BeritaArrow iconBareksaArrow iconArtikel

Pasca Pemilu 2024, Aset Berisiko Jadi Rekomendasi untuk Investor HNWI

Hanum Kusuma Dewi27 Februari 2024
Tags:
Pasca Pemilu 2024, Aset Berisiko Jadi Rekomendasi untuk Investor HNWI
Ilustrasi investasi di aset berisiko termasuk reksa dana saham pasca pemilu 2024. (Shutterstock)

Ketidakpastian berkurang setelah pemungutan suara menunjukkan kemungkinan satu putaran, sehingga berpotensi mendorong kinerja reksa dana saham

Bareksa.com - Pemungutan suara di Pemilu 2024 untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden RI, serta anggota legislatif telah usai. Ketidakpastian domestik mulai mereda setelah sejumlah hitung cepat Pemilu 2024 menunjukkan kemungkinan satu putaran setelah pasangan calon presiden Prabowo-Gibran mengambil suara terbanyak di atas batas ambang yang ditentukan. Bareksa Prioritas menyarankan investor High Net-Worth Individuals (HNWI) untuk lebih agresif menambah alokasi instrumen lebih berisiko seperti reksa dana saham.

Menurut data yang dikumpulkan Bareksa, dalam sepekan yang berlangsung pada 15-21 Februari 2024, terjadi aliran masuk dana asing (net inflow) di pasar saham senilai Rp7,3 triliun. Sementara itu, investor asing justru keluar sebanyak Rp3,2 triliun dari pasar SBN dalam periode yang sama.

"Ini menunjukkan bahwa investor saat ini lebih optimis berinvestasi di aset yang lebih berisiko seperti saham," kata Head of Investment Bareksa, Christian Halim.

Promo Terbaru di Bareksa

Namun, Christian menilai sentimen dari pasar global masih cukup bervariasi karena pelaku pasar menanti hasil FOMC meeting pada Kamis (22/2/2024). Suku bunga obligasi negara AS bertenor 10 tahun berada di level 4,2%, sementara yield SBN 10 tahun dalam sebulan terakhir masih bergerak di kisaran 6,6%.

Lebih rinci, Chief Investment Officer Jagartha Advisors Erik Argasetya menambahkan bahwa sejumlah sektor saham yang menjadi pilihan bagi investor asing seperti saham-saham kapitalisasi pasar besar seperti bank-bank besar, telekomunikasi, properti dan beberapa saham konsumer. Selain itu, investor juga dapat melirik sejumlah nama emiten yang diuntungkan dari kemenangan pasangan calon nomor urut 02, khususnya yang berkaitan dengan IKN dan hilirisasi industri.

“Saham-saham tersebut mendapat manfaat dari pertumbuhan ekonomi yang kuat, kontinuitas dari pemerintahan petahana serta dorongan program dari pemerintahan baru yang akan naik,” kata Erik. Selain itu, reksa dana saham juga akan mendapat katalis lain dari potensi pemangkasan suku bunga paruh kedua tahun ini.

Beli Saham, Klik di Sini

Reksa Dana Pilihan

Mempertimbangkan potensi dari masuknya dana asing ke pasar saham, Chief Executive Officer Bareksa Prioritas Ricky Rachmatulloh mengatakan bahwa reksa dana saham dan reksa dana indeks yang berisikan saham-saham big caps bisa menjadi pilihan terutama bagi investor HNWI yang agresif dan memiliki tujuan investasi jangka panjang. Pemilihan reksa dana tersebut didukung oleh katalis seperti pemilu yang menunjukkan kepastian satu putaran, penurunan suku bunga The Fed & Bank Indonesia, dan kenaikan konsumsi dari realisasi dana bantuan sosial (bansos).

Selain itu, investor juga dapat melanjutkan berinvestasi pada produk reksa dana pendapatan tetap yang portofolionya mayoritas di obligasi korporasi. Hal ini karena didukung oleh kinerja obligasi korporasi serta didukung oleh spread kupon yang lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah. Kemudian, view penurunan suku bunga pada semester-II tahun 2024 baik BI rate dan The Fed akan memungkinkan penurunan yield dalam obligasi yang menandakan kenaikan harga dalam obligasi.

Selain itu, kondisi makroekonomi Indonesia yang kuat membuat permintaan dari domestik maupun asing relatif tinggi sehingga menopang pergerakan yield. Hal itu menjadikan sekarang merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi pada reksadana pendapatan tetap. "Reksa dana obligasi korporasi cenderung menunjukkan kinerja yang stabil dan menarik di tahun ini," ujar Ricky.

Terakhir, Ricky juga menyarankan investor untuk menaruh sebagian porsi dari dana investasi mereka ke reksa dana pasar uang yang likuid. Hal tersebut didukung oleh Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan BI Rate pada pertemuan bulan Februari sebesar 6,00% dengan perkiraan stabil tetap 3 bulan ke depan.

BI juga pertahankan suku bunga tinggi antisipasi kenaikan inflasi di 1H-2024 karena festive season (puasa dan lebaran) dan juga untuk menjaga volatilitas Rupiah yang diproyeksikan meningkat. Disisi lain, resilience perekonomian US membawa pada terbatasnya ruang The Fed untuk cut rate dalam waktu dekat. Hal tersebut berimplikasi pada bunga deposito kemungkinan tetap stabil dalam posisi yang tinggi.

Narasi yang baik dalam pasar uang, menjadikan investasi pada sektor tersebut menjadi menarik. Investor dapat menyesuaikan resiko dalam berinvestasi dengan pilihan risiko yang minim pada sektor keuangan. "Dan ingat bahwa investor perlu menyesuaikan jenis reksa dana dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing," tutup Ricky.

Tabel Kinerja Reksadana Rekomendasi Bareksa Prioritas

Reksa Dana Indeks & Saham

Return

AUM

(miliar Rp)

YTD

1 Tahun

Eastspring Investments Value Discovery Kelas A

5,60%

6,53%

392,58

Allianz SRI KEHATI Index Fund

5,00%

13,18%

204,43

Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A

4,86%

18,87%

848,24

Reksa Dana Obligasi

YTD

1 Tahun

AUM

(miliar Rp)

Trimegah Dana Tetap Syariah

1,31%

6,44%

92,93

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

0,88%

5,46%

3.638,25

STAR Stable Income Fund

0,85%

6,41%

3.427,48

Reksa Dana Pasar Uang

YTD

1 Tahun

AUM

(miliar Rp)

STAR Money Market Kelas Utama

0,79%

4,85%

68,78

Trimegah Kas Syariah

0,78%

4,56%

735,33

Sumber: Tim Analis Bareksa Prioritas, Return NAV per 22 Februari 2024, AUM per Januari 2024

Beli Reksadana, Klik di Sini

(hm)

***

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store​
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.775,36

Up0,54%
Up3,36%
Up0,03%
Up6,74%
Up17,31%
Up44,99%

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.326,18

Up0,93%
Up4,25%
Up0,03%
Up5,89%
Up18,89%
-

STAR Stable Income Fund

1.925,85

Up0,48%
Up2,96%
Up0,02%
Up6,01%
Up29,39%
Up64,87%

I-Hajj Syariah Fund

4.822,06

Up0,51%
Up3,05%
Up0,02%
Up6,14%
Up21,89%
Up40,51%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.140,38

Up0,49%
Up2,80%
Up0,02%
Up4,93%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua