Harga Emas Global Terdorong Kenaikan Suku Bunga Dolar, Saatnya Beli Logam Mulia?

Agar bisa meraih cuan atau keuntungan optimal emas, sebaiknya investasi untuk jangka panjang minimal 5 tahun
Hanum Kusuma Dewi • 28 Jul 2022
cover

Ilustrasi harga emas batangan atau logam mulia. (Shutterstock)

Bareksa.com - Harga emas di pasar dunia terus menguat setelah kebijakan bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuan dan diperkirakan memberikan pengaruh kepada harga emas dalam negeri. Emas tetap digemari menjadi salah satu instrumen investasi.

Melansir CNBC Indonesia, pada perdagangan Kamis (28/7/2022) pukul 06:05 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$1.736,29 per troy ons, menguat 0,14 persen. Penguatan tersebut memperpanjang tren positif emas yang sudah berlangsung selama dua hari.

Disebut-sebut kenaikan harga emas ditopang oleh keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan (Federal Funds Rate/FFR) sebesar 75 bps menjadi 2,25 persen hingga 2,5 persen pada Kamis dini hari waktu Indonesia.

Kenaikan tersebut sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar. Pernyataan Chairman The Fed Jerome Powell terkait dampak negatif kenaikan suku bunga terhadap ekonomi AS juga mendorong emas. Pernyataan Powell menjadi sinyal jika The Fed kemungkinan akan sedikit mengerem kebijakan agresif mereka.

"Jika pasar yakin kenaikan suku bunga acuan tidak akan secepat sebelumnya, maka ini akan mendorong pergerakan emas ke depan. Kita sudah melihat sendiri bagaimana emas menguat hari ini," kata analis dari High Ridge Futures David Meger, kepada Reuters.

CNBC Indonesia menyebutkan kenaikan suku bunga acuan The Fed menjadi faktor yang melemahkan harga emas sejak Mei tahun ini. Kenaikan suku bunga membuat dolar AS menguat dan yield surat utang pemerintah AS meningkat.

Kedua hal tersebut berdampak negatif ke harga emas karena dollar yang menguat membuat logam mulia ini makin mahal. Kenaikan yield semakin membuat emas tidak menarik karena sang logam mulia tidak menawarkan imbal hasil.

Nah, harga emas di dalam negeri sendiri selain dipengaruhi besaran permintaan, juga antara lain didorong harga emas di pasar dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. 

Bagi investor emas pemula ada baiknya juga mengetahui bahwa instrumen investasi ini memiliki dua macam harga yakni harga beli emas dan harga jual kembali (buyback) emas. Makanya, agar bisa melihat cuan atau keuntungan dari investasi emas sebaiknya untuk investasi jangka panjang, minimal 5 tahun.

Baca juga Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Tapi Kalau Investasi 5 Tahun Cuan Berapa?

Harga Emas Pegadaian Hari Ini

Adapun harga beli emas Pegadaian di fitur Bareksa Emas hari ini, Kamis (28/7/2022) bertahan di level Rp895.000 per gram, atau sama dibandingkan kemarin.

Sementara dibandingkan Kamis pekan lalu (21/7/2022) yang senilai Rp888.000 per gram, maka harga beli emas Pegadaian hari ini naik Rp7.000 per gram.


Sumber : Bareksa

Perlu dicatat, emas adalah instrumen investasi yang cocok untuk jangka panjang dan sarana lindung nilai dari inflasi. Investasi logam mulia ini juga ada selisih harga beli dan harga jual, sehingga investor sangat disarankan jika berniat menjual emashanya ketika harga jualnya sudah lebih tinggi dari harga ketika membeli emas

Ingin dapat cuan dari kilaunya emasYuk cuss segera investasi!

Baca juga Gajian Beli Emas di Bareksa, Raih Voucher Reksadana Rp50 Ribu

(Martina Priyanti/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerja sama dengan Mitra Emas berizin.