Bareksa Insight : Keyakinan Konsumen Catat Rekor, Simak Rekomendasi Investasi Berikut

Abdul Malik • 10 Jun 2022

an image
Ilustrasi dua perempuan yang percaya diri terus berbelanja, juga sekaligus berinvestasi seiring tingginya indeks keyakinan konsumen. IKK yang naik signifikan dan menembus rekor tertinggi jadi sentimen positif bagi IHSG, reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Indeks Keyakinan Konsumen pada Mei 2022 naik signifikan di 128.9 dibandingkan April 2022 yang sebesar 113.1

Bareksa.com - Indeks Keyakinan Konsumen pada Mei 2022 tercatat naik signifikan di 128.9 dibandingkan April 2022 yang sebesar 113.1. Level indeks keyakinan konsumen Mei 2022 yang bertepatan dengan perayaan Lebaran merupakan level tertinggi sepanjang masa. 

Menurut analisis Bareksa, peningkatan tersebut didorong oleh semakin percaya dirinya konsumen dalam negeri terhadap pertumbuhan ekonomi, keberlangsungan usaha, ketersediaan lapangan kerja serta penghasilan saat ini. 

Baca juga : Bareksa Insight : Banjir Dana Asing Buat IHSG Meroket, Cuan Reksadana Ini Terbang

Dari pasar obligasi, obligasi Pemerintah Indonesia pada perdagangan kemarin masih melemah dengan imbal hasil (yield) acuan ditutup di level 7,19 persen. Pelemahan itu akibat antisipasi para investor terhadap data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis Sabtu dini hari esok. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 09 Juni 2022 turun 0,15 persen ke level 7.182,83. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 09/06/2022 pukul 17.00 (WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di level 7,1 persen pada 09 Juni 2022. 

Baca juga : Bareksa Insight : Inflasi RI Stabil, Simak Rekomendasi Investasi Reksadana Berikut Ini

Apa yang bisa dilakukan Investor?

Analisis Bareksa melihat hari ini reksadana saham dan reksadana indeksakan cenderung bergerak terbatas, meskipun ada sentimen positif Indeks Keyakinan Konsumen yang menembus rekor tertinggi sepanjang masa. 

Namun investor domestik dan asing diprediksi masih wait and see untuk membeli aset berisiko, dengan mempertimbangkan rilis data inflasi AS yang dikhawatirkan masih berada di level cukup tinggi yakni di area 8 persen. 

Untuk reksadana pendapatan tetap, analisis Bareksa juga melihat pelemahan akan masih terjadi hari ini, dengan perkiraan yield berada di level 7,18 - 7,25 persen. Investor disarankan untuk berinvestasi ke reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi korporasi hingga data ekonomi AS membaik. 

Baca juga : Bareksa Insight : Investor Asing Borong Saham RI, Reksadana Ini Cuan 16 - 21 Persen

Beberapa produk reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks yang bisa dipertimbangkan oleh investor dengan profil risiko moderat dan agresif adalah sebagai berikut : 

Imbal Hasil 1 Tahun (per 9 Juni 2022)

Reksadana Indeks

Allianz SRI KEHATI Index Fund : 19,73 persen
Avrist IDX30 : 17,28 persen

Reksadana Saham

Trim Kapital : 18,07 persen
Eastspring Investment Alpha Navigator Kelas A : 15,38 persen

Imbal Hasil 3 Tahun (per 9 Juni 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

TRIM Dana Tetap 2 : 20,7 persen
Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 32,8 persen

Baca juga : Bareksa Insight : Pasar Saham Melambung, Reksadana Ini Cuan Hingga 24,9 Persen

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.