Tips Keuangan Pasangan ala Manajer Investasi Manulife AM, Nikah Bukan Sekadar Cinta

Hindari mengambil utang untuk menggelar resepsi pernikahan serta kelola keuangan dengan bijak bersama pasangan
Hanum Kusuma Dewi • 07 Nov 2022
cover

Ilustrasi sepasang suami istri yang berinvestasi di reksadana syariah dan SBN syariah untuk menyiapkan dana darurat. (Shutterstock)

Bareksa.com - Nikah bukan sekadar urusan cinta. Untuk kamu yang ingin dan atau sedang bersiap untuk menikah, pikirkan juga aspek lain termasuk keuangan. Ada baiknya kamu menyimak tips terkait persiapan pernikahan dari PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) atau Manulife AM Indonesia berikut ini.  

Tanpa pondasi yang kuat, sebuah pernikahan akan sulit untuk bertahan seumur hidup. Selain dilandasi oleh rasa cinta, pernikahan juga harus dilandasi oleh kejujuran, sikap saling menghargai dan terbuka, serta pengetahuan yang cukup tentang kondisi kesehatan keuangan masing-masing. 

Bukan tanpa alasan manajer investasi ini memberikan sejumlah saran di atas. Sebab, kekuatan pondasi yang dibangun di awal bersama pasangan akan menentukan kuatnya hubungan pernikahan nantinya. 

Dimas Ardhinugraha, Investment Specialist Manulife AM Indonesia berbagi tips khususnya salah satu elemen pondasi yang penting terkait aspek keuangan, bagi kamu yang akan memasuki jenjang pernikahan. 

Terbuka Soal Keuangan

Dimas mengatakan menikah itu gampang namun tanggung jawabnya yang berat. "Ketika topik seputar pernikahan mulai dibahas bersama pasangan, saatnya untuk saling terbuka dalam hal keuangan agar masing-masing pihak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kondisi kesehatan keuangan pasangannya," kata Dimas dalam keterangan tertulisnya akhir pekan lalu. 

Menurut Dimas, pembahasan keuangan bersama pacar, walau jelang pernikahan, kerap dianggap tabu. Padahal, ia melanjutkan, pembahasan ini harus dilakukan demi kelanggengan hubungan pasca pernikahan nantinya. 

"Beberapa topik yang perlu dibahas antara lain mengenai jumlah penghasilan, jumlah beban utang atau cicilan masing-masing, dan anggota keluarga yang menjadi tanggungan saat ini," ujar Dimas. 

Selain itu, ia melanjutkan, perlu dibahas juga mengenai pembagian tanggung jawab keuangan sesudah menikah, antara lain mengenai sumber penghasilan. Apakah pemasukan nanti dari satu sumber (suami saja) atau dua sumber (suami dan istri)? 

Diskusikan juga mengenai jumlah yang akan dialokasikan untuk membantu anggota keluarga masing-masing. Pembahasan lainnya adalah perlu tidaknya ada prenup agreement atau perjanjian pra nikah.

Tujuan Keuangan Bersama

Dimas mengatakan setelah mengetahui kondisi keuangan masing-masing, seharusnya pasangan yang akan menikah bisa lebih realistis dalam mempersiapkan anggaran dan konsep resepsi pernikahan. Pesta pernikahan yang berkesan tidak harus mewah. Bahkan, resepsi yang sederhana serta penuh keintiman tetap dapat mendatangkan kesan yang indah.

"Selain merencanakan biaya pernikahan, kita juga harus menetapkan tujuan keuangan bersama lainnya yang ingin dicapai bersama pasangan di kemudian hari," kata Dimas. 

Misalnya, ia melanjutkan untuk mempersiapkan uang muka serta cicilan rumah, beli mobil, dan biaya kelahiran hingga pendidikan anak. "Diskusikan juga mengenai cara untuk merealisasikannya dan pilihan instrumen investasi yang akan digunakan," imbuhnya.

Baca juga ​Manulife Dana Tumbuh Berimbang, Portofolio Investasi dengan Strategi Alokasi Aset Dinamis

Pilih Investasi yang Sesuai

Menurut Dimas, jika masih memiliki waktu persiapan yang cukup, sekitar satu sampai tiga tahun, reksadana pendapatan tetap bisa menjadi pilihan yang sesuai. Jenis reksadana ini memiliki potensi imbal hasil yang lebih menarik dibandingkan deposito maupun tabungan. 

Ia menjelaskan reksadana pendapatan tetap memiliki aset dasar dengan korelasi yang rendah terhadap pergerakan pasar yang volatil, sehingga memberikan potensi imbal hasil yang lebih stabil dari waktu ke waktu. 

Dimas memberikan beberapa contoh reksadana pendapatan tetap yang beredar di masyarakat yaitu Manulife Obligasi Unggulan (MOU) dan Manulife Pendapatan Bulanan II (MPB II). Kedua reksadana tersebut, adalah reksadana pendapatan tetap berdurasi pendek, yang pada umumnya tidak terlalu volatil. 

Selain itu, ada juga reksadana pendapatan tetap yang dikelola sesuai dengan prinsip syariah, salah satunya yaitu Manulife Syariah Sukuk Indonesia (MSSI).

"Menikah membutuhkan persiapan yang matang. Hindari mengambil utang untuk menggelar resepsi pernikahan hanya demi dipandang hebat oleh teman dan kerabat, serta kelola keuangan dengan bijak bersama pasangan," kata Dimas.

(Martina Priyanti/hm) 

*** 

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.