BeritaArrow iconBareksa InsightArrow iconArtikel

Bareksa Insight Weekly: Reksadana Saham Berbasis Nikel Berpotensi Cuan Tahun Ini

Hanum Kusuma Dewi30 Januari 2023
Tags:
Bareksa Insight Weekly: Reksadana Saham Berbasis Nikel Berpotensi Cuan Tahun Ini
Ilustrasi smelter logam nikel, besi dan bijih logam mentah. Pemerintah mendorong hilirisasi dengan investasi smelter dan melarang ekspor bijih logam. (Shutterstock)

Kombinasi investasi reksadana dan SBN Ritel dapat memberikan imbal hasil optimal dan risiko terdiversifikasi

Bareksa.com - Reksadana saham berisikan emiten nikel berpotensi mendapatkan keuntungan, didorong kebijakan pemerintah yang mendukung hilirisasi. Smart Investor Bareksa dapat mengkombinasikan reksadana saham dengan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel dalam portofolio untuk mendapatkan imbal hasil optimal dan risiko yang terdiversifikasi.

Kebijakan pemerintah mendukung hilirisasi dengan melarang ekspor bijih nikel secara langsung ke luar negeri. Pada saat yang sama, pemerintah menggalakkan pembangunan smelter di dalam negeri untuk meningkatkan nilai ekspor. Pada Juni 2023, Indonesia juga berencana melarang ekspor bauksit mentah.

Indonesia merupakan pemilik cadangan nikel terbesar di dunia dengan cadangan sebesar 21 juta metrik ton. Di tengah era pembuatan kendaraan listrik dan energi ramah lingkungan, Indonesia akan diuntungkan karena bahan baku banyak terdapat di Indonesia.

Promo Terbaru di Bareksa

Berikut beberapa reksadana saham yang memiliki saham produsen nikel, sehingga dapat dicermati Smart Investor:

Illustration

Sumber: Tim Analis Bareksa, data per 24 Januari 2023

Di samping itu, pemerintah juga memiliki program untuk menggalakkan hilirisasi produk ekspor Indonesia terutama dari industri logam dasar, barang logam dan hasil pengolahan petrokimia. Program hilirisasi ini membuat Indonesia selama 2 tahun terakhir berhasil meningkatkan jumlah investasi dalam negeri baik dari pemodal asing maupun dalam negeri.

Hilirisasi juga mendorong penanaman modal pada sektor pertambangan dan industri logam yang nilainya mencapai Rp39,8 triliun dan Rp39,4 triliun di kuartal empat 2022. Penyerapan tenaga kerja juga meningkat pada 2022 dari hasil investasi dengan total tenaga kerja yang terserap sebesar 339.879 orang.

Secara umum, data dari BKPM menunjukkan total realisasi investasi langsung di Indonesia dalam tren peningkatan sejak 2017. Bahkan, dalam kuartal keempat 2022, terdapat peningkatan tajam nilai realisasi investasi di Indonesia.

Grafik Realisasi Investasi Meningkat dari 2017

Illustration

Sumber: BKPM, Tim Analis Bareksa

Selama 2022, jumlah penyerapan tenaga kerja mencapai 1.305.001 orang melalui sisi investasi yang ada di Indonesia. Hal ini akan mendorong konsumsi masyarakat akan kembali meningkat dan optimisme masyarakat akan menjadi lebih baik.

Investasi dari Sisi Industri Manufaktur Meningkat Signifikan

Illustration

Sumber: Mandiri Sekuritas Research Report

Sehingga, hilirisasi tersebut tidak hanya menguntungkan produsen logam, tapi juga mendorong kenaikan penyerapan tenaga kerja yang tinggi serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5,1-5,2% tahun ini. Kuatnya fundamental Indonesia membuat Rupiah kembali atraktif dan investor juga menilai bahwa era kenaikan suku bunga akan segera berhenti.

Di sisi lain, Tim Analis Bareksa melihat penguatan fundamental ekonomi dan Rupiah membuat pasar saham dan pasar obligasi Indonesia kembali dilirik oleh investor asing. Namun, dana yang masuk pasar saham diperkirakan baru akan marak di semester 2 tahun ini karena mereka akan lebih fokus ke pasar saham China dan AS yang sudah terkoreksi tajam tahun lalu.

Apa yang harus dilakukan investor?

Selain tetap berinvestasi pada reksadana saham berbasis saham produsen nikel, Smart Investor juga dapat mempertimbangkan untuk melakukan strategi investasi berikut.

  • Investor profil risiko moderat dapat pertimbangkan akumulasi bertahap ke reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi negara (SBN) di level yang atraktif (kembali menuju level yield acuan 7%), karena saat ini investor global dan domestik mencari aset investasi yang relatif aman. Fluktuasi di pasar saham Indonesia dan masih beralihnya investor ke pasar saham China juga mendorong sebagian investor saham melakukan diversifikasi ke obligasi negara.
  • Selain itu investor profil risiko moderat juga dapat melakukan diversifikasi investasi pada SBR012 yang saat ini masih ditawarkan dengan tingkat suku bunga menarik, yakni 6,15% untuk tenor 2 tahun dan 6,35% untuk tenor 4 tahun.
  • Investor dengan profil risiko agresif dapat terus mencermati sentimen yang ada di pasar saham. Melihat momentum fluktuasi di IHSG, investor dapat mempertimbangkan akumulasi bertahap di reksadana saham maupun reksadana indeks jika IHSG berada di rentang level 6.600-6.800.
  • Untuk semua jenis profil risiko dapat tetap berinvestasi di reksadana pasar uang yang umumnya lebih stabil.

Kinerja Reksadana Unggulan Bareksa

Illustration

Sumber: Tim Analis Bareksa, Data Return 24 Januari 2023. *Total return NAV + dividen

Perlu diingat kembali, investasi mengandung risiko, sehingga investor juga perlu membekali diri mengenai peluang keuntungan maupun risiko yang ada di pasar keuangan.

(Ariyanto Dipo Sucahyo/Sigma Kinasih/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan dalam berinvestasi reksadana.


Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.775,04

Up0,56%
Up3,36%
Up0,03%
Up6,75%
Up17,40%
Up44,96%

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.325,82

Up0,83%
Up4,01%
Up0,03%
Up5,83%
Up18,67%
-

STAR Stable Income Fund

1.925,53

Up0,49%
Up2,96%
Up0,02%
Up6,02%
Up29,53%
Up64,62%

I-Hajj Syariah Fund

4.821,21

Up0,52%
Up3,04%
Up0,02%
Up6,16%
Up21,87%
Up40,55%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.140,22

Up0,54%
Up2,80%
Up0,02%
Up4,94%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua