CEO Eastspring Indonesia, Alan Darmawan : Edukasi Keuangan Perlu Diterapkan Sejak Dini

Seorang anak, seyogyanya mulai dikenalkan soal keuangan sejak berusia 7 tahun
Abdul Malik • 29 Mar 2021
cover

Caption : Alan T. Darmawan, CEO PT Eastspring Investments Indonesia (Eastspring Investments). (Dok. Eastspring)

Bareksa.com - PT Eastspring Investments Indonesia menilai edukasi keuangan perlu diterapkan sejak dini. Pasalnya, hal ini bisa membantu generasi penerus dalam mengelola keuangan di masa depan.

Chief Executive Officer Eastspring Investment Alan Darmawan menjelaskan, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Eastspring Investments, orang tua memegang peranan penting dalam mendidik anak tentang keuangan.

"Pengajaran yang dilakukan orang tua biasa diperoleh dari pengetahuan dan pengalamannya," ujar dia dalam acara Media Gathering bersama dengan Prudential akhir pekan lalu.

Seorang anak, menurut Alan, seyogyanya mulai dikenalkan soal keuangan sejak berusia 7 tahun. Pada usia tersebut, anak sudah mulai mengenal uang, angka dan cara berhitung. Di saat itulah, anak dikenalkan pula mengenai konsep menabung.

Salah satu cara menabung paling sederhana yang bisa dilakukan anak-anak adalah dengan menabung di celengan. Setelah itu, anak-anak bisa dikenalkan mengenai konsep menabung di bank.

Semakin beranjak dewasa dan mulai menginjak sekolah menengah, seorang anak bisa dikenalkan mengenai konsep investasi. Salah satu instrumen investasi yang bisa diajarkan adalah reksadana, atau instrumen pengelolaan dana dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar modal dengan cara membeli unit penyertaan.

Media untuk berinvestasi reksadana juga beragam saat ini. Salah satunya adalah melalui Bareksa, platform investasi reksadana secara online. Di Bareksa, investor bisa mendapatkan produk reksadana berbagai jenis, mulai dari reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang, reksadana campuran dan reksadana saham.

Bagi seorang anak yang berinvestasi sejak sekolah menengah di reksadana, tentunya bisa mempersiapkan tujuannya dengan lebih matang dan maksimal. Pasalnya, tingkat imbalan yang ditawarkan reksadana, jauh lebih tinggi daripada instrumen keuangan seperti deposito.

Tercatat kinerja top 10 reksadana pasar uang di aplikasi reksadana Bareksa membukukan imbal hasil antara 5,44 persen hingga 6,23 persen. Nilai imbalan reksadana tersebut jauh lebih besar dibandingkan bunga deposito.

Untuk diketahui, bank-bank besar di Indonesia baik bank badan usaha milik negara maupun swasta saat ini menawaran bunga deposito antara 2,85 persen hingga 3,25 persen setahun.

Bunga deposito tersebut masih harus dipotong pajak 20 persen. Adapun imbal hasil reksadana pasar uang tidak dipotong pajak, karena bukan merupakan objek pajak.

Top 10 Reksadana Pasar Uang Imbalan Tertinggi di Bareksa 1 Tahun (per 26 Maret 2021)

Sumber : Bareksa

Bagaimana, apakah sudah siap berinvestasi di reksadana? Apapun jenis reksadana yang dipilih, pastikan sesuai dengan profil keuangan kamu ya!

(K09/AM)

***

​​Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.