BeritaArrow iconPasar ModalArrow iconArtikel

Mampukah IHSG Melanjutkan Kenaikan Pekan Lalu?

Bareksa13 Agustus 2018
Tags:
Mampukah IHSG Melanjutkan Kenaikan Pekan Lalu?
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/6). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Dalam periode 6 hingga 10 Agustus 2018, IHSG mengalami penguatan 1,16 persen

Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bergerak positif pada pekan lalu. Tercatat dalam periode 6 hingga 10 Agustus 2018, IHSG mengalami penguatan 1,16 persen dengan ditutup pada level 6.077,17 pada Jumat 10 Agustus 2018.

Secara sektoral, tujuh dari 10 sektor berakhir pada zona hijau pada pekan lalu. Adapun tiga sektor yang mencatatkan kenaikan tertinggi yaitu sektor aneka industri (3,11 persen), disusul industri dasar (2,29 persen), dan infrastruktur (1,79 persen).

Sementara itu, tiga sektor yang berakhir pada zona merah yaitu sektor pertanian dan konsumer yang masing-masing turun 0,39 persen, serta pertambangan yang turun 0,20 persen.

Promo Terbaru di Bareksa

Di sisi lain, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (net foreign sell) dalam sepekan kemarin senilai Rp731,49 miliar. Alhasil jika diakumulasikan sejak awal tahun, investor asing masih tercatat keluar dari pasar saham domestik senilai Rp48,76 triliun.

Adapun saham-saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing dalam sepekan kemarin antara lain TLKM (Rp378,70 miliar), BBNI (Rp376,86 miliar), BMRI (Rp151,47 miliar), UNTR (Rp90,12 miliar), dan SMGR (Rp62,69 miliar).

Sentimen Positif

Penguatan IHSG pekan kemarin ditopang oleh rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II 2018 yang berhasil mencapai angka di atas ekspektasi. Sepanjang periode April hingga Juni 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,27 persen dibandingkan periode sama tahun lalu atau secara year on year (YoY). Capaian tersebut mengalahkan posisi kuartal I 2018 yang tumbuh sebesar 5,06 persen YoY dan posisi kuartal I 2017 yang tumbuh sebesar 5,01 persen YoY.

Positifnya angka pertumbuhan ekonomi menghapus kekhawatiran investor bahwa laju ekonomi tahun ini akan lesu seperti tahun lalu, walaupun angka pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV akan menjadi penentuan. Pasalnya, laju perekonomian pada kuartal II ditopang oleh momentum Ramadan-Idul Fitri yang jatuh pada pertengahan Mei hingga pertengahan Juni sehingga mendorong tingkat konsumsi masyarakat.

Sentimen Negatif

Di sisi lain, faktor eksternal berupa risiko perang dagang berhasil menghambat laju IHSG. Pada hari Rabu (8 Agustus 2018), China mengumumkan bea masuk sebesar 25 persen bagi importasi produk-produk AS senilai US$ 16 miliar. Beberapa produk yang akan terkena bea masuk tersebut antara lain bahan bakar minyak (BBM), produk baja, kendaraan bermotor, dan peralatan kesehatan. Total ada 333 produk asal AS yang menjadi korban.

Kementerian Perdagangan China menyebutkan bahwa bea masuk tersebut akan mulai berlaku pada 23 Agustus mendatang, hari yang sama dengan pengenaan bea masuk 25 persen terhadap US$ 16 miliar produk impor asal China oleh AS. Jadi, kebijakan China tersebut merupakan balasan atas serangan dari Negeri Paman Sam.

Analisis Teknikal IHSG

Illustration

Menurut analisis Bareksa, secara teknikal pergerakan IHSG selama sepekan cenderung bervariatif. Sempat menguat signifikan di awal pekan, IHSG pada beberap hari berikutnya relatif bergerak terbatas dengan kecenderungan sedikit melemah.

Pergerakan IHSG terlihat masih mampu bertahan di atas garis MA 20 yang menandakan dalam jangka pendek IHSG masih mampu mempertahankan uptrend jangka pendeknya.

Selain itu, indikator relative strength index (RSI) terpantau cenderung bergerak datar di sekitar area netral mengindikasikan kenaikan IHSG relatif masih tertahan. Saat ini, IHSG masih tengah berjuang untuk mencoba menguji resisten terdekat di level 6.116. (hm)

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.211

Up0,23%
Up4,90%
Up0,38%
Up9,43%
Up19,29%
Up10,15%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.190,65

Up0,45%
Up4,05%
Up0,49%
Up8,83%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.162,84

Up0,62%
Up4,42%
Up0,66%
Up8,86%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.049,06

Down- 0,28%
-
Up0,14%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua