Berita Hari Ini: Pajak UMKM Turun Jadi 0,5 Persen, Steadfast IPO Rp120 Per Saham

WTON akan rampungkan pabrik pracetak Makassar, MBAP tambah saham di Duta Bara, BMTR akan private placement
Bareksa • 22 May 2018
cover

Pengunjung melihat produk busana di salah satu stan pameran saat pembukaan Koperasi dan UMKM Expo 2017 di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 26 Juli 2017. (ANTARA FOTO/Moch Asim)

Bareksa.com - Berikut ini adalah intisari perkembangan penting di isu ekonomi, pasar modal dan aksi korporasi, yang disarikan dari media dan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa, 22 Mei 2018 :

Pajak UMKM

Revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan (PPh) dari Usaha Yang Diterima Atau Diperolah Wajib Pajak Tertentu Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu sudah rampung. Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan, dalam revisi tersebut, tarif PPh final untuk usaha kecil menengah (UKM) akan turun menjadi 0,5 persen dari saat ini 1 persen.

Mengutip Kontan, revisi aturan ini tinggal menunggu penomoran sebelum dipublikasikan. Ani, panggilan akrab menkeu menegaskan tidak ada pembahasan lagi untuk revisi PP 46/2013.

"Harmonisasi sudah diselesaikan. Kayaknya tidak ada masalah. Naskahnya tidak berubah," tandas Ani di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan (Kemkeu).

PT Steadfast Marine Tbk

Perusahaan produsen kapal ini berencana go public. Steadfast akan menawarkan 350 juta saham. Dengan harga penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) Rp 110 – 120 per saham, Steadfast akan meraup dana maksimal Rp42 miliar.

"Mayoritas dana hasil IPO akan kami pakai untuk modal kerja pembuatan kapal yang diproduksi dari dalam negeri," ujar Komisaris Utama Steadfast Marine Eddy Kurniawan Logam seperti dikutip Kontan.

Menurut dia, salah satu produk yang di masa mendatang banyak dibutuhkan adalah kapal angkutan liquefied natural gas (LNG). Hal ini mengingat Indonesia masih memiliki persediaan LNG yang cukup berlimpah. "Maka dibutuhkan kapal LNG,” kata dia.

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON)

Anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ini akan mengoperasikan pabrik beton pracetak di Makassar yang kapasitasnya ditingkatkan menjadi 300.000 ton bulan depan.

Mengutip Bisnis Indonesia, Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) Yuherni Sisdwi mengatakan bahwa saat ini pengembangan jalur produksi baru pabrik produk beton (PPB) di Sulawesi Selatan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan proyek perseroan di wilayah Indonesia bagian timur tersebut sudah hampir mencapai 100 persen.

Pada awal bulan depan, dia memperkirakan permulaan produksi beton sudah dapat dilakukan dari pabrik yang sebelumnya memproduksi beton pracetak sebesar 210.000 ton tersebut.

PT Mitrabada Adiperdana Tbk (MBAP)

Tren kenaikan harga batu bara benar-benar menyihir perusahaan pertambangan. Pasca mengempit 13,33 persen saham atas PT Duta Bara Utama per Desember tahun lalu, emiten dengan kode saham MBAP ini berencana melanjutkan akuisisi hingga porsi kepemilikan saham naik menjadi 26 persen. Rencana peningkatan kepemilikan saham itu bukan baru saja.

Mengutip Kontan, pada 5 Desember 2017 silam, Mitrabara bahkan telah meneken Perjanjian Penempatan Saham dan Jual Beli Saham Bersyarat (CSSPA) untuk mengakuisisi 26 persen saham Duta Bara.

Informasi dalam laporan keuangan 31 Maret 2018 menyebutkan, total nilai transaksinya sekitar US$13,91 juta. Akuisisi saham akan berlangsung dalam tiga tahap. Untuk tahap I atau hingga 31 Desember 2017, Mitrabara sudah membayar US$7,49 juta untuk 13,33 persen saham Duta Bara.

PT Global Mediacom Tbk (BMTR)

Entitas usaha milik Grup MNC ini berencana melakukan penambahan modal tanpa HMETD. Perseroan akan mengeluarkan sebanyak- banyaknya 1,13 miliar saham atau sebanyak-banyaknya 8 persen dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan per 31 Desember 2017.

Saham-saham itu akan dialokasikan untuk program kepemilikan saham perseroan oleh karyawan, direksi dan dewan komisaris perseroan (EMSOP).

Untuk mendapatkan persetujuan dari pemegang saham berkaitan dengan rencana penambahan modal tanpa HMETD sebagaimana disyaratkan dalam POJK No. 38 Tahun 2014, perseroan akan melaksanakan rapat umum pemegang saham luar biasa pada Rabu, 27 Juni 2018. (AM)