BeritaArrow iconBerita Ekonomi TerkiniArrow iconArtikel

CHART OF THE DAY: Harga Obligasi Kembali Naik Setelah BI Turunkan BI Rate

Bareksa23 Februari 2015
Tags:
CHART OF THE DAY: Harga Obligasi Kembali Naik Setelah BI Turunkan BI Rate
Yield Obligasi Pemerintah Tenor 10 Tahun Periode 25 Agustus 2014 - 20 Februari 2015 (Bareksa.com)

Yield obligasi benchmark 10 tahun kembali turun menjadi 7,1%

Bareksa.com - Seiring dengan keputusan Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) 25 basis poin menjadi 7,5 persen, harga obligasi terus melaju yang tercermin dari turunnya yield obligasi.

Berdasar pada data Bareksa.com, yield obligasi benchmark 10 tahun kembali turun menjadi 7,1 persen akhir pekan lalu, 20 Februari 2015.

Illustration

Promo Terbaru di Bareksa

Sumber: Bareksa.com

Kenaikan harga obligasi menunjukan keyakinan bahwa penurunan BI Rate akan kembali lagi dilakukan, karena ini merupakan penurunan pertama sejak Juni 2013.

Sejak Juni 2013 BI Rate dinaikkan untuk mengerem laju impor guna menurunkan defisit neraca berjalan. Konsekuensi dari kebijakan itu adalah penurunan pertumbuhan ekonomi yang pada tahun 2014, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,02 persen melambat dibandingkan tahun 2013 yang masih tumbuh 5,58 persen.

Namun seiring dengan mulai menurunnya defisit neraca berjalan setelah pemerintah melakukan reformasi atas subsidi energi, maka BI bisa kembali mengendorkan kebijakan moneternya.

Illustration

Sumber: Bareksa.com

Apalagi dengan rendahnya inflasi membuat BI tidak memiliki kebutuhan mendesak untuk menaikan BI Rate. Berdasar pada data Bareksa.com, inflasi telah turun ke 6,96 persen akhir bulan Januari akibat pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) setelah melihat penurunan harga minyak dunia.

Kedua hal ini merupakan sentimen positif bagi pergerakan obligasi. Suku bunga riil Indonesia saat ini berada pada level positif, dengan BI Rate 7,5 persen dan inflasi 6,96 persen maka terdapat spread positif 0,54 persen. Jika dibandingkan dengan yield obligasi benchmark 10 tahun juga masih memiliki spread positif 0,14 persen.

Spread positif mengindikasikan ruang bagi Bank Indonesia untuk bisa kembali menurunkan BI Rate, sehingga kedepan akan kembali mendorong naiknya harga obligasi.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.214,07

Down- 0,06%
Up1,37%
Up0,56%
Up7,43%
Up19,80%
Up14,15%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.170,32

Down- 0,03%
Up2,00%
Up1,29%
Up7,12%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.202,42

Up0,43%
Up2,22%
Up1,47%
Up7,67%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.045

Down- 0,43%
Up1,28%
Down- 0,29%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua