Lima Keuntungan Investasi Emas Bagi Investor Pemula

Emas mudah dicairkan menjadi uang bahkan dengan waktu relatif cepat
Abdul Malik • 15 Oct 2021
cover

Ilustrasi investor sedang memegang emas batangan atau logam mulia hasil investasinya. (Shutterstock)

Bareksa.com - Muda bahagia tua bahagia, tentu jadi dambaan semua orang. Hal itu  termasuk dari sisi kecukupan finansial yang bisa didapatkan salah satunya melalui investasi. Karena itu, investasi yang baik adalah yang dilakukan sedini mungkin. 

Salah satu instrumen investasi yang bisa dipilih adalah emas batangan atau logam mulia. Emas menjadi salah satu instrumen investasi paling digemari.

Emas juga dapat dipilih oleh investasi oleh investor muda, maupun investor pemula.

Melansir laman resmi Sahabat Pegadaian, berikut lima keuntungan investasi emas untuk anak muda :

1. Emas Sumber Keuangan Darurat

Masalah finansial bisa terjadi kapan pun. Ketika hal itu datang, Anda pasti memerlukan dana tambahan. Terlebih jika kebutuhannya sangat mendesak, tentu harus mendapatkannya dengan cepat.

Semua itu tidak perlu diresahkan jika Anda berinvestasi emas. Alasannya, emas mudah dicairkan menjadi uang bahkan dengan waktu relatif cepat. Prosesnya dapat dilakukan di toko emas maupun Pegadaian.

2. Risikonya Kecil

Sering kali suatu negara dilanda inflasi. Harga barang menjadi mahal dan nilai mata uang rupiah menurun. Namun, hal ini tidak berlaku untuk emas. Harga emas relatif stabil meskipun terjadi krisis ekonomi bahkan, nilai tukarnya cenderung naik setiap tahun. Kebijakan pemerintah pun disebut-sebut tidak bisa memengaruhi harga emas sehingga risiko kerugiannya sangat kecil.

3. Nilai Emas Kuat

Emas dapat diubah menjadi perhiasan seperti gelang, kalung, cincin, dan anting. Namun, kadar emasnya tetap sama. Artinya, ketika dijual, harga yang didapatkan senilai dengan bentuk sebelumnya. Harga emas bisa bertambah jika perubahan bentuknya disertai penambahan unsur lain. Sebagai contoh, Anda membuat perhiasan kalung emas yang dikombinasikan dengan mutiara.

4. Modal Investasi Fleksibel

Untuk mulai berinvestasi emas, tak perlu menunggu berpenghasilan puluhan juta untuk berinvestasi emas. Di samping itu, pembelian emas bisa dilakukan secara bertahap atau mencicilnya.

5. Pajaknya Ringan

Sebelum tahun 2015, emas batangan atau koin tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Alasannya, benda ini dianggap sebagai bahan baku perhiasan. Tapi, sejak dikeluarkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 107/PMK.010/2015, transaksi emas batangan dikenai Pajak Penghasilan (PPh). Kala itu pun hingga kini, nilai pajaknya lebih ringan daripada jenis investasi lainnya.

Menurut PMK 107/PMK.010/2015, PPh untuk emas batangan sekitar 0,45 persen. Jumlah ini mutlak diberlakukan pada kegiatan jual beli dengan masyarakat umum. Pajak emas tidak berlaku jika kegiatan impor atau pembeliannya untuk tujuan ekspor.

Lebih lanjut soal pajak emas, menurut laman Logam Mulia, pajak penghasilan (PPh) yakni PPh 22 atas emas batanganSesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 0,9 persen untuk non NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Tertarik investasi emas? Apapun produk investasi pilihan kamu, pastikan sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko kamu ya.

(Martina Priyanti/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.