Tabungan Rp20 Miliar Cuma Disimpan di Bank Aja? Coba Investasi Reksadana

Hasil investasi reksadana sudah bersih dan tidak terkena pajak lagi
Hanum Kusuma Dewi • 12 Nov 2020
cover

Ilustrasi investor reksadana saham obligasi surat utang negara terkejut melihat hasil investasi di layar handphone

Bareksa.com - Belakangan ini ramai diberitakan bahwa Winda Lunardi atau Winda Earl kehilangan uang sekitar Rp20 miliar yang disimpan di Maybank Indonesia. Meski berita terakhir mengatakan pihak bank akan mengganti nilai tabungan yang hilang dibawa oknum karyawan Maybank, belum tentu uang sebanyak itu bisa kembali cepat. 

Terlepas dari berbagai kejanggalan ketika sang atlet e-sports tersebut membuka rekening bank, ada baiknya kasus ini menjadi pelajaran dan kita perlu juga mengenal adanya investasi yang tidak hanya sekedar menabung. Investasi memungkinkan dana mengalami pertumbuhan, meski ada risiko yang bisa dikurangi dengan cara membagi alokasi asetnya. 

Salah satu investasi yang cocok bagi pemula atau awam adalah reksadana. Reksadana adalah kumpulan dana investor yang dikelola oleh manajer investasi untuk ditempatkan ke berbagai aset, seperti saham, obligasi dan pasar uang. Investasi reksadana resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Reksadana ini juga bisa menjadi satu cara diversifikasi, yaitu peragaman aset, karena reksadana terdiri dari berbagai instrumen keuangan. Hal ini sesuai dengan prinsip investasi yang tidak menaruh semua uang dalam satu wadah -- don't put your egg in one basket. 

Di samping itu, reksadana juga memiliki kelebihan dibandingkan tabungan bank yaitu dari sisi potensi keuntungan atau imbal hasil. Bunga tabungan bank biasanya di kisaran 2 persen setahun, dan deposito sekitar 5 persen per tahun. 

Adapun reksadana pendapatan tetap, yang berisikan instrumen bersifat utang atau obligasi dan sukuk, bisa memberikan lebih tinggi daripada bunga bank. Berdasarkan data di marketplace Bareksa, top 10 reksadana pendapatan tetap di Bareksa mencatat imbal hasil (return) mulai dari 47 persen hingga 57 persen dalam lima tahun terakhir. Rata-ratanya adalah 50,32 persen lima tahun, atau sekitar 10,06 persen per tahun. 

Tabel Top 10 Reksadana Pendapatan Tetap 5 Tahun

Sumber: Bareksa.com 

Untuk lebih jelasnya, mari kita gunakan simulasi dengan kalkulator investasi Bareksa. Misalkan kita mulai investasi awal Rp2 miliar di reksadana pendapatan tetap, lalu tiap bulan kita menambah (top up) sebesar Rp500 juta. 

Dalam 40 bulan, uang pokok yang bisa dikumpulkan sebesar Rp22 miliar. Keuntungannya belum berhenti di situ karena dengan asumsi return 10 persen per tahun, hasil investasi dalam 40 bulan bisa mencapai Rp26,38 miliar. Artinya, ada pertumbuhan Rp4,38 miliar dari modal yang ditaruh di reksadana tersebut. 

Grafik Simulasi Reksadana Pendapatan Tetap

Sumber: Bareksa.com 

Sebagai catatan, keuntungan reksadana tersebut sudah bersih dan tidak dipotong pajak lagi. Hal ini tentu berbeda dengan bunga bank yang terkena pajak 20 persen setahun. 

Namun, perlu dicatat juga, imbal hasil tersebut tidak dijamin dan bisa lebih besar atau lebih kecil dari hasil simulasi tergantung dengan kondisi pasarnya. Simulasi ini menggunakan data masa lalu dan hanya sebagai gambaran untuk investasi saja. 

Jadi, jangan ragu lagi untuk investasi reksadana di Bareksa. Mumpung ada promo menarik berhadiah juga, cek di sini

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.