Apa Itu Right Issue & Apa Konsekuensinya? Apakah Menguntungkan Bagi Investor?

Hak yang diberikan kepada investor lama untuk membeli saham baru disebut dengan right issue.
Bareksa • 07 Apr 2015
cover

Karyawan melintasi papan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. REUTERS/Darren Whiteside

Bareksa.com - Akhir-akhir ini dalam situs berita finansial dan bisnis sering menyebut kata right issue. Apalagi setelah pemerintah Republik Indonesia menganggarkan kucuran dana modal yang besar kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Jadi sebetulnya apa sih right issue itu?

Suatu perusahaan yang sudah melakukan penerbitan saham perdana atau sering disebut Initial Public Offering (IPO) akan memiliki banyak pemegang saham (investor) baik dari instansi ataupun perorangan. Setelah proses IPO, jika diperlukan, perusahaan bisa menerbitkan saham baru.

Para investor yang sudah masuk di perusahaan akan diprioritaskan untuk menyerap saham baru tersebut sebelum ditawarkan kepada investor baru. Hak yang diberikan kepada investor lama inilah yang disebut dengan right issue. Lalu jika hak ini tidak digunakan investor lama, maka bisa diambil oleh investor baru atau biasa disebut sebagai standby buyer.

Right issue biasanya diberikan berdasarkan rasio. Misalnya rasio yang diberikan adalah 1:2 maka setiap pemegang satu lembar saham maka memperoleh dua hak untuk membeli saham yang baru akan diterbitkan.

Harga saham baru yang diterbitkan melalui proses right issue disebut sebagai harga right. Harga right ini bisa lebih rendah, sama maupun lebih tinggi dibandingkan dengan harga pasar saham saat ini.

Namun jika ingin memberikan keuntungan lebih bagi investor lama, sebagian besar harga right berada dibawah harga pasar. Jadi bagi investor lama yang ingin menambah pembelian saham pada perusahaan tersebut akan memperoleh peluang untuk memperoleh harga saham yang lebih murah ketimbang yang mereka beli di Bursa Efek Indonesia.

Misalnya harga saham PT ABC diperdagangkan pada Rp1.000 per saham, lalu PT ABC akan menerbitkan saham baru dengan harga right Rp900 per right artinya investor hanya perlu membayar Rp900 per saham untuk satu saham baru.

***

Bagaimana agar kita termasuk dalam kategori "pemegang saham lama" di PT ABC?

Sebelum pelaksanaan right issue, maka sebelumnya PT ABC akan mengumumkan jadwal proses right issue. Anda perlu memperhatikan dua jenis tanggal di jadwal tersebut yakni tanggal cum (cum right) dan tanggal ex (ex right).

Anda akan dianggap sebagai pemegang saham lama atau memiliki hak (right) atas saham baru jika anda memegang saham PT ABC hingga tanggal terakhir "cum right".

Jika anda baru membeli saham PT ABC di periode "ex right" dan setelahnya maka anda sudah tidak lagi memiliki hak (right) atas saham baru -- "ex right" merupakan batas mulai tidak berlakunya aksi korporasi right issue --

Pertanyaan selanjutnya, "Kalau saya menjual saham PT ABC di "ex right", apakah hak saya menjadi hilang?" tentu saja tidak. Karena yang terpenting adalah tanggal terakhir "cum right" yang merupakan tanggal ditentukannya siapa-siapa saja yang menjadi pemegang saham PT ABC.

***

Apa proses selanjutnya setelah saya telah memperoleh hak (right) atas saham baru yang diterbitkan PT ABC?

Kita menukar hak (right) dengan saham baru dengan melakukan pembayaran senilai harga right pada periode pendaftaran, pembayaran dan pelaksanaan right yang tertera dalam jadwal.

Pada contoh sebelumnya rasio right PT ABC adalah 1:2 dengan harga right Rp900, maka untuk memperoleh 2 saham baru tersebut saya harus membayar Rp1.800 (2 dikali Rp900) kepada PT ABC. Setelah pembayaran tersebut maka jumlah saham PT ABC yang anda miliki menjadi 3 saham.

***

Apa dampak negatifnya jika saya tidak menggunakan hak (right) saya untuk membeli saham baru PT ABC?

Prosentase kepemilikan anda akan menurun. Misalnya dengan rasio 1:2, maka jumlah saham PT ABC yang tadinya hanya 1 lembar, dengan penerbitan saham baru maka jumlah sahamnya bertambah menjadi ada 3 lembar saham. Jadi jika saya tidak menggunakan hak untuk membeli saham baru, maka jumlah lembar saham PT ABC yang saya punya hanya 1 lembar, sedangkan 2 lembar saham baru akan dimiliki oleh pemegang saham baru. Dahulu 1 lembar saham mewakili 100 persen kepemilikan, karena jumlah saham bertambah menjadi 3 lembar maka 1 lembar saham yang saya miliki saat ini hanya mewakili 33,3 persen dari kepemilikan (perhitungan = 1 dibagi 3) atau anda kehilangan 66,7 persen kepemilikan.

Turunnya prosentase kepemilikan tersebut dikenal dengan istilah dilusi.

***

Jika saya sebagai pemegang saham lama tidak memiliki uang untuk membeli saham baru yang diterbitkan PT ABC, bisa kah hak (right) milik saya dijual?

Hak (right) bisa dijual di Bursa Efek Indonesia pada periode tanggal perdagangan right yang tertera di jadwal right issue sebelumnya. Jadi bagi investor yang tidak bisa membeli saham PT ABC pada periode "cum right", masih bisa membeli hak (right) pada perdagangan ini.

Biasanya perdagangan right akan lebih ramai jika harga right yang disampaikan PT ABC lebih rendah dari harga saham PT ABC saat ini di bursa, karena menawarkan potensi keuntungan bagi investor baru.

***

Apa pengaruhnya right issue terhadap saham PT ABC?

Sentimen right issue biasanya mendorong harga saham mengalami kenaikan

Pengaruhnya tergantung pada harga teorities setelah right issue. Apa itu harga teorities?

Misalnya pada tanggal terakhir "cum right", harga saham PT ABC berada pada Rp1000 per saham. Dengan asumsi rasio 1:2 dan harga right Rp900 maka harga teorities saham menjadi Rp933 per saham. Perhitungannya;

Harga teorities =( ( 1 kali Rp1000) ditambah (2 kali Rp900) ) dibagi ( 1 ditambah 2) = Rp2800 dibagi 3 = Rp933.

Maka pada tanggal "ex right", harga pembukaan perdagangan saham PT ABC mengacu pada harga teorities tersebut.(al)