BeritaArrow iconBerita Ekonomi TerkiniArrow iconArtikel

Anak Usaha MYRX Milik Benny Tjokro Akan IPO Tahun 2017

Bareksa23 Desember 2016
Tags:
Anak Usaha MYRX Milik Benny Tjokro Akan IPO Tahun 2017
Pengunjung berfoto di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.

MYRX akan meminta restu pemegang saham di awal Januari 2017

Bareksa.com – PT Hanson International Tbk (MYRX), grup bisnis milik taipan Benny Tjokrosaputro ini akan meminta restu pemegang saham untuk melakukan penawaran umum anak usaha PT Mandiri Mega Jaya. Tak hanya itu MYRX juga akan menerbitkan obligasi.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Bursa Efek Indonesia, MYRX akan melakukan RUPSLB pada 13 Januari 2017.

Sekedar Informasi, Mandiri Mega Jaya merupakan anak usaha MYRX yang bergerak di bidang properti dengan kepemilikan 99,99 persen dan total asset Rp 6,3 triliun. Mandiri Mega Jaya merupakan developer yang khusus menangani pengembangan Citra Maja Raya bekerjasama dengan grup Ciputra. Perusahaan ini berhasil membukukan pra penjualan (marketing sales) Rp1,5 triliun sepanjang tahun 2015.

Promo Terbaru di Bareksa

Mandiri Mega Jaya juga mulai membangun area properti baru dengan nama Serpong Kencana yang telah berhasil membukukan marketing sales Rp130 miliar sepanjang tahun 2015.

***

MYRX sebelumnya hanya bergerak di bidang tekstil yang kemudian melakukan manuver di bisnis pertambangan. Sayangnya setelah pemerintah memperketat aturan ekspor tambang, bisnis tambang MYRX mulai terseok-seok. (Baca juga: EKSKLUSIF: Lonjakan Volume Saham MYRX, Benny Tjokro & Lahan Properti 4000 Ha)

Akhirnya Benny Tjokro memutuskan mengalihkan bisnis properti yang sebelumnya milik keluarga ke tubuh MYRX. Lahan seluas 4.000 Ha pun dimasukan ke MYRX. Hal ini yang membuat kinerja keuangan MYRX melonjak. Sepanjang Januari-Juni 2016, laba MYRX melonjak 48 kali lipat menjadi Rp318 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Bisnis properti ini dikelola oleh anak usaha yakni Mandiri Mega Jaya. Tetapi secara operasi memang perusahaan properti ini masih membutuhkan banyak dana untuk pengembangan usaha di Maja. Meskipun membukukan laba, tetapi arus kas operasi MYRX sepanjang Januari-Juni 2016 masih negatif Rp188,3 miliar. Pembayaran utang bank yang dilakukan dalam periode itu juga mencapai Rp536 miliar sehingga membuat arus kas pendanaan juga negatif. Mayoritas utang tersebut masih dijamin secara pribadi oleh Benny Tjokro.

Oleh karena itu langkah IPO anak usaha dan penerbitan obligasi dinilai analis Bareksa sebagai upaya menyehatkan arus kas MYRX. (np)

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.211

Up0,23%
Up4,90%
Up0,38%
Up9,43%
Up19,29%
Up10,15%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.190,65

Up0,45%
Up4,05%
Up0,49%
Up8,83%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.162,84

Up0,62%
Up4,42%
Up0,66%
Up8,86%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.049,06

Down- 0,28%
-
Up0,14%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua