Prediksi Harga Emas Minggu Ini, Potensi Investasi Logam Mulia

Ada baiknya emas digunakan untuk investasi yang sifatnya jangka panjang
Hanum Kusuma Dewi • 10 Oct 2022
cover

Ilustrasi investasi emas logam mulia dengan emas batangan dan koin emas di atas grafik harga emas. (Shutterstock)

Bareksa.com - Emas menjadi salah satu instrumen investasi favorit sejumlah investor meski harga emas di pasar global kerap naik turun akibat berbagai sentimen ekonomi. Lalu bagaimana prediksi harga emas di pekan ini?

Melansir CNBC Indonesia, emas disebut-sebut akan menghadapi periode genting pada pekan ini. Alasannya, pengumuman inflasi Amerika Serikat (AS) dan keluarnya risalah rapat bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) bakal menentukan apakan emas masih bisa bertahan di tengah badai ketidakpastian global saat ini.

Bank Sentral Amerika dijadwalkan akan mengeluarkan rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Kamis dini hari pekan ini (13/10/2022). Pada hari yang sama, Biro Statistik AS akan mengumumkan data inflasi September.

Nah, kedua data tersebut dinilai akan menjadi pegangan investor mengenai arah The Fed ke depan. Tim Riset CNBC Indonesia menyebut jika inflasi AS lebih kencang dari Agustus (8,3% year on year/yoy) dan risalah The Fed masih menunjukkan sinyal hawkish, maka harga emas hampir pasti akan tenggelam alias turun. Sementara jika data inflasi melandai cukup dalam maka ada harapan logam mulia ini akan menguat. Konsesus pasar memperkirakan inflasi September akan berada di 8,1% (yoy).

"Pelaku pasar berharap ada penurunan permintaan masyarakat sehingga berdampak kepada suku bunga acuan. Sebagian pelaku pasar masih ada yang bertaruh jika The Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya. Namun, jika inflasi meningkat maka emas akan ada dalam masalah," tutur analis dari OANDA Edward Moya, dikutip dari Kitco News.

Mengapa dalam masalah? Data inflasi menjadi salah satu pertimbangan utama bank sentaral Amerika dalam menentukan kebijakan moneternya. Jika inflasi masih tinggi, The Fed diperkirakan masih akan melanjutkan kebijakan hawkishnya dalam waktu lama.

Menurut Tim Riset CNBC Indonesia, sepanjang tahun ini, emas sangat terpengaruh oleh data ekonomi AS dan kebijakan The Fed. Harga emas selalu turun setiap kali inflasi AS melonjak dan demikian juga setiap kali The Fed mengerek suku bunga acuan. Kenaikan The Fed akan membuat dolar AS melambung dan yield surat utang pemerintah AS melonjak. Kondisi ini tidak baik bagi emas karena penguatan dolar membuat emas semakin mahal.

Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan yield surat utang pemerintah AS membuat emas tidak menarik. Kenaikan suku bunga acuan The Fed bahkan menghapus status emas sebagai aset lindung nilai di saat inflasi melonjak. Harga emas turun di saat inflasi global melambung karena kalah oleh dampak kenaikan suku bunga.

Catatan Tim Riset CNBC Indonesia menyebutkan bahwa sejak The Fed mengerek suku bunga pada 17 Maret 2022, harga emas sudah anjlok US$243 per troy ons atau sekitar 12%. "Trader emas lebih fokus untuk melihat dampak kebijakan The Fed dari pada faktor geopolitik," tutur analis Kitco Metals Jim Wyckoff, kepada Reuters.

Walau demikian, Moya mengingatkan bahwa emas masih bisa berpeluang menguat. Salah satu faktornya adalah rally jangka pendek yang dilakukan investor yang mencari keuntungan (profit taking). Misalnya pada harga emas hari ini. Merujuk data Refinitiv, harga emas di pasar spot internasional pada Senin (10/10/2020) pukul 05: 49 WIB ada di posisi US$ 1.698,82 per troy ons. Emas menguat 0,25% dibandingkan pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (7/10/2022).

Lebih lanjut menurut Tim Riset CNBC Indonesia, penguatan ini menjadi angin segar setelah emas terpuruk sepanjang Rabu-Jumat pekan lalu. Dalam sepekan, harga emas masih melandai 0,02% secara point to point. Dalam sepekan, emas juga masih melemah 1% sementara dalam setahun anjlok 3,1%.

Lalu apa hubungannya harga emas dunia dengan harga emas di dalam negeri? Harga emas di dalam negeri baik yang berupa emas perhiasan maupaun emas batangan atau disebut juga logam mulia, pada dasarnya ditentukan oleh harga emas global, yang menjadi penentu harga emas di dalam negeri.

Grafik Harga Beli Emas Treasury di Bareksa Emas

Sumber: Bareksa

Apa saja pendorong naik turunnya harga emas?

5 Faktor Harga Emas

Melansir laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berikut lima faktor penyebab naik turunnya harga emas :

1. Ketidakpastiaan Kondisi Global

Berbagai situasi yang terjadi seperti politik, ekonomi, krisis, resesi, atau perang adalah salah satu pemicu naik dan turunnya harga emas. Mengapa demikian?

Dalam kondisi ekonomi dan politik yang kacau balau, emas seringkali dianggap sebagai penyelamat. Makanya saat terjadi krisis atau perang, biasanya harga emas akan melonjak naik. Investasi emas disebut-sebut salah satu aset aman (safe haven).

Pada sebuah kesempatan, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengakui lho bahwa emas kerap menjadi pilihan investor di kala ketidakpastian ekonomi global saat ini. Setidaknya ada tiga alasan emas baru dipilih manakala ekonomi sedang tidak menentu atau terdapat gejolak geopolitik. Pertama, nilai emas tetap terjaga meski terjadi inflasi atau deflasi.

Kedua, nilai emas tetap terjaga meski terjadi krisis ekonomi atau perang. Ketiga, permintaan akan emas tidak berkurang seiring dengan ketersediaan emas yang terbatas. Tak perlu heran, pamor emas umumnya melejit ketika sedang krisis.

2. Penawaran dan Permintaan Emas

Hukum penawaran dan permintaan juga berlaku pada emas. Lebih besar permintaan emas ketimbang penawarannya bikin logam mulia yang digemari ibu-ibu rumah tangga ini bakal naik.

Sebaliknya, harganya akan turun apabila penawaran lebih besar daripada permintaannya. Satu hal yang juga perlu dicatat bahwa ketersediaan emas di dunia ini cukup terbatas.

3. Kebijakan Moneter

Harga emas juga sangat tergantung dari kebijakan moneter yang diambil bank sentral Amerika Serikat (Federal System atau secara informal disebut The Fed). Kebijakan moneter yang dimaksud adalah kebijakan menaikkan atau menurunkan suku bunga.

Saat The Fed menurunkan suku bunga, emas berpotensi naik harganya. Alasannya, dolar menjadi tidak menarik sebagai pilihan investasi dan orang-orang cenderung menempatkan uangnya dalam bentuk emas batangan dan begitu juga sebaliknya.

4. Inflasi

Selajutnya ada inflasi. Inflasi adalah salah satu faktor utama yang membuat harga-harga barang semakin naik, hal ini juga berdampak pada harga emas. Semakin tinggi tingkat inflasi maka semakin mahal pula harga emas. ​

Penyebabnya masyarakat yang enggan menyimpan aset mereka dalam bentuk uang yang mudah kehilangan nilainya dan lebih memilih berinvestasi emas yang harganya cenderung stabil dan lebih aman ketika inflasi. Semakin diminati maka harga emas akan meningkat pula.

 5. Nilai Tukar Dolar Amerika Serikat

Harga emas dalam negeri mengacu pada harga emas internasional yang dikonversi dari dolar Amerika Serikat (AS) ke dalam mata uang rupiah. Makanya, harga emas sangat dipengaruhi oleh pergerakan rupiah terhadap dolar AS.

Maka, saat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah maka harga emas lokal menguat atau tinggi. Sebaliknya, bila nilai tukar rupiah menguat, maka harga emas lokal cenderung turun. Terkait faktor kelima atau nilai tukar dolar AS, biasanya juga terkait faktor pertama yakni faktor geopolitik maupun kebijakan bank sentral Amerika.

Investasi Emas di Bareksa Emas

Salah satu cara mudah investasi emas adalah dengan memanfaatkan fitur Bareksa Emas yang tersedia di Bareksa. Dengan demikian, kamu bisa melakukan investasi emas dari dan kapan saja karena transaksi dilakukan secara online.

Bareksa Emas menyambut mitra terbaru, yaitu Treasury sebagai alternatif pilihan investor untuk memiliki emas fisik yang bisa dibeli secara digital atau emas online

Emas Treasury menawarkan harga yang kompetitif, mudah dan aman. Treasury telah berlisensi sebagai pedagang emas digital dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan. 

Smart Investor Bareksa bisa mulai berinvestasi Emas Treasury mulai dari nominal Rp50.000. Harga Emas Treasury lebih kompetitif, dengan update harga dua kali sehari. Selain itu, transaksi emas Treasury bisa mencapai hingga 10 kilogram per hari. 

Agar Smart Investor makin semangat investasi emas logam muliaBareksa dan Treasury juga menawarkan Promo Launching Bareksa Emas - Treasury berhadiah Emas Treasury senilai Rp50.000 untuk 500 orang pemenang. 

Caranya mudah, investor hanya perlu membeli Emas Treasury senilai minimal Rp500.000 dengan kode promo NEWTREASURE. Simak syarat dan ketentuannya berikut ini :

Syarat dan Ketentuan Promo Launching Bareksa Emas - Treasury

1. Periode promo  21 September - 21 Oktober 2022
2. Berlaku khusus untuk pembelian Bareksa Emas TREASURY dengan metode pembayaran apa saja dengan memasukan kode promo NEWTREASURE
3. Program promo tidak berlaku untuk karyawan Bareksa
4. Investor dengan pembelian tercepat berhak memenangkan hadiah
5. Satu investor hanya berhak memenangkan satu jenis hadiah pada program promo dalam satu periode selama kuota tersedia
6. Bareksa akan mengumumkan pemenang pada tanggal 10 November 2022 melalui akun resmi media sosial Bareksa dan email
7. Hadiah tidak dapat diuangkan dan dipindah tangankan
8. Keputusan Bareksa menentukan pemenang bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
9. Seluruh pajak hadiah ditanggung Bareksa
10. Bareksa dapat membatalkan pemenang jika investor terbukti melakukan kecurangan, atau tidak dapat dihubungi

Yuk investasi emas di Bareksa Emas, dapatkan cuan berlipat!

(Martina Priyanti/hm)

Investasi Sekarang

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerja sama dengan Mitra Emas berizin.