Tak Hanya dari Pulau Jawa, Ini Data Sebaran Investor Saham Indonesia

Meski masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, jumlah investor saham di luar Pulau Jawa tumbuh baik
Bareksa • 22 Nov 2018
cover

Tiga orang wanita melintasi layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/2). Pada penutupan perdagangan akhir pekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 39 poin atau 0,6 persen ke level 6.505. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Bareksa.com – Catatan rekor penambahan jumlah investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga 200.935 single investor identification (SID) tak hanya datang dari Pulau Jawa saja. Manajemen BEI menuturkan, saat ini mulai banyak investor saham baru yang datang dari luar Pulau Jawa.

Seperti yang disampaikan Direktur Utama BEI Inarno Djajadi, Kamis, 22 November 2018. Inarno menyebut, sebaran investor saham sudah merambah hingga ke Indonesia Timur, terutama Bali, Maluku, hingga Irian.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menambahkan, sebaran investor saham dari luar Pulau Jawa terjadi sejak 3 tahun terakhir. "Di Pulau Jawa meningkat, tapi yang di luar Pulau Jawa jauh lebih meningkat,” kata Hasan.

Hasan menejelaskan pada 2015, perbandingan investor Jawa dengan luar Jawa adalah 81 persen berbanding 19 persen. Komposisinya makin berubah seiring peningkatan pertumbuhan investor di luar Pulau Jawa. "Itu tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua," katanya.

Berdasarkan data BEI hingga 31 Oktober 2018, jumlah investor saham di Pulau Jawa mencapai 584.514 SID atau mewakili 73,7 persen dari total SID. Artinya, jumlah investor saham di luar Pulau Jawa telah meningkat menjadi 26,3 persen.

Sebaran terbanyak investor saham di luar Pulau Jawa berasal dari Pulau Sumatera dengan jumlah 113.708 SID atau mewakili 14,3 persen dari total SID. Lalu disusul Pulau Kalimantan dengan jumlah 35.169 SID atau memiliki porsi 4,4 persen dari total SID.

Distribusi Aktivitas & Jumlah Investor per 31 Oktober 2018

Sumber: BEI

Meski terjadi perubahan, Hasan menegaskan, porsi tersebut tidak berarti pertumbuhan investor di Pulau Jawa menyusut. Adapun saat ini untuk investor di luar Pulau Jawa masih terpusat di ibu kota provinsi.

"Kami ingin percepatan pertumbuhan kota-kota yang remote jauh dari sentra industri sehingga ekonomi kita pertumbuhannya lebih bagus," jelas Hasan.

Sebagai informasi, Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per 19 November 2018, total jumlah investor saham di BEI telah mencapai 829.426 SID. Jumlah tersebut meningkat 31,97 persen dibandingkan dengan total capaian jumlah investor di akhir 2017 sebesar 628.491 SID.

Sementara, Sampai dengan akhir Oktober 2018, rata-rata investor aktif per bulan juga meningkat menjadi 126.240 SID atau naik 27,8 persen dibandingkan rata-rata investor aktif per bulan di 2017 sebesar 98.718 SID. Jumlah investor aktif per bulan per 31 Oktober 2018 juga meningkat 114 persen jika dibandingkan rata-rata investor aktif per bulan di akhir 2015 silam yang jumlahnya baru mencapai 58.970 SID. (hm)