Berita Hari Ini: Harga Emas Global Tembus US$2000 ; Lelang Sukuk Negara Rp11 T

Kookmin Bank pengendali Bukopin; Program Pemulihan Ekonomi berlanjut; Bio Farma siap produksi 250 juta vaksin Covid-19
Bareksa • 05 Aug 2020
cover

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/7/2020). Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengatur pembentukan tim penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bareksa.com - Berikut sejumlah berita dan informasi terkait ekonomi, investasi yang dirangkum dari berbagai media dan keterbukaan informasi Rabu, 5 Agustus 2020.

Kookmin Pengendali Bukopin

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan persetujuan masuknya KB Kookmin Bank sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) di Bank Bukopin yang   merupakan hasil dari Penawaran Umum Terbatas V dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Persetujuan OJK tersebut dikeluarkan melalui Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan tanggal 30 Juli 2020. Selain itu, induk usaha KB yaitu KB Financial  Group (KBFG) yang merupakan group finansial  terbesar  di  Korea Selatan, juga disetujui menjadi Ultimate Shareholder Bank Bukopin.

Dengan keputusan OJK ini, maka Bank Bukopin saat ini memiliki 2 PSP yaitu KB Kookmin  Bank dengan jumlah saham 33,90 persen dan Bosowa Corporindo sebesar 23,40 persen. Saham lainnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia 6,37 persen, dan pemegang saham publik dengan kepemilikan di bawah 5 persen, mencapai 36,33 persen.

"Masuknya Kookmin Bank sebagai Pemegang Saham Pengendali diharapkan menjadi dukungan positif bagi perkembangan Bank Bukopin serta industri perbankan nasional sehingga bisa meningkatkan kontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi," tulis Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam siaran pers 4 Agustus 2020.

OJK  juga  menyambut  baik rencana Bank Bukopin untuk menggelar RUPS LB pada 25  Agustus mendatang guna mengambil  berbagai  keputusan  dalam  pengembangan kelembagaan dan bisnis Bukopin ke depan.

Program Pemulihan Ekonomi

Pandemi virus Corona (COVID-19) belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Pemerintah pun memutuskan program pemulihan ekonomi akan berlanjut hingga 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dampak pandemi Corona diprediksi masih akan dirasakan hingga tahun depan. "Di tahun 2021 kebijakan pemerintah juga masih dalam skenario pemulihan ekonomi," kata Airlangga dalam keterangan resmi yang dikutip detikcom, Selasa (4/8/2020).

Airlangga menyebut bantuan sosial (bansos) akan didorong hingga 2021 dan secara bertahap akan mulai dikurangi pada 2022. Sedangkan usaha dan industri padat karya akan terus didorong hingga 2022.

Untuk kebijakan kesehatan, Airlangga bilang, pemerintah akan terus mendorong dengan prioritas tinggi hingga 2021. "Kami harap di tahun 2022 dan 2023 vaksin telah ditemukan, sehingga mereka akan berada pada posisi normal," imbuhnya.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan restrukturisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Penempatan dana dan penjaminan juga terus dilakukan agar sektor riil dapat bergerak.

Harga Emas Global

Harga emas global pada hari Selasa (4/8/2020) akhirnya menembus US$ 2.000/troy ons. Ini merupakan rekor baru di tengah penguatan yang terus terjadi akibat ketidakpastian ekonomi yang terjadi.

Harga emas meningkat 30 persen sepanjang tahun berjalan karena wabah corona (Covid-19). Pandemi ini melemahkan perekonomian dan mengaburkan prospek keuangan global.

Investor juga terbebani kekhawatiran akan diloloskannya stimulus lain untuk menunjang ekonomi AS. Sejauh ini Kongres AS belum mengetok kata sepakat meski negosiasi dilakukan berhari-hari.

"Harga emas dipandang sebagai peluang pembelian," kata Commerzbank dalam sebuah analisis.

Hal ini dianggap tidak mengherankan mengingat tingginya jumlah kasus Covid-19 yang sedang berlangsung, kebuntuan yang berkelanjutan di Kongres AS atas paket bantuan ekonomi tambahan, tingkat suku bunga riil negatif yang semakin meluas, dan pasar saham yang bernilai tinggi.

Vaksin Bio Farma

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir memastikan PT Bio Farma (Persero) bisa memproduksi vaksin Covid-19 dengan kapasitas 250 juta dosis per tahun secara bertahap.

"Hari ini saya memastikan Bio Farma saat ini sudah siap memproduksi 100 juta dosis vaksin Covid-19 per tahun dan di akhir tahun siap memproduksi 250 juta dosis per tahun," kata Erick dalam siaran persnya, Selasa (4/8/2020).

Kepastian ini diberikan setelah Erick melakukan peninjauan laboratorium dan fasilitas produksi vaksin Bio Farma di Bandung, Jawa Barat. Kunjungan ini sekaligus untuk memastikan kesiapan uji klinis fase 3 calon vaksin Covid-19 hasil kolaborasi bersama Sinovac, perusahaan bioteknologi asal China.

Dia mengatakan salah satu fokus yang dilakukan komite yang dipimpinnya saat ini adalah melipatgandakan ketersediaan vaksin dan terapi pengobatan yang merupakan kebutuhan paling krusial untuk penanggulangan pandemi.

Untuk itu, dia mempercayakan upaya tersebut kepada Bio Farma yang sudah menjadi produsen vaksin sejak 1890 dan menguasai pangsa pasar vaksin polio hingga 75 persen di seluruh dunia. Bio Farma juga telah memasarkan 15 jenis vaksin yang diproduksinya di 150 negara di dunia.

Lelang Sukuk

Pemerintah telah menyelenggarakan lelang surat berharga syariah negara atau sukuk negara pada Selasa (4/8/2020), dengan total penawaran masuk Rp39,76 triliun, atau 3,6 kali total yang dimenangkan (oversubscribed).

Direktorat Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan hasil lelang surat berharga syariah negara (SBSN) seri surat perbendaharaan negara-syariah (SPN-S) dan project based sukuk (PBS) yang berlangsung Selasa (4/8/2020).

Pemerintah melaporkan seri PBS027 dengan tingkat imbalan 6,50 persen dan jatuh tempo 15 Mei 2023 menjadi incaran utama dalam lelang. Penawaran masuk untuk seri itu mencapai Rp12,62 triliun.

Seri selanjutnya yang menjadi incaran yakni PBS028 dengan tingkat imbalan 7,750 persen dan jatuh tempo 15 Oktober 2046. Penawaran yang masuk untuk seri itu senilai Rp9,67 triliun.

PBS0028 menjadi seri yang paling banyak dimenangkan pemerintah dengan total senilai Rp5,0 triliun. Jumlah itu terdiri atas nominal kompetitif yang dimenangkan Rp3,50 triliun dan nominal nonkompetitif yang dimenangkan Rp1,50 triliun.

Secara keseluruhan, total penawaran yang masuk dalam lelang senilai Rp39,76 triliun. Total nominal yang dimenangkan pemerintah dari keenam seri yang ditawarkan senilai Rp11 triliun.

Adapun, total nominal yang dimenangkan oleh pemerintah melebihi target indikatif Rp8 triliun. Dalam lelang sukuk negara sebelumnya, pemerintah juga menyerap Rp11 triliun.

***