Bareksa Insight : Asing Terus Buru SBN, Ini Jurus Cuan Investasi Reksadana

Abdul Malik • 26 Jan 2023

an image
Ilustrasi kepemilikan investor asing di Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia. (Shutterstock)

Investor asing pada periode 2 - 24 Januari 2023 tercatat terus masuk ke pasar SBN senilai Rp42,09 triliun

Bareksa.com - Tim Analis Bareksa menyarankan Smart Investor menerapkan strategi berikut agar kinerja investasinya semakin cuan maksimal

1. Smart Investor disarankan berinvestasi di reksadana pendapatan tetap berbasis obligasi korporasi saat ini, dan masuk bertahap di reksadana pendapatan tetap berbasis Obligasi Negara, jika yield (imbal hasil yang diharapkan) acuan Surat Berharga Negara (SBN) melemah ke level 6,7-6,8%. 

Sebab investor asing pada 2 - 24 Januari 2023 tercatat terus masuk ke pasar SBN. Menurut data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, investor asing memborong SBN senilai Rp42,09 triliun di periode tersebut. 

Tingginya minat investor asing terhadap SBN, seiring penguatan rupiah yang bisa mendorong investor non residen asing masuk ke pasar obligasi Tanah Air. Berdasarkan data CNBC Indonesia, yield acuan SBN 10 tahun pada Rabu (25/1/2023) pukul 16.01 WIB di level 6,663%. 

Baca juga : Bareksa Insight : Investasi Asing di RI Meroket 44% di 2022, Ini Dampaknya ke Reksadana

Rencanakan Investasimu di Reksadana, Klik di Sini

2. Smart Investor juga bisa mempertimbangkan investasi di reksadana saham, jelang rilis kinerja keuangan emiten bank-bank besar nasional di 2022 yang dijadwalkan mulai dirilis pekan ini. 

Teranyar, dari 4 bank besar (the big four), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) telah merilis kinerjanya pada Selasa (24/1/2023). BNI berhasil mencatat laba besih melonjak 68% jadi Rp18,31 triliun pada 2022, yang merupakan nilai laba tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. 

Tim Analis Bareksa menyarankan Smart Investor bisa mempertimbangkan reksadana berbasis saham sektor perbankan, konsumer dan industri logam dasar tahun ini. Pasar saham Tanah Air yang tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (25/1/2023) ditutup melemah 0,45% di level 6.829,93.

Lihat juga : Bareksa Insight : Eropa Optimistis Bisa Hindari Resesi, Prospek Cuan Reksadana Saham

Rencanakan Investasimu di Reksadana, Klik di Sini

Beberapa produk reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham yang bisa dipertimbangkan oleh Smart Investor dengan profil risiko moderat dan agresif ialah sebagai berikut : 

Kinerja Imbal Hasil 1 Tahun (per 25 Januari 2023)

Top picks :

Reksadana Pendapatan Tetap

- Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 7,74%
- Trimegah Fixed Income Plan : 6,69%

Reksadana Saham

- Bahana Primavera Plus : 9,6%
- Prospera BUMN Growth Fund : 9,25%

Simak juga : Bareksa Insight : BI Yakin Kenaikan Suku Bunga Sudah Memadai, Prospek Cerah Reksadana Ini

Segera Investasi di Reksadana Sekarang, Klik di Sini

Untuk diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Lihat juga : Bareksa Insight Weekly: Ini Alasan SBR012 Bisa Jaga Stabilitas Portofolio Investasi Kamu

Segera Investasi di Reksadana Sekarang, Klik di Sini

(Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***
Ingi​n berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.