Danareksa : Selama Pandemi, Minat Investasi di Reksadana dan Saham Meningkat

Lebih dari 80 persen responden yang berpenghasilan di bawah Rp3 juta hingga di atas Rp40 juta menyisihkan pendapatannya untuk investasi
Abdul Malik • 06 Jan 2021
cover

Ilustrasi investor wanita tersenyum melihat hasil investasinya di reksadana. (Shutterstock)

Bareksa.com - Danareksa Research Institute mencatat, masyarakat tetap menyisihkan pendapatannya untuk berinvestasi selama pandemi. Dalam investasi tersebut, reksadana dan saham menjadi pilihan yang diambil masyarakat.

Menurut data Danareksa, meski pendapatan masyarakat menurun, namun mereka tetap menyisihkan pendapatannya untuk tabungan atau investasi. Tercatat, sebanyak lebih dari 80 persen responden yang berpenghasilan di bawah Rp3 juta hingga di atas Rp40 juta menyisihkan pendapatannya untuk investasi.

Investasi dan tabungan selama pandemi

Sumber : Danareksa Research Institute

"Paling banyak adalah responden dengan penghasilan di antara Rp20-30 juta, yakni sebanyak 97,06 persen dan responden berpenghasilan di antara Rp30-40 juta sebanyak 100 persen," tulis Danareksa dalam risetnya baru-baru ini.

Meski begitu, persentase masyarakat yang menyisihkan pendapatannya untuk menabung atau berinvestasi menurun selama pandemi. Danareksa mencatat, responden yang tidak menyisihkan pendapatannya selama pandemi untuk tabungan atau investasi masing-masing meningkat sebesar 15,84 persen dan 9,84 persen.

Masyarakat juga dinilai lebih banyak yang mencairkan tabungan dan investasinya selama pandemi. Sekurangnya 55,94 persen dan 23,23 persen responden mencairkan dana tabungan dan investasinya selama wabah virus corona merebak.

"Dana ini dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu juga digunakan untuk memenuhi dana darurat, modal usaha, cicilan, dan dipindahkan ke instrumen investasi lainnya," tulis Danareksa.

Dari berbagai instrumen investasi, reksadana dan saham menjadi pilihan instrumen responden selama pandemi, yakni mencapai 21,28 persen dan 20,21 persen. Selain itu, responden juga memilih emas sebagai instrumen investasi, yakni sebanyak 31,91 persen, deposito sebanyak 11,7 persen, valas sebanyak 5,32 persen dan lainnya 9,57 persen.

Kepemilikan Reksadana dan Saham

Sumber : Danareksa Research Institute

Danareksa mencatat, instrumen investasi baik emas, reksadana dan saham mengalami peningkatan dibandingkan sebelum pandemi, yakni masing-masing mencapai 27,23 persen, 17,41 persen dan 16,07 persen. Sementara deposito, valas dan instrumen lainnya menurun, yakni masing-masing 16,07 persen, 9,82 persen dan 13,39 persen.

Dengan meningkatnya investasi di reksadana dan saham, Danareksa melihat hal tersebut bisa menjadi peluang untuk mengembangkan produknya. Masyarakat juga banyak yang mengenal Danareksa sebagai penyedia produk investasi yang dibutuhkan dari survei, yakni sebanyak 72,23 persen responden. Produk investasi Danareksa lebih banyak dikenal melalui anak usahanya, yakni PT Danareksa Investment Management dan PT BRI Danareksa Sekuritas.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

​DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.