Bareksa Insight : Pasar Masih Fluktuaktif, Investor Bisa Cermati Sentimen Berikut Ini

Selain bisa mempertimbangkan reksadana pendapatan tetap untuk diversifikasi, investor juga bisa secara bertahap membeli emas
Abdul Malik • 04 Feb 2022
cover

Ilustrasi investor sedang memantau fluktuasi pasar saham dan obligasi yang berdampak kepada kinerja reksadana dan SBN maupun emas . (Shutterstock)

Bareksa.com - Pada perdagangan hari ini pergerakan reksadana saham diprediksi akan melemah, seiring potensi pelemahan pasar saham nasional mengikuti pergerakan bursa regional yang juga dibuka melemah. 

Kondisi itu akibat sentimen Bursa Saham Amerika Serikat (AS) yang mayoritas ditutup tertekan cukup dalam pada perdagangan kemarin. 

Menurut analisis Bareksa, investor bisa melakukan aksi beli kembali di reksadana saham, saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke level 6.450-6.500 untuk mengoptimalkan imbal hasil portofolio yang dimiliki. Dengan demikian investor bisa membeli unit di harga rendah. 

Sementara itu, reksadana pendapatan tetap hari ini akan bergerak terbatas mengingat stabilnya imbal hasil (yield) obligasi Indonesia akibat penurunan permintaan penawaran terhadap lelang obligasi pemerintah Indonesia. 

Investor bisa mengalokasikan dananya di reksadana pendapatan tetap sebagai diversifikasi portofolio investor di tengah fluktuasi pasar saham yang ada saat ini.

IHSG pada 03 Februari 2022 turun 0,35 persen ke level 6.683,85. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 03/02/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat di level 6,4 persen pada 03 Februari 2022.

Baca : Kerahkan Sinergi Ekosistem, Grab-OVO Ikut Mendukung Perluasan Distribusi SBN Melalui Bareksa​

Analisis Bareksa menilai investor juga dapat melakukan pembelian secara bertahap di aset investasi berupa emas, di mana harga emas dunia kembali terkoreksi.

Koreksi harga emas akibat sentimen investor global yang menunggu data penggajian non pertanian di AS yang diprediksi kembali tertekan akibat adanya lonjakan kasus Covid-19 di Negara Adidaya tersebut.

Baca : Bareksa Raih Pendanaan Seri C dari Grab, Kukuhkan Sinergi Grab - Bareksa - OVO

Di tengah fluktuasi pasar, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks dengan kinerja memuaskan berikut ini bisa dipertimbangkan oleh investor dengan profil risiko moderat dan agresif : 

Imbal Hasil 3 Tahun (per 3 Februari 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

Manulife Obligasi Negara Indonesia II Kelas A : 29,52 persen
TRIM Dana Tetap 2 : 22,27 persen

Imbal Hasil 6 Bulan (per 3 Februari 2022)

Reksadana Saham

Schroder Dana Prestasi Plus : 9,76 persen
BNI-AM Inspiring Equity Fund : 9,69 persen

Reksadana Indeks

RHB SRI KEHATI Index Fund : 16,35 persen
Principal Index IDX30 Kelas O : 12,58 persen

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

Investasi Sekarang

​(Ariyanto Dipo Sucahyo/Sigma Kinasih/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.