CEO Bahana TCW, Rukmi P : Tips Investasi di Tengah Pandemi Tahun Ini

Pilih produk investasi dengan risk yang sesuai appetite
Abdul Malik • 11 Jan 2021
cover

Direktur Utama PT Bahana TCW Investment Management, Rukmi Proborini (kiri) saat berbicara dalam acara Bahana Media Forum 2020 “The Black Swan Moment”, di Jakarta Kamis (30/1). (dok Bahana)

Bareksa.com - Rukmi Proborini, Direktur Utama PT Bahana TCW Investment Management menyatakan investasi wajib dilakukan oleh siapapun meski tahun ini masih ada potensi ancaman dampak pandemi Covid-19. "Tetap investasi," kata Rukmi kepada Bareksa, Sabtu (10/1/2021).

Menurut Rukmi, kalau ditanya mengenai pilihan produk investasi, maka akan biasanya investor akan bingung memilihnya. "Pilih saja risk yang sesuai appetite. Dengan size yang kalau tidak berani, tapi mau tahu ya pilih size yang kecil," imbuhnya.

Artinya investor disarankan untuk memilih produk investasi yang sesuai dengan profil risikonya. Jika investor memiliki profil berani mengambil risiko, maka produk investasi seperti reksadana saham bisa disarankan. Namun jika investor memiliki profil lebih suka menghindari risiko, maka reksadana pasar uang dan pendapatan tetap bisa dipilih.

Pilihan itupun disesuaikan dengan kemampuan dan jangka waktu investasinya. Reksadana berbasis saham disarankan untuk periode investasi jangka panjang dan reksadana pasar uang untuk jangka pendek. 

Rukmi menyatakan saat ini banyak produk reksadana yang bisa dibeli dengan nominal pembelian awal cukup terjangkau. Dengan begitu investor bisa lebih leluasa memilik produk reksadana sesuai kemampuan dan kebutuhannya. "Banyak kok reksadana di industri ini yang memungkinkan investor dengan size kecil bisa berinvestasi," ujarnya. 

Dengan kondisi itu, kata dia, semestinya tidak ada alasan untuk tidak memulai investasi dan melanjutkan investasi. Menurutnya, selain reksadana bentuk lain investasi yang dapat dipertimbangkan untuk dipilih adalah produk exchange traded fund (ETF). "Saya sarankan yang pemula bisa coba ke ETF, kalau mau ke reksadana saham juga boleh," imbuhnya.

Pilihan lainnya, adalah obligasi negara. Rukmi berpendapat walaupun bonds tidak akan seseksi tahun lalu di mana margin mulai menipis, namun permintaannya masih tinggi. Apalagi saat ini perbankan masih mempertahankan bahkan menambah kepemilikannya di Surat Berharga Negara (SBN). Di sisi lain, perbankan juga belum agresif menyalurkan pinjaman.

Jadi, mau memulai atau melakukan diversifikasi investasi dalam bentuk produk investasi apa di tahun ini? Yang jelas, pastikan lebih dulu Anda termasuk dengan karakteristik investor yang mana apakah tipe konservatif, tipe moderat, atau tipe agresif ya.

​(Martina Priyanti/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

​DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.