
Bareksa – Sukuk Tabungan seri ST017 dijadwalkan mulai ditawarkan pada 6 November 2026. Menjelang peluncuran ST017 yang rencananya terbit dalam 2 tenor yakni ST017T2 (tenor 2 tahun) dan ST017T4 (tenor 4 tahun), rekam jejak Sukuk Tabungan menarik dicermati. Instrumen investasi syariah terbitan pemerintah ini pernah memberikan imbal hasil hingga 7,65% per tahun untuk seri ST009 pada 2024, ketika suku bunga acuan Bank Indonesia berada di level tinggi.
Kenaikan imbalan juga terjadi pada seri terbaru. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, imbalan ST016 tenor dua tahun naik menjadi 7,05%, sedangkan tenor empat tahun mencapai 7,25%, berlaku untuk periode 11 Agustus hingga 10 November 2026.
Perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana mekanisme imbalan mengambang dengan batas minimal (floating with floor) bekerja. Namun, besaran imbal hasil ST017 sendiri masih menunggu pengumuman resmi pemerintah.
Bagi investor yang belum mengenal Sukuk Tabungan, imbal hasil yang diterima tidak selalu sama dengan tingkat awal saat membeli. Ketika BI Rate meningkat, imbalan Sukuk Tabungan juga berpeluang naik. Salah satu contohnya adalah ST009 yang diterbitkan pada 2022.
Saat diluncurkan, ST009 menawarkan imbalan minimal 6,15% per tahun. Seiring kenaikan BI Rate, imbalannya meningkat hingga mencapai 7,65% pada periode Agustus–November 2024. Kenaikan tersebut setara 1,5 poin persentase dari batas minimal awal.
Pola serupa terlihat pada beberapa seri lain, meskipun besaran kenaikannya berbeda sesuai tingkat bunga acuan dan selisih tetap (spread) masing-masing seri.
Perbandingan Imbal Hasil Sukuk Tabungan
Seri | Floor Awal T2 | Floor Awal T4 | Imbalan Berjalan pada Agustus–November 2026 |
|---|---|---|---|
ST013 | 6,40% | 6,50% | 6,40% / 6,50% |
ST014 | 6,50% | 6,60% | 6,50% / 6,60% |
ST015 | 5,20% | 5,45% | 6,20% / 6,45% |
ST016 | 6,05% | 6,25% | 7,05% / 7,25% |
ST017 | Belum diumumkan | Belum diumumkan | Belum diterbitkan |
Sumber: DJPPR Kementerian Keuangan. T2 = tenor 2 tahun; T4 = tenor 4 tahun. Data imbalan berjalan berlaku 11 Agustus–10 November 2026.
Tabel tersebut memperlihatkan perbedaan antara tingkat imbalan minimal yang ditetapkan saat penerbitan dan tingkat imbalan yang berlaku setelah penyesuaian. Pada ST015, misalnya, imbalan tenor dua tahun meningkat dari 5,2% menjadi 6,2%, sedangkan tenor empat tahun naik dari 5,45% menjadi 6,45%.
Sementara itu, ST013 dan ST014 tetap memberikan imbalan sesuai batas minimalnya karena perhitungan berdasarkan BI Rate dan spread tidak melampaui floor.
ST016 memberikan contoh terbaru manfaat fitur kupon mengambang. Saat diterbitkan pada Mei–Juni 2026, ST016 menggunakan BI Rate sebesar 4,75% sebagai acuan. Pemerintah menetapkan spread 1,30% untuk tenor dua tahun dan 1,50% untuk tenor empat tahun.
Dengan demikian, imbalan minimal awal ST016T2 sebesar 6,05% dan ST016T4 sebesar 6,25%. Setelah BI Rate meningkat menjadi 5,75%, tingkat imbalannya ikut berubah.
Komponen | ST016T2 | ST016T4 |
|---|---|---|
BI Rate acuan penyesuaian | 5,75% | 5,75% |
Spread tetap | 1,30% | 1,50% |
Imbalan berjalan | 7,05% | 7,25% |
Kenaikan dari floor awal | +1 pp | +1 pp |
Sumber: DJPPR Kemenkeu, periode 11 Agustus–10 November 2026.
Artinya, investor ST016 memperoleh tingkat imbalan tahunan yang lebih tinggi untuk periode pembayaran tersebut. Namun, kenaikan tingkat imbalan tidak berarti nilai pokok investasi ikut naik 1%. Yang berubah adalah tingkat imbalan yang menjadi dasar pembayaran berkala.
Sukuk Tabungan menggunakan skema floating with floor, yaitu imbalan mengambang dengan batas minimal. Pemerintah menetapkan tingkat imbalan minimal saat penerbitan. Selanjutnya, tingkat imbalan dievaluasi setiap tiga bulan berdasarkan BI Rate ditambah spread tetap.
Jika hasil perhitungan lebih tinggi dari floor, imbalan dapat meningkat. Sebaliknya, jika hasilnya lebih rendah dari floor, investor tetap menerima tingkat imbalan minimal yang telah ditetapkan. Sebagai contoh, ST014T4 memiliki imbalan minimal 6,6%. Meskipun BI Rate sempat turun menjadi 4,75%, imbalannya tetap 6,6% karena dilindungi floor.
Fitur ini memberikan kepastian batas bawah tingkat imbalan sekaligus peluang mendapatkan pembayaran lebih tinggi ketika suku bunga acuan meningkat.
Hingga 2 November 2026, tingkat imbalan resmi ST017 belum diumumkan pemerintah. Dalam analisis yang telah diterbitkan pada 28 Oktober, Tim Analis Bareksa memperkirakan imbalan minimal ST017T2 berada pada rentang 6,8%–6,9%, sedangkan ST017T4 sebesar 7%–7,1% per tahun.
Proyeksi tersebut mempertimbangkan perkembangan yield Surat Berharga Negara, BI Rate, dan kondisi pasar keuangan. Namun, prediksi tersebut bukan keputusan pemerintah, sehingga tidak boleh disamakan dengan tingkat imbalan resmi ST017.
Calon investor perlu menunggu pengumuman Kementerian Keuangan sebelum menghitung potensi pendapatan investasi secara pasti.
Sejarah ST009 hingga ST016 memberikan gambaran bahwa Sukuk Tabungan dapat memperoleh tambahan imbalan ketika suku bunga naik. Namun, kenaikan tersebut tidak selalu terjadi. Jika BI Rate tetap atau turun, tingkat imbalan dapat bertahan pada batas minimal.
Investor juga perlu mempertimbangkan jangka waktu investasi. ST017 direncanakan hadir dengan pilihan tenor dua dan empat tahun, sedangkan instrumen Sukuk Tabungan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
Fasilitas pencairan awal tersedia dengan persyaratan dan batasan tertentu. Dengan demikian, selain membandingkan besaran imbalan, investor sebaiknya menyesuaikan pilihan tenor dengan kebutuhan dana dan tujuan keuangan.
Imbal hasil ST009 pernah mencapai 7,65% pada 2024, naik dari batas minimal awal 6,15%.
Imbalan ST016T2 dan ST016T4 meningkat menjadi 7,05% dan 7,25% untuk periode 11 Agustus–10 November 2026.
Mekanisme floating with floor memungkinkan imbalan naik mengikuti BI Rate tanpa turun di bawah tingkat minimal.
Tingkat imbalan resmi ST017 belum diumumkan hingga 2 November 2026.
Rekam jejak imbalan seri sebelumnya bukan jaminan tingkat imbalan ST017.
Sejarah Sukuk Tabungan menunjukkan bahwa fitur imbalan mengambang dapat memberikan keuntungan tambahan ketika BI Rate meningkat. ST009 pernah mencapai 7,65%, sementara ST016 terbaru mencatat imbalan berjalan hingga 7,25%. Meski demikian, tingkat imbalan tiap seri ditentukan oleh kondisi saat penerbitan dan ketentuan masing-masing produk. Menjelang penawaran ST017, investor sebaiknya menggunakan data historis sebagai bahan pembanding, sambil menunggu keputusan resmi Kementerian Keuangan.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya. Pembelian SBN di Bareksa hanya melalui aplikasi Bareksa resmi. Bareksa tidak pernah meminta transfer ke rekening pribadi.
Siap-siap Investasi ST017 di Sini
(Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
***
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
ST009 pernah mencapai 7,65% per tahun pada periode Agustus–November 2024.
ST016T2 sebesar 7,05% dan ST016T4 sebesar 7,25% untuk periode 11 Agustus–10 November 2026.
Bisa lebih tinggi atau lebih rendah, bergantung pada ketetapan pemerintah. Belum ada angka resmi per 2 November 2026.
Bisa turun dari tingkat kupon berjalan yang sebelumnya lebih tinggi, tetapi tidak akan melewati batas minimal atau floor yang ditetapkan saat penerbitan.
ST017 direncanakan sebagai instrumen non-tradable, sehingga tidak diperdagangkan di pasar sekunder. Pencairan awal terbatas mengikuti ketentuan pemerintah.