BeritaArrow iconBerita Ekonomi TerkiniArrow iconArtikel

MARKET FLASH: ADHI Tetapkan Harga Rights Issue Rp1.560

Bareksa17 September 2015
Tags:
MARKET FLASH: ADHI Tetapkan Harga Rights Issue Rp1.560
Presiden Joko Widodo (4 kiri) meletakkan semen cair, disaksikan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (3 kiri), Jaksa Agung HM Prasetyo (tengah), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (4 kanan), Menteri BUMN Rini Soemarno (3 kanan), Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (2 kanan), Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil (kanan) dan Dirut ADHI Kiswodarmawan

KRAS perkuat bisnis non-baja; NRCA catat kontrak baru Rp2,5 triliun

Bareksa.com - Berikut sejumlah berita korporasi dan pasar modal yang dirangkum dari surat kabar nasional:

PT Adhi Karya Tbk (ADHI)

ADHI mengumumkan harga penawaran umum terbatas (rights issue) sebesar Rp1.560 sehingga akan meraih total dana Rp2,74 triliun dalam aksi korporasi itu. Berdasarkan prospektusnya, ADHI akan menerbitkan 1,75 miliar lembar saham baru. Setiap pemegang 1.250 saham lama berhak atas 1.221 hak untuk membeli saham baru. Penyertaan dana pemerintah Indonesia untuk melaksanakan hak di dalam BUMN konstruksi itu sebesar Rp1,499 triliun.

Promo Terbaru di Bareksa

Rencana penggunaan dana rights issue untuk proyek transportasi massal light rail transport (LRT) sesuai dengan penugasan dari pemerintah. Adapun pembeli siaga, sekaligus underwriter, dalam aksi korporasi ini PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Satu penjamin emisi lainnya adalah Bahana Securities.

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)

Di tengah tekanan melanda industri baja, KRAS bakal melanjutkan rencana memperkuat bisnis selain baja yang dijalankan anak perusahaan, yaitu PT Krakatau Tirta Industri (KTI), PT Krakatau Daya Listrik (KDL), dan PT Krakatau Bandar Samudera. KTI yang menangai pengelolaan air akan membangun bendungan lagi dan menambah sumber air baku untuk diproses menjadi air bersih. Adapun KDL yang bergerak di bidang listrik akan menkonversi bahan bakar dari gas menjadi batu bara.

PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA)

Dalam delapan bulan berjalan, NRCA mencatat kontrak baru Rp2,5 triliun, atau sekitar 60,9 persen dari target 2015 sebesar Rp4,1 triliun. Perseroan tidak akan mengubah target dan tetap berfokus pada proyek gedung. Anak usaha dari PT Surya Semesta Internusa TBk (SSIA) itu baru saja merampungkan proyek Tol Cikampek - Palimanan sepanjang 116 Km yang sudah beroperasi.

PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP)

SIAP segera memulai pembangunan pembangkit listrik biomassa dan pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara di Melak, Kalimantan Timur. Pembangkit listrik biomassa memiliki kapasitas 2x10 MW, sedangkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara mulut tambang berkapasitas 2x15 MW. Proses konstruksi kedua power plant ini dijadwalkan dimulai Oktober 2015.

Direktur Utama SIAP M. Suluhuddin Noor mengatakan persiapan lahan seluas 300 hektare sudah selesai dan mesin-mesin telah siap. Untuk yang biomassa, nilai investasinya Rp156 miliar per 10 MW. Sementara, untuk batu bara sekitar US$45 juta. Dana tersebut akan diambil dari kombinasi 30 persen ekuitas perusahaan dan 70 persen pinjaman perbankan.

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS)

RALS memangkas target pendapatan tahun ini menjadi Rp7,6 triliun atau turun 5 persen dari proyeksi awal senilai Rp8 triliun dan laba bersih Rp350 miliar. Direktur Keuangan Ramayana Lestari Sentosa Suryanto mengatakan kondisi ekonomi membuat daya beli melemah dan berdampak terhadap turunnya penjualan perseroan.

Selama semester I-2015, emiten ritel itu mengalami penurunan pendapatan sebesar 4,81 persen secara year-on-year dari Rp2,65 triliun menjadi Rp2,52 triliun, sementara laba tahun berjalan merosot 11,86 persen dari Rp103,05 miliar ke posisi Rp90,82 miliar. Kenaikan beban menjadi penekan laba perseroan. Sebelumnya, perseroan membidik kenaikan net profit di kisaran 15 - 20 persen dari realisasi 2014 senilai Rp355,07 miliar.

Pinjaman Bank BUMN

Empat bank pelat merah berhasil mendapatkan pinjaman baru dengan total nilai melebihi Rp50 triliun yang akan digunakan untuk memacu pembiayaan sejumlah proyek pemerintah. Adapun, tiga bank BUMN, yaitu Bank Mandiri, BNI, dan BRI resmi mendapatkan pinjaman senilai US$3 miliar dari China Development Bank (CDB) atau sekitar Rp43,2 triliun dengan menggunakan kurs Rp14.400 per dolar AS. Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. meraih fasilitas pinjaman dari PT Bank ICBC Indonesia senilai RMB5 miliar atau setara dengan Rp11,4 triliun dengan jangka tiga tahun.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.200,86

Down- 1,01%
Up1,81%
Down- 0,46%
Up7,54%
Up18,63%
Up13,15%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.163,24

Down- 0,14%
Up3,30%
Up0,69%
Up7,85%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.195,17

Up0,23%
Up2,98%
Up0,88%
Up8,24%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.042,3

Down- 0,86%
Up3,51%
Down- 0,50%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua