Diskon Besar! Harga Emas Anjlok US$50 Sehari, Siap Serok?

Harga emas tertekan akis jual (selloff) akibat melonjaknya imbal hasil obligasi acuan Pemerintah AS
Abdul Malik • 14 Jun 2022
cover

Ilustrasi kenaikan imbal hasil acuan Obligasi Pemerintah AS dan penguatan dolar AS akibat tingginya inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed mengakibatkan harga emas tertekan dan makin murah . (Shuttetrstock)

Bareksa.com - Harga emas benar-benar diskon besar. Harga logam kuning di pasar dunia bahkan anjlok hingga US$50 hanya dalam waktu sehari. Dilansir Kitco News (13/6/2022), harga emas tertekan aksi jual (selloff) akibat melonjaknya imbal hasil obligasi acuan Pemerintah Amerika Serikat dan penguatan dolar AS. Harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus 2022 ambrol 2,4 persen sehari di level US$1.830 per ounce. 

Emas mencoba bertahan di tengah sentimen negatif lonjakan inflasi AS dan potensi perlambatan ekonomi China akibat lonjakan kasus Covid-19 terakhir di Beijing dan Shanghai. 

“Kita sedang melihat pelemahan signifikan emas. Kondisi Covid-19 di China akan memperpanjang daftar masalah rantai pasokan global, sehingga akan berdampak pada potensi lonjakan inflasi,” ujar analis pasar senior OANDA, Edward Moya. 

Pergerakan Harga Emas 24 Jam Terakhir

Sumber : Kitco News

Selain itu, ada perubahan ekspektasi soal Bank Sentral AS The Fed akan lebih agresif menaikkan suku bunga acuannya. Meski begitu, langkah The Fed diprediksi tidak akan cukup untuk mengendalikan lonjakan inflasi. 

“Sekarang kenaikan bunga acuan The Fed tampaknya akan lebih besar dibandingkan prediksi sebelumnya. Bagi emas itu merupakan kabar buruk,” ungkap Moya. 

Ekspektasi sebelumnya, The Fed baru akan menaikkan suku bunga acuannya pada September atau Oktober. Namun semua prediksi itu sekarang berubah. “Ada perdebatan sengit soal seberapa agresif The Fed menaikkan suku bunganya, dan ini akan membuat pasar emas jadi bearish,” Moya menjelaskan. 

Kondisi itu, membuat emas berpotensi tertekan aksi jual. Level support emas US$1.800 per ounce diprediksi tidak akan mampu bertahan. Bahkan harga emas diprediksi bisa menuju US$1.750 per ounce. 

“Pasar mengantisipasi tekanan jual akan masih agresif terjadi. Harga emas rentan ke level US$1.750, sebelumnya akhirnya emas akan kembali atraktif untuk dikoleksi,” Moya menyatakan. 

Menurut pengamat dari TD Securities pergerakan harga emas di bawah UIS$1.810 per ounce diperkirakan akan mendorong tekanan aksi jual. 

Harga Beli Emas Pegadaian Hari Ini

Senada dengan harga emas global. Harga beli emas Pegadaian di fitur Bareksa Emas hari ini, Selasa (14/6/2022) juga anjlok Rp12.000 per gram jadi Rp909.000 per gram dari sebelumnya Rp921.000 per gram pada Senin. Level harga emas hari ini merupakan terendah hampir sebulan terakhir, setelah pada 16 Mei 2022 lalu harga emas di level Rp907.000 per gram. 

Sumber : Bareksa

Perlu dicatat, emas adalah instrumen investasi yang cocok untuk jangka panjang dan sarana lindung nilai dari inflasi. Investasi logam mulia ini juga ada selisih harga beli dan harga jual, sehingga investor sangat disarankan jika berniat menjualnya, hanya ketika harga jualnya sudah lebih tinggi dari harga ketika membeli emas. 

​Pengen dapat cuan dari kilaunya emas? Yuk cuss segera investasi!

Investasi Sekarang

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerja sama dengan Mitra Emas berizin.