni 2015
Indeks Reksa Dana di Bareksa.com. (Bareksa.com/Alfin Tofler)

Reksa dana yang selama bulan Juni juga mencatatkan return cukup tinggi adalah reksa dana campuran

Bareksa.com - Semester pertama tahun ini reksa dana pasar uang bertahan ditengah ambrolnya pasar saham akibat lesunya ekonomi global yang merambat ke ekonomi nasional. Di saat indeks reksa dana saham miliki return negatif 6,83 persen selama bulan Juni 2015, indeks reksa dana pasar uang masih mencatat return positif 0,29 persen.

Positifnya reksa dana pasar uang karena isi portofolionya mayoritas deposito. Reksa dana pasar uang yang mencatatkan return tertinggi selama sebulan adalah BNIAM Dana Pasar Uang Kemilau. Imbal hasil reksa dana yang dikelola oleh PT BNI Asset Management ini mencapai 4,64 persen dalam satu bulan. Sucorinvest Money Market Fund menjadi reksa dana pasar uang yang menghasilkan return tertinggi kedua sebesar 3,1 persen.

Tetapi tingginya return dari kedua reksa dana tersebut lebih disebabkan oleh kenaikan dana kelolaan bukan dari kenaikan return dari aset yang dikelola. Reksa dana ini baru diterbitkan sehingga masih berkosentrasi pada perolehan dana kelolaan dan masih melakukan pembentukan portofolio. Artinya kedua reksa dana ini belum apple-to-apple jika disejajarkan dengan reksa dana pasar uang lainnya yang jangka waktunya sudah lebih dari satu tahun -- jika mencapai periode setahun menunjukan kenaikan dana kelolaan reksa dana sudah lebih stabil sehingga tidak mengganggu kinerja reksa dana --.

Promo Terbaru di Bareksa

Oleh karena itu, untuk kategori pasar uang posisi return tertinggi bulan Juni 2015 dipegang Mega Dana Kas milik PT Mega Capital Investama dengan return 0,84 persen. Di posisi selanjutnya terdapat reksa dana yang dikelola PT Nikko Securities Indonesia, Nikko Indonesia Money Market Fund, yang memiliki return 0,72 persen.

Kemudian diikuti reksa dana yang dikelola PT Danareksa Investment Management, Danareksa Seruni Pasar Uang II, dengan return 0,7 persen dalam satu bulan.

Daftar: Reksa Dana Pasar Uang yang Memiliki Return Tertinggi 1 Bulan

Illustration

Sumber: Bareksa.com

Reksa dana pasar uang dapat dijadikan pilihan investor untuk menempatkan dana di saat kondisi pasar keuangan sedang fluktuatif akibat sentimen luar negeri sehingga mengakibatkan adanya kekhawatiran investor akan keluarnya dana asing dari negara berkembang.

Reksa dana jenis ini merupakan reksa dana yang volatilitasnya sangat amat rendah sehingga risiko yang dimilikinya juga relatif rendah karena mayoritas dana kelolaannya dialokasikan pada deposito dan obligasi jangka pendek yang memiliki tenor kurang dari 1 tahun. Sehingga reksa dana pasar uang merupakan alternatif investasi yang sangat tepat bagi investor yang tidak dapat menerima tingginya resiko pada reksa dana jenis lainnya.

***

Reksa Dana Campuran

Reksa dana yang selama bulan Juni juga mencatatkan return cukup tinggi adalah reksa dana campuran. Return tertinggi dari reksa dana jenis ini dicatatkan oleh Archipelago Balance Fund. Imbal hasil reksa dana kelolaan PT Archipelago Asset Management ini sebesar 2,23 persen.

Return tertinggi kedua dihasilkan oleh reksa dana Keraton milik PT Minna Padi Aset Manajement dengan return 2,19 persen. Lalu diikuti oleh reksa dana yang dikelola oleh PT MNC Asset Manajemen, MNC Dana Kombinasi, dengan return 1,69 persen.

Di posisi keempat dan kelima terdapat reksa dana Minna Padi Keraton II kelolaan PT Minna Padi Aset Manajemen dan Danamas Fleksi kelolaan PT Sinarmas Asset Management. Return kedua reksa dana ini masing-masing sebesar 0,64 dan 0,62 persen.

Daftar: Reksa Dana Campuran dengan Return Tertinggi Selama 1 Bulan

Illustration

Sumber: Bareksa.com

Kinerja kelima reksa dana tersebut melebihi return yang dihasilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan indeks reksa dana campuran yang masih mencatatkan return minus dalam satu bulan akibat fluktuasinya IHSG dan pasar obligasi.

Dalam fund fact sheet-nya bulan Mei, reksa dana MNC Dana Kombinasi mengalokasikan sekitar 66,98 persen pada saham, 21,95 persen obligasi korporasi, dan 11,07 persen pada kas atau deposito. Alokasi terbesar reksa dana ini terdapat pada saham sektor perdagangan dan jasa sebesar 25,35 persen dan infrastruktur sebesar 10,62 persen.

Kedua sektor tersebut menjadi sektor yang mengalami penurunan terendah dikala fluktuasinya IHSG yang terjadi pada sebulan terakhir. Sehingga reksa dana yang memiliki saham sektor perdagangan dan jasa serta infrastruktur dalam portofolionya tidak mengalami penurunan return sedalam IHSG.

Selain itu, yield obligasi juga kembali mengalami penurunan yang juga berarti adanya kenaikan pada harga obligasi. Meskipun saat ini masih berada di level 8 persen, yield obligasi benchmark tenor 10 tahun ini telah mengalami penurunan sejak mencapai level tertingginya pada awal bulan Juni yang menyentuh 8,7 persen.

Kedua hal inilah yang menopang kinerja reksa dana campuran sehingga tetap menghasilkan return positif saat pasar saham dan obligasi masih mengalami fluktuasi yang cukup tinggi. (np)

***

Reksa Dana Saham

Reksa dana Valbury Equity I milik PT Valbury Capital Management menjadi reksa dana yang menghasilkan return tertinggi dalam sebulan terakhir di daftar reksa dana saham, dengan perolehan return 1,94 persen. Sementara reksa dana yang dikelola PT Pacific Capital Investment yaitu Pacific Saham Syariah menjadi reksa dana yang memiliki return tertinggi kedua sebesar 1,55 persen.

Lalu diikuti oleh reksa dana Sentra Dana Ekuitas milik PT Anugerah Sentra Investama dengan return 0,37 persen.Kemudian pada posisi keempat terdapat reksa dana Lippo Equity Plus kelolaan PT Lippo Securities Tbk (LPPS) dengan return 0,35 persen.

Tapi yang perlu diperhatikan, positifnya kinerja empat reksa dana saham ini terjadi lebih disebabkan adanya kenaikan dana kelolaan mengingat keempatnya baru diluncurkan sebulan terakhir, sehingga tidak apple to apple dengan reksa dana saham lainnya.

Artinya posisi tertinggi bulan Juni 2015 untuk reksa dana saham justru dipegang MNC Dana Ekuitas. Namun return reksa dana kelolaan PT MNC Asset Management ini masih terimbas oleh turunnya IHSG sehingga dalam sebulan terakhir mencatatkan return negatif 0,72 persen.

Adanya prediksi gagal bayarnya utang Yunani kepada IMF pada akhir bulan Juni membuat pergerakan bursa saham di Indonesia kembali lesu. Adanya kekhawatiran investor akan keluarnya dana asing dari negara berkembang membuat IHSG turun 5,86 persen sepanjang bulan Juni.

Berfluktuasinya pergerakan IHSG turut menyeret kinerja reksa dana. Nilai aktiva bersih (NAB) per unit penyertaan reksa dana saham pun ikut berfluktuatif sehingga return yang dihasilkan pun minim.

Daftar: Reksa Dana Saham yang Memiliki Return Tertinggi dalam 1 Bulan

Illustration

Sumber: Bareksa.com

***

Reksa Dana Pendapatan Tetap

Dalam sebulan terakhir, mayoritas reksa dana pendapatan tetap masih mencatatkan return negatif karena lesunya pasar obligasi. Namun beberapa reksa dana mampu mencatatkan return positif dikala masih tingginya yield obligasi.

Reksa dana pendapatan tetap yang menghasilkan return tertinggi dalam satu bulan adalah RHB OSK Smile Fixed Income Fund. Reksa dana yang dikelola oleh PT RHB OSK Asset Management ini menghasilkan return 0,89 persen.

Pada posisi kedua terdapat reksa dana milik PT Maybank GMT Aset Manajemen, Maybank GMT Dana Obligasi Plus, dengan return sebesar 0,87 persen. Kemudian diikuti oleh reksa dana Nikko Indonesia Bond Fund kelolaan PT Nikko Securities Indonesia dengan return 0,86 persen.

Reksa dana yang memiliki return tertinggi keempat adalah Gap Fixed Income Fund II yang dikelola PT GAP Capital dan tertinggi kelima adalah CIMB-Principal Prime Income Fund yang dikelola PT CIMB Principal Asset Management. Return kedua reksa dana ini masing-masing sebesar 0,83 dan 0,82 persen.

Daftar: Reksa Dana Pendapatan Tetap yang Memiliki Return Tertinggi dalam 1 Bulan

Illustration

Sumber: Bareksa.com

Walaupun masih mencatatkan return yang relatif kecil, return yang dihasilkan kelima reksa dana pendapatan tetap diatas masih jauh lebih tinggi dibandingkan return indeks reksa dana pendapatan tetap. Bulan Juni kemarin, indeks reksa dana pendapatan tetap justru mencatatkan return minus 0,1 persen.

Beberapa reksa dana pendapatan tetap dapat mencatatkan return positif didorong oleh mulai turunnya yield obligasi yang seiring dengan adanya kenaikan harga obligasi.

Grafik: Pergerakan Yield Obligasi Benchmark 10 Tahun Selama 1 Bulan

Illustration

Sumber: Bareksa.com

Yield obligasi benchmark 10 tahun sejak pertengahan bulan Juni lalu mulai menunjukkan adanya penurunan. Meskipun sempat mengalami fluktuasi, tapi pada akhir bulan Juni yield obligasi kembali turun. Investor asing pun kembali masuk pada pasar obligasi pun pada bulan Juni lalu. Hal inilah yang mendorong kinerja reksa dana pendapatan tetap mengalami kenaikan return yang tipis pada bulan lalu. (np)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.240,25

Up1,50%
Up2,24%
Up2,80%
Up6,68%
Up21,87%
Up15,84%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.191,51

Up1,06%
Up2,29%
Up3,14%
Up6,79%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.205,75

Up0,51%
Up1,12%
Up1,77%
Up4,88%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.036,20

Up1,41%
Down-1,44%
Down-1,09%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua