Saat Harga Emas Jatuh, Investor Logam Mulia Harus Bagaimana?

Anda investor emas, baiknya selalu ingat bahwa tidak ada emas yang memiliki harga nol rupiah
Hanum Kusuma Dewi • 23 May 2022
cover

Ilustrasi investor yang membeli emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam. Harga emas batangan mencapai level tertinggi 1 bulan seiring kembali memanasnya konflik Ukraina - Rusia. (Shutterstock)

Bareksa.com - Emas dinilai menjadi sebagai salah satu instrumen investasi paling tua di dunia. Salah satu alasan investasi emas banyak disukai karena kebal terhadap inflasi. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan investor emas khususnya yang berupa logam mulia atau emas batangan saat harga emas jatuh atau mengalami penurunan?

Umumnya, harga emas di dalam negeri mengikuti tren harga emas di pasar internasional. Sementara itu, melansir laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harga emas yang bisa naik maupun turun, disebabkan oleh sejumlah faktor, yakni pertama ketidakpastian kondisi global. Kedua, penawaran dan permintaan emas.

Ketiga, kebijakan moneter khususnya Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve atau secara informal disebut The Fed). Kebijakan moneter yang dimaksud adalah kebijakan menaikkan atau menurunkan suku bunga.

Saat The Fed menurunkan suku bunga, harga emas berpotensi naik harganya. Alasannya, dolar menjadi tidak menarik sebagai pilihan investasi dan orang-orang cenderung menempatkan uangnya dalam bentuk emas. Begitu juga sebaliknya.

Keempat, inflasi. Disebut-sebut, semakin tinggi tingkat inflasi maka semakin mahal pula harga emas karena masyarakat yang enggan menyimpan aset mereka dalam bentuk uang yang mudah kehilangan nilainya dan lebih memilih berinvestasi emas yang harganya cenderung stabil serta lebih aman ketika inflasi.

Kelima, nilai tukar dolar Amerika Serikat. Harga emas dalam negeri mengacu pada harga emas internasional yang dikonversi dari dolar Amerika Serikat (AS) ke dalam mata uang rupiah. Makanya, harga emas sangat dipengaruhi oleh pergerakan rupiah terhadap dolar AS. 

Jika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah maka harga emas lokal menguat atau tinggi. Sebaliknya, bila nilai tukar rupiah menguat, maka harga emas lokal cenderung turun.

Baca juga Prediksi Harga Emas Seiring Kebijakan The Fed : Anjlok Jadi US$1.300 atau Melonjak ke US$4.000?

Langkah Saat Harga Emas Turun

Terkait faktor eksternal khususnya faktor ketiga seperti yang disebutkan OJK di atas, yakni naik turunnya harga emas salah satunya dipengaruhi kebijakan moneter khususnya Bank Sentral Amerika, saat ini nampak tengah terjadi siklus pengetatan kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat.

Dilansir Kitco News (9/5), menurut analisis yang diberikan oleh MKS PAMP, ada dua skenario untuk harga logam mulia seiring agresifnya kebijakan The Fed, yakni anjlok jadi US$1.300 per ounce, atau justru terbang menuju US$4.000 per ounce. Tapi itu semua tergantung pada seberapa cepat atau lambat The Fed melakukan pengetatan kebijakan moneternya.

Lalu, apa yang harus dilakukan saat harga emas jatuh? Seperti dilansir laman Sahabat Pegadaian, selain bisa naik tentunya harga emas bisa mengalami penurunan. Saat ekonomi stabil, harganya cenderung menurun. Makanya saat kondisi demikian, Anda harus melakukan tindakan antisipatif.

Laman Sahabat Pegadaian ada dua hal yang harus dilakukan yakni pertama, jangan menjual emas ketika harganya jatuh. Jika terpaksa menjuak, keuntungan atau selisih yang Anda dapatkan tidak banyak. Dampak yang paling parah yakni investasi emas Anda rugi.

Kedua, membeli emas secara bertahap. Ketika harganya turun, lakukan pembelian dalam jumlah kecil. Dengan langkah tersebut, Anda bisa mendapatkan keuntungan bervariatif saat menjualnya kembali. Catatan tambahan, harga emas jatuh bukan pertanda kerugian investasi karena kadar dan ukuran emas yang dimiliki tetap.

Sebagai investor emas, baiknya Anda selalu ingat bahwa tidak ada emas yang memiliki harga nol rupiah.

Baca juga Gajian Beli Emas di Bareksa, Bisa Raih Laptop hingga Reksadana

Bareksa Emas

Jika tidak ingin repot membeli emas di toko, smart investor bisa memanfaatkan fitur jual beli emas online yang kini sudah tersedia di BareksaEmasyang bisa diakses melalui super app Bareksa yang tersedia untuk ponsel (handset) berbasis iOS dan Android.

Di BareksaEmas, Bareksa telah bermitra dengan pedagang emas online yang menyediakan fasilitas titipan atau gadai, yaitu Pegadaian dan Indogold. Mitra pengelola emas ini sudah mendapat izin OJK sebagai salah satu usaha pergadaian (untuk penitipan emas).

Selain itu, emas yang diperjualbelikan Bareksa melalui fitur Bareksa Emas adalah logam mulia dengan kadar 99,99 persen yang diproduksi oleh ANTAM dan UBS. Emas batangan produksi ANTAM dan UBS sudah sering dijadikan alat investasi sehingga tidak perlu diragukan lagi keasliannya.

(Martina Priyanti/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerjasama dengan Mitra Emas berizin dari OJK.