Perhatikan 2 Hal Ini Agar Bisa Cuan Sekaligus Aman dalam Berinvestasi

Investor disarankan memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risikonya
Abdul Malik • 30 Sep 2021
cover

Ilustrasi sekelompok anak muda atau generasi milenial yang berinvestasi di reksadana dan SBN secara digital. (Shutterstock)

Bareksa.com - Setiap investor termasuk kalangan milenial, tentu ingin memperoleh cuan dari hasil berinvestasi. Memang tidak salah mengikuti tren ikutan investasi tertentu yang menyebut-nyebut memberikan return (imbalan) tinggi, hanya saja ada catatannya.

Felicia Putri Tjiasaka, Investment Coach Bareksa mengatakan besaran return memang membuat orang tertarik untuk masuk ke investasi tertentu.

"Its good untuk membuat orang pertama kali tertarik berinvestasi misalnya ke saham saat ada tren kenaikan terus. Tapi, harus tetap disesuaikan," kata Felicia dalam webinar Bareksa Xpert "1 Tahun Untung 100 Persen di Reksadana, Emang Bisa?", Rabu malam (29/9/2021).

Menurut Felicia, setiap investor terlebih investor milenial, sebaiknya memilih instrumen investasi yang produknya sesuai dengan profil risikonya sebagai seorang investor. Karena itu, setiap orang harus memahami siapa pada dirinya dan seberapa besar dia mampu mentoleransi risiko.

"Setiap orang mesti aware sama dirinya masing-masing karena pilihan investasi, seperti halnya pilihan yang lain, tergantung dari tujuan dan karakter kita," kata Felicia.

Selain itu, ia melanjutkan sebaiknya investor juga mempelajari instrumen investasi yang akan dipilihnya. Dengan begitu maka dia bisa menentukan jenis produk investasi yang sesuai dan jangka waktu investasinya.

"Sesuaikan dengan tujuan keuangan dan risk profile. Kenali diri kita dengan lebih baik," kata Felicia.

Mulai Berinvestasi

Sementara itu Paul Raymond Widjaja, Head of Investment Jarvis Asset Management mengatakan investor muda atau milenial memiliki kesempatan luas dalam berinvestasi.

"Maksudnya, dengan ukuran usia yang dimilikinya investor milenial bisa mencoba-coba berbagai instrumen investasi. Jadi, harus start berinvestasi," ungkapnya.

Raymond mengatakan semakin muda usia investor, maka semakin berpeluang untuk memilih produk investasi dengan risiko semakin tinggi pula. Sebab usia muda biasanya lebih mampu menolerir risiko, ketimbang investor dengan usia lebih tua.

"Tapi jangan asal masuk, misalnya lihat market bagaimana. Kita bisa masuk dulu ke low risk dari money market kemudian nanti bisa pindah ke saham, timing-nya kapan, kita harus hati-hati," kata Raymond.

Senada, Felicia mengatakan jika investor milenial berinvestasi untuk long term atau jangka panjang, bisa memilih instrumen investasi yang tinggi risikonya. Salah satunya adalah reksadana saham.

Adapun reksadana saham adalah reksadana yang mayoritas aset dalam portofolionya adalah instrumen aset saham atau efek ekuitas.

Dalam konteks perencanaan keuangan, reksadana saham cocok untuk calon investor dengan profil risiko agresif, mampu menerima risiko fluktuasi harga, dan memiliki jangka waktu investasi di atas 5 tahun.

(Martina Priyanti/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.