BeritaArrow iconBelajar InvestasiArrow iconArtikel

Seluk Beluk Reksadana Indeks yang Perlu Diketahui Investor

Abdul Malik14 Januari 2021
Tags:
Seluk Beluk Reksadana Indeks yang Perlu Diketahui Investor
Ilustrasi investasi di reksadana indeks. (Shutterstock)

Reksadana indeks disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan sebaiknya untuk investasi jangka panjang

Bareksa.com - Reksadana indeks dapat dipilih oleh investor baik yang baru mau memulai atau mencari alternatif investasi tambahan di reksadana. Tapi apa sebenarnya reksadana indeks?

Reksadana indeks ialah reksadana yang dikelola untuk mendapatkan hasil investasi yang mirip dengan suatu indeks yang dijadikan acuan, baik itu indeks obligasi maupun indeks saham. Dalam pengertian lain, reksadana indeks adalah jenis reksadana yang kinerjanya mengacu pada indeks tertentu, bisa indeks saham bisa juga indeks obligasi.

Meski definisinya dapat diartikan demikian, cara kerjanya berbeda dengan reksadana konvensional yang berfokus pada saham dan obligasi. Selain itu, berbeda dengan reksadana konvensional yang berusaha mengalahkan kinerja tolok ukurnya (benchmark), justru target dari reksadana indeks adalah menyamainya.

Promo Terbaru di Bareksa

Jadi, daripada dikelola secara aktif, pendekatan dari reksadana indeks ialah secara pasif dengan menyusun portofolio investasi menyerupai indeks acuannya. Nah, karena komposisinya mirip atau bahkan sama persis dengan indeks acuannya, hasilnya juga akan mirip dengan indeks acuannya.

Cara ini dikenal pula dengan strategi pengelolaan pasif atau passive management strategy. Tak ayal, dengan pengelolaan secara pasif menghasilkan efisiensi biaya.

Hal itu tak lain karena manajer investasi (MI) tidak memerlukan tenaga analis yang banyak untuk melakukan analisis perusahaan. Di sisi lain, biaya transaksi juga menjadi lebih kecil karena MI tidak melakukan trading jual beli secara aktif.

Makanya biaya reksadana indeks umumnya lebih kecil dibandingkan reksadana konvensional. Hal lainnya, baik buruknya kinerja reksadana ini tidak diukur dari seberapa besar imbal hasil (return), yang dihasilkan ataupun dari seberapa kecil risiko fluktuasi harga tapi dari selisih antara kinerja reksadana dengan indeks acuan.

Jadi, semakin besar selisihnya, meskipun kinerja reksadana lebih baik, tetap dianggap tidak baik karena yang ideal adalah sama dengan indeks acuannya. Selisih antara reksadana dengan indeks acuan disebut juga tracking error.

Sementara itu, ketika selisih yang dihasilkan semakin kecil maka manajer investasi yang mengelolanya terbilang sukses. Seandainya selisih yang dihasilkan adalah tracking error=0, itu akan lebih bagus lagi.

Tambahan informasi, di marketplace investasi Bareksa yang merupakan agen penjual reksadana, saat ini terdapat enam produk reksadana indeks yang dijual, yakni Reksa Dana Kresna Indeks 45 (PT Kresna Asset Management), Reksa Dana Indeks BNP Paribas Sri Kehati (PT BNP Paribas Asset Management), RHB SRI SEHATI Index Fund (PT RHB Asset Management Indonesia), Reksa Dana Indeks Avrist IDX30 (PT Avrist Asset Management), Principal Index IDX30 (PT Principal Asset Management), dan Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund (PT Syailendra Capital).

Illustration

Sumber: Bareksa

Hal lain yang perlu diingat, reksadana indeks memiliki mayoritas portofolio yang berupa saham sehingga berfluktuasi tinggi dalam jangka waktu dekat. Makanya, reksadana indeks disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan sebaiknya untuk investasi jangka panjang.

Untuk kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

​​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

​DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.215

Up0,17%
Up1,39%
Up0,71%
Up7,16%
Up19,45%
Up14,15%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.171,53

Down- 0,15%
Up1,92%
Up1,41%
Up6,70%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.204,44

Up0,41%
Up2,18%
Up1,66%
Up7,42%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.036,05

Down- 1,23%
Up0,05%
Down- 1,10%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua