Data Surplus Dagang September Beri Sinyal Positif Ekonomi Kuartal III

Neraca Dagang Indonesia catatkan surplus US$1,76 miliar per September, tertinggi di sepanjang tahun 2017
Bareksa • 19 Oct 2017
cover

A money changer employee prepares Indonesian rupiah for customers in Jakarta, September 29, 2015. Indonesian government officials on Tuesday announced a series of new economic stimulus measures, the second such package in three weeks, to help prop up the battered rupiah and revive growth in Southeast Asia's largest economy. REUTERS/Nyimas Laula

Bareksa.com – Indonesia kembali mencatat nilai surplus perdagangan yang lebih baik pada September 2017. Data ini menjadi salah satu sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tidak banyak berubah dalam dua kuartal terakhir.

Menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan September 2017 sebesar US$1,76 miliar. Angka surplus bulanan ini merupakan yang tertinggi di sepanjang tahun 2017, setelah pada bulan Agustus 2017 Indonesia mencatatkan surplus US$1,72 miliar.

Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month to month) terlihat ada pertumbuhan surplus sebesar 2,3 persen. Hal ini seiring dengan lebih kencangnya pertumbuhan ekspor dibandingkan impor selama periode tersebut.

Secara rinci, nilai ekspor Indonesia September 2017 mencapai US$14,54 miliar, meningkat 13,7 persen dibandingkan nilai ekspor pada September 2016.

Grafik : Pertumbuhan Neraca Dagang Indonesia Sepanjang 2017 (US$ Miliar)

Sumber : BPS, diolah Bareksa

Menurut analisis Bareksa, semakin tingginya surplus neraca dagang Indonesia memberikan sinyal atau indikasi akan adanya pertumbuhan perekonomian Indonesia yang lebih baik khususnya di kuartal III. Pasalnya, berdasarkan data historis, dalam kuartal I dan II di tahun ini, pertumbuhan perekonomian Indonesia cenderung flat sebesar 5,01 persen.

Mengacu pada rumus dasar perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB) dengan metode pengeluaran, semakin besar selisih antara nilai ekspor dan impor maka akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan PDB Indonesia secara persentase. Meski begitu perlu ditekankan, surplus neraca dagang tidak serta merta langsung berdampak terhadap pertumbuhan PDB Indonesia jika tidak didukung oleh variabel lainnya seperti Konsumsi, Investasi, serta Pengeluaran pemerintah.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dapat mencapai 5,2 persen. Hal itu karena ditopang oleh program prioritas yang telah mulai jalan dengan baik, antara lain infrastruktur jalan, trans Papua, bandara dan tol laut. (Baca Juga : Luhut Yakin Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Tembus 5,2 Persen) (hm)