Pasca Rebound, IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat Terbatas
IHSG kemarin ditutup menguat 0,83 persen di level 6.240,57

IHSG kemarin ditutup menguat 0,83 persen di level 6.240,57
Bareksa.com - Mengawali pekan pertama di bulan April, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bergerak positif dengan mencatatkan kenaikan.
Pada perdagangan Senin 2 April 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,83 persen di level 6.240,57.
Aktivitas transaksi terpantau relatif sepi pasca libur panjang akhir pekan kemarin yang tercermin dari nilai transaksi yang berada di bawah rata-rata hariannya.
Volume perdagangan sebesar 7,67 miliar saham dengan nilai transaksi Rp6,03 triliun. Sebanyak 216 saham mengalami kenaikan, 160 saham mengalami penurunan, serta 110 saham tidak mengalami perubahan harga. Selain itu, investor asing tercatat melakukan net sell pada perdagangan kemarin senilai Rp243,96 miliar.
Promo Terbaru di Bareksa
Delapan dari 10 sektor berakhir menguat pada perdagangan kemarin dengan kenaikan tertinggi dipimpin sektor aneka industri (2,85 persen), kemudian konsumer (1,55 persen), dan infrastruktur (1,4 persen).
Sementara itu sektor pertanian dan sektor industri dasar masing-masing berakhir melemah 0,66 persen dan 0,65 persen.
Saham-saham yang mendorong IHSG pada perdagangan kemarin antara lain :
• PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP) : 3,3 persen
• PT Astra International Tbk. (ASII) : 3,4 persen
• PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) : 1,9 persen
• PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) : 2 persen
• PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) : 1,4 persen
Analisis Teknikal IHSG

Sumber : Bareksa
Menurut analisis Bareksa, secara teknikal pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin membentuk bullish candle dengan short lower shadow yang menggambarkan pergerakan positif pada IHSG yang sempat bergerak di bawah level pembukaan namun berhasil berbalik arah dan ditutup pada level tertingginya.
Pergerakan IHSG secara intraday menunjukkan sempat adanya tekanan di 10 menit awal perdagangan, sebelum akhirnya IHSG berhasil bangkit dan konsisten merangkak naik baik hingga akhir sesi pertama maupun sesi kedua.
Volume terlihat mengalami penurunan menandakan kenaikan IHSG kemarin belum didukung oleh peningkatan aksi beli yang signifikan. Sementara itu indikator relative strength index (RSI) terlihat masih berkutat di sekitar area jenuh jual meskipun mulai mencoba untuk keluar.
Adapun situasi bursa kawasan regional Asia pada penutupan kemarin terpantau mayoritas berakhir di zona merah dengan beberapa bursa yang melemah antara lain Shanghai Composite (-0,18 persen), Nikkei 225 (-0,31 persen), dan KOSPI (-0,07 persen).
Sementara itu Indeks Straits Time dan SET tercatat masing-masing menguat 0,08 persen dan 0,34 persen.
Dilihat dari sudut pandang teknikal, pergerakan IHSG masih berpotensi menguat namun relatif mulai terbatas. Situasi Bursa Saham Amerika Serikat (AS) pagi ini yang kembali tidak kondusif, dengan tiga indeks utama ditutup kompak berakhir di zona merah.
Yakni Indeks Dow Jones turun 1,9 persen, kemudian S&P500 merosot 2,23 persen, dan Nasdaq tergelencir 2,74 persen dapat menjadi sentimen negatif yang membebani IHSG pada hari ini.
Sementara itu Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang lebih dikenal dengan pengukur ketakutan Wall Street melonjak ke level 23,62 poin (18,28 persen), menandakan adanya kekhawatiran pelaku pasar yang meningkat.
Selain itu, harga komoditas minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga terpantau pada pagi ini turun tajam 3,22 persen. Hal itu juga diperkirakan dapat menjadi sentimen negatif lain yang dapat membawa IHSG untuk masuk kembali ke zona merah. (AM)
DISCLAIMER
Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui saham mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami kinerja keuangan saham tersebut.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.210,41 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.168,88 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.204,49 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.023,9 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.



