Berita Hari Ini: Prediksi Suku Bunga Acuan BI; Penjualan Mobil Bangkit

Ekonomi diramal minus; Fitch beri peringkat samurai bond; Batavia bantah kelola RDPT Jiwasraya; Harga minyak naik
Bareksa • 16 Jul 2020
cover

Logo Bank Indonesia di pagar gedung Bank Indonesia, Jakarta (shutterstock)

Bareksa.com - Berikut sejumlah berita dan informasi terkait ekonomi, bisnis dan investasi yang dirangkum dari media dan keterbukaan informasi Kamis, 16 Juli 2020.

Prediksi Suku Bunga Acuan

Bank Indonesia (BI) diperkirakan kembali menurunkan suku bunga acuan dalam rapat bulan ini. Sebab, kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rasanya lebih tinggi ketimbang menjaga stabilitas.

BI menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Juli 2020 pada 15-16 Juli. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia menghasilkan media BI 7 Day Reverse Repo Rate di angka 4 persen. Artinya, turun 25 basis poin (bps) dari posisi saat ini di 4,25 persen.

Sejumlah data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa perlu dorongan lebih lanjut, termasuk oleh bank sentral. Pada kuartal II-2020, penyaluran kredit baru yang dicerminkan oleh Saldo Bersih Tertimbang (SBT) anjlok -33,9 persen. Kredit konsumsi ambles -68,6% dan kredit modal kerja rontok -19,5 persen.

"PMI (Purchasing Managers' Index) manufaktur Indonesia berada di zona kontraksi selama empat bulan berturut-turut walau sejumlah aktivitas masyarakat sudah dibuka kembali. Berdasarkan pengamatan lapangan saat mal dibuka kembali, kelas menengah (yang menyumbang lebih dari 50 persen perekonomian Indonesia, masih sangat defensif. Perkembangan ini membuat kami memperkirakan kontraksi ekonomi pada kuartal II-2020 bisa mencapai 2,87 persen," jelas Anthony Kevin, Ekonom Mirae Asset, dikutip CNBC Indonesia.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah kembali memangkas proyeksi perekonomian pada kuartal II 2020 akibat dampak pandemi virus corona. Presiden Joko Widodo menyebut ekonomi domestik dapat terkontraksi hingga minus 4,3 persen, lebih buruk dari proyeksi sebelumnya yang minus 3,8 persen.

"Ini dari hitungan pagi tadi yang saya terima, kuartal kedua mungkin kita bisa minus ke 4,3 persen," ujar Jokowi saat memberi pengarahan kepada para gubernur se-Indonesia Rabu (15/7) sebagaimana dikutip dari laman Setkab.go.id.

Menurut Jokowi, prediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua 2020 ini sudah sangat rendah. Jika dibandingkan dari kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun 7,27 persen.

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama masih tercatat sebesar 2,97 persen, meski jauh di bawah proyeksi awal pemerintah sebesar 4,2 persen.   

Jokowi lantas mengatakan tak dapat membayangkan seanjlok apa perekonomian Indonesia jika pemerintah melakukan karantina atau lockdown. "Kalau kita dulu lockdown gitu mungkin bisa minus 17 persen," kata Jokowi.

Oleh karena itu, ia meminta para gubernur betul-betul mengatur kebijakan dari sisi kesehatan dan ekonomi secara seimbang. Para gubernur tak bisa hanya berupaya mendongkrak ekonomi, tetapi membiarkan laju penularan virus corona meningkat, demikian pula sebaliknya.

Sanggahan Batavia Prosperindo

PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) merespons terkait adanya pemberitaan mengenai keterlibatan 4 perusahaan manajer investasi (MI) terkait produk Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) yang diterbitkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Informasi pengelolaan RDPT ini terungkap dalam persidangan kasus Jiwasraya, Rabu kemarin (15/7/2020).

Dalam keterangannya, Presiden Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Lilis Setiadi menyampaikan klarifikasinya kepada seluruh pemangku kepentingan BPAM.

"Hingga saat ini BPAM tidak pernah menerbitkan dan atau mengelola reksa dana penyertaan terbatas di mana PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menjadi investor atau pemegang unit penyertaan," kata Lilis, dalam keterangan pers, Rabu (16/7/2020).

Sebelumnya, dalam sidang lanjutan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jiwasraya, Kepala Bagian Pengembangan Dana Divisi Investasi Jiwasraya periode 2011-2017 Lusiana mengungkap adanya 4 perusahaan manajer investasi yang ditunjuk terkait penerbitan produk RDPT pada tahun 2008.

Dia menyebut, ada aliran uang dari perseroan sebesar Rp 400 miliar terkait dengan penerbitan produk RDPT kepada 4 perusahaan manajer investasi yang diinstruksikan langsung oleh mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan.

"Pada awal 2008, Pak Hendrisman dan tim memilih 4 manajer investasi untuk mengelola dana, dari hasil beauty contest ada PT AAA Asset Management, PT Danareksa Investment Management, PT Trimegah Asset Management, dan PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen. Masing masing dapat kuota Rp 100 miliar," kata Lusiana dalam kesaksiannya di sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dikutip CNBC Indonesia Rabu (15/7/2020).

Peringkat Samurai Bond

Fitch Ratings menetapkan peringkat akhir BBB untuk surat utang negara dalam denominasi yen Jepang atau samurai bond senilai 100 miliar yen yang diterbitkan Indonesia awal Juli 2020.

Dalam paparan yang dikutip Kamis (16/7/2020), Fitch Ratings mengumumkan penetapan peringkat kredit akhir BBB untuk samurai bond Indonesia menggantikan ekspektasi BBB(EXP). Peringkat ini merupakan level yang layak investasi (investment grade).

“Peringkat akhir sejalan dengan peringkat default emiten mata uang asing jangka panjang Indonesia [IDR] dari 'BBB' dengan outlook stabil,” tulis Tim Fitch Ratings.

Fitch menyebut ada beberapa faktor yang dapat mengerek peringkat kredit. Salah satunya penurunan kerentanan eksternal melalui peningkatan cadangan devisa serta berkurangnya ketergantungan terhadap volatilitas harga komoditas.

Faktor lain yang dapat mengerek peringkat kredit yakni peningkatan rasio pendapatan pemerintah. Selanjutnya, terjadi perbaikan berkelanjutan dari indikator struktural.

Sebaliknya, faktor yang dapat mengarah kepada tindakan peringkat negatif atau downgrade yakni penurunan cadangan devisa berkelanjutan, peningkatan cepat dalam keseluruhan beban utang, serta melemahnya kerangka kebijakan yang dapat merusak stabilitas ekonomi makro.

Harga Minyak

Harga minyak melonjak ke level tertinggi 4 bulan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengindikasikan tidak ingin menambah lebih banyak sanksi terhadap China.

Dikutip dari Bloomberg, langkah tersebut meredam ketegangan AS-China, sebagai dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Pada penutupan perdagangan Rabu (15/7/2020), harga minyak WTI kontrak Agustus 2020 naik 91 sen menjadi US$41,20 per barel, sedangkan minyak Brent kontrak September meningkat 89 sen menuju US$43,79 per barel.

Sementara itu, kemarin koalisi OPEC+ yang beranggotakan 23 negara, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia, akan mengurangi pemangkasan produksi menjadi 7,7 juta barel per hari (bph) pada Agustus dari 9,6 juta bph saat ini. Hal itu disampaikan Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman dan rekannya Menteri Energi Rusia Alexander Novak.

Namun, anggota koalisi yang tidak memenuhi komitmen mereka untuk memangkas produksi pada Mei dan Juni - seperti Irak dan Nigeria - akan menebusnya dengan pengurangan tambahan pada Agustus dan September.

Penjualan Mobil

Penjualan mobil PT Astra International Tbk. mulai bangkit pada Juni 2020 dengan mencatatkan pertumbuhan signifikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Berdasarkan laporan per Juni 2020 yang dikutip Kamis (16/7/2020), penjualan mobil di bawah Grup Astra mencapai 4.856 unit pada Juni 2020. Realisasi itu naik tajam 340,65 persen dibandingkan dengan 1.102 unit pada bulan sebelumnya.

Total pasar kendaraan roda empat domestik hanya mencapai 12.623 unit pada Juni 2020. Jumlah penjualan secara wholesale ini naik sekitar tiga kali lipat dari penjualan Mei 2020 sebanyak 3.551 unit.

Secara kumulatif, penjualan Grup Astra sebanyak 139.505 unit pada semester I/2020. Sementara itu, penjualan pasar domestik pada periode yang sama sebesar 260.933 unit.

Realisasi penjualan mobil di bawah Grup Astra amblas sejak April 2020. Pada kuartal I/2020, realisasi sebenarnya berada di atas 40.000 unit tiap bulannya. Kondisi serupa juga terjadi untuk total pasar kendaraan domestik.

Total pasar kendaraan roda empat domestik anjlok dari rentang 76.000 unit—80.000 unit sepanjang Januari 2020—Maret 2020 menjadi 7.868 unit per April 2020. Titik terdalam untuk pasar domestik sepanjang semester I/2020 terjadi pada Mei 2020 dengan realisasi 3.551 unit.