Berita Hari Ini : Per Maret Penjualan Mi Instan Indofood Tembus Rp6,55 Triliun

Laba SMRA turun 41,7 persen menjadi Rp41,83 miliar
Bareksa • 07 May 2018
cover

Produk mie instan Indomie milik PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) di salah satu supermarket - (Company)

Bareksa.com - Berikut ini adalah intisari perkembangan penting di isu ekonomi, pasar modal dan aksi korporasi, yang disarikan dari media dan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin 7 Mei 2018 :

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

Emiten barang-barang konsumsi Grup Salim, ICBP berhasil membukukan penjualan mi instan senilai Rp6,55 triliun per Maret 2018.

Indomie adalah produk terkenal dari Indofood CBP. Selain mi instan merek Indomie, Indofood CBP juga memiliki produk Sarimi, Supermi, Pop Mie, Sakura, Pop Bihun dan Mi Telur Cap 3 Ayam.

Kontribusi penjualan mi instan tersebut mencapai 66,29 persen dari total penjualan perseroan per Maret 2018 senilai Rp9,88 triliun.

PT Summarecon Aguung Tbk (SMRA)

SMRA, hanya mampu mengantongi laba bersih atau laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke entitas induk untuk periode tiga bulan pertama tahun ini sebesar Rp41,83 miliar, turun 41,7  persen dari Rp71,86 miliar pada kuartal I 2017.

Penurunan laba bersih ini sejelan dengan melambatnya pendapatan SMRA sebesar 2,5 persen menjadi Rp1,19 triliun dari Rp1,22 triliun pada kuartal I 2017. Pendapatan menurun tetapi beban pokok penjualan langsung tetap sebesar Rp660 miliar.

Penurunan net profit tersebut juga diperparah dengan membengkaknya beban keuangan 8,1 persen menjadi Rp164,8 miliar dan menurunnya pendapatan keuangan dari Rp23,3 miliar menjadi Rp14,7 miliar.

PT Metropolitand Land Tbk (MTLA)

MLTA berhasil mencetak kinerja positif sepanjang kuartal I 2018. Laba bersih pengembang Metland Cyber City ini tumbuh 35,6 persen dibandingkan kuartal pertama tahun sebelumnya.

Mengutip laporan keuangan MTLA, perusahaan tercatat mengantongi laba bersih atau laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke entitas induk untuk periode tiga bulan pertama tahun ini Rp88,6 miliar, meningkat 35,6 persen dari Rp65,3 miliar pada kuartal I 2017.

Pertumbuhan net profit itu sejalan dengan peningkatan penjualan dan pendapatan usahan MTLA 37,3 persen menjadi Rp318,7 miliar dari Rp232,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan MTLA kuartal I berasal dari penjualan properti Rp198,14 miliar, meningkat 70,4 persen meningkat dari Rp116,27 miliar pada kuartal I 2017. Ini di antaranya didapat dari penjualan tanah dan bangunan Rp109,2 miliar, penjualan kavling tanah Rp86,7 miliar, dan penjualan ruko Rp2,08 miliar.

PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)

Emiten peritel, ACES. bakal membuka sekitar 4 gerai baru pada kuartal II 2018.

Sekretaris Perusahaan Ace Hardware Indonesia Helen Tanzil mengatakan perseroan telah membuka dua gerai baru pada April 2018. Sementara itu, pada kuartal I 2018, emiten bersandi saham ACES telah membuka tiga gerai baru.

PT Adhi Karya Tbk (ADHI)

ADHI akan memisahkan unit usaha atau spin off Departemen Transit Oriented Development dan Hotel perusahaan menjadi anak usaha baru PT Adhi Commuter Property (ACP).

Direktur SDM, Sistem dan Investasi ADHI Agus Karianto mengatakan perusahaan melakukan spin off departemen transit oriented development (TOD) dan hotel setelah mendapatkan restu dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Kedua emiten berkode ADHI.

Dalam aksi spin-off ini, perusahaan akan menggunakan angka buku pada Desember 2017 senilai Rp1,9 triliun.

Nilai Rp1,9 triliun tersebut bukan dalam bentuk modal kerja, melainkan dalam bentuk tanah persediaan bukan aset. Tanah-tanah tersebut sudah dibeli untuk persediaan pengembangan TOD. (AM)