Beli Kambing Kurban 2022, Nabung Setara Rp13 Ribu per Hari di Reksadana

Dengan investasi reksadana, smart investor bisa berpeluang mendapatkan imbal hasil
Hanum Kusuma Dewi • 14 Jun 2022
cover

ilustrasi kambing untuk kurban di hari raya idul adha

Bareksa.com - Sebentar lagi musim haji akan datang dan umat Muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1443 H. Selain dikenal sebagai Lebaran Haji, Idul Adha juga identik dengan pelaksanaan kurban bagi umat muslim. 

Untuk tahun ini, Pemerintah telah menentukan jatuhnya libur Hari Raya Idul Adha 1443 H pada hari Sabtu, 9 Juli 2022, menurut Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri Nomor 375 Tahun 2022, Nomor 1 Tahun 2022, dan Nomor 1 Tahun 2022. Namun, Kementerian Agama masih akan melakukan sidang isbat pada 29 Juni 2022 untuk menentukan Hari Raya Idul Adha 1443 H. 

Ibadah kurban yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha sampai hari tasyrik, tiada lain bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Di samping itu, kurban juga berarti menghilangkan sikap egoisme, nafsu serakah, dan sifat individual dalam diri seorang muslim.

Ada pula yang mengartikan berkurban merupakan bukti rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat dan rezeki yang telah kita terima selama ini. Selain itu berkurban juga wujud kepedulian umat Islam terhadap sesama manusia.

Membeli hewan kurban bagi sebagian orang bukanlah pengeluaran kecil. Buat yang gajinya setara UMP, harga kambing kurban Rp3 juta mungkin nilainya cukup besar. Makanya, diperlukan persiapan keuangan untuk membeli hewan kurban. 

Ingin berkurban tapi merasa gaji atau uang tabungan pas-pasan? Ada sejumlah cara menyiapkan dana untuk membeli hewan kurban yang setiap tahunnya rata-rata naik.

Baca juga Kelolaan Reksadana Pendapatan Tetap April Rp152,40 Triliun, Ini Top 5 Manajer Investasi

Cara Mengumpulkan Uang Beli Hewan Kurban

Satu cara yang umum dilakukan untuk mengumpulkan uang adalah dengan cara menabung. Namun, perlu diingat, menabung saja di rumah tidak ada tambahan nilai uang. Sementara menabung di bank akan ada potongan biaya administrasi. 

Cara lain yang lebih berpotensi daripada menabung adalah berinvestasi di reksadana. Dengan investasi reksadana, smart investor bisa berpeluang mendapatkan imbal hasil dan bisa mengalahkan kenaikan harga di masa depan. 

Daftar Reksadana Pendapatan Tetap di Super App Bareksa


Sumber: Bareksa

Top 3 reksadana pendapatan tetap dengan return tertinggi di super app investasi Bareksa bisa memberikan imbal hasil di atas 6 persen setahun terakhir (per 10 Juni 2022). Tentu saja imbal hasil tersebut lebih tinggi dibandingkan bunga tabungan atau deposito bank. 

Misalnya smart investor ingin membeli kambing seharga Rp3 juta. Dalam waktu sebulan mulai 10 Juni 2022 hingga Idul Adha 1443 H, atau tanggal 10 Juli 2022, smart investor masih memiliki waktu untuk mengumpulkan Rp100.000 per hari di reksadana

Namun, bila jumlah itu terlalu berat, smart investor masih bisa memperpanjang waktu investasi reksadana untuk mempersiapkan beli kambing kurban selama setahun. 

Anggaplah target harga kambing berukuran besar Rp5 juta. Smart investor punya waktu investasi 12 bulan, dengan asumsi imbal hasil di reksadana pendapatan tetap 6 persen per tahun. 

Maka, smart investor perlu menyisihkan sekitar Rp405.000 per bulan atau setara Rp13.500 per hari. Kalau target tahun ini masih belum tercapai, smart investor bisa mulai mengumpulkan uang di reksadana untuk beli hewan kurban tahun depan.  

Grafik Simulasi Investasi Reksadana

Sumber: Bareksa.com 

Dengan cara berinvestasi reksadana secara rutin, tentu mengumpulkan uang untuk membeli kambing kurban menjadi lebih mudah. 

​Baca juga Rutin atau Baru Investasi Pakai Robo Advisor Bareksa, Raih Reksadana hingga Rp50 Ribu

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan in
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.