Berita / SBN / Artikel

Simulasi Imbal Hasil ORI018 untuk Investasi Rp1 Juta, Rp100 juta hingga Rp3 Miliar

Imbal hasil investasi ORI018 lebih menarik dibandingkan SBN benchmark dan deposito perbankan
Abdul Malik • 02 Oct 2020
cover

Plt Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, Deni Ridwan (kanan atas), saat acara launching penerbitan ORI018 secara virtual di Jakarta (1/10/2020). (Bareksa/AM)

Bareksa.com - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan mengumumkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel yakni Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI018 dengan kupon tetap 5,7 persen per tahun. Instrumen investasi khusus bagi individu Warga Negara Indonesia tersebut ditawarkan pada awal triwulan IV 2020 atau mulai 1 Oktober secara online (e-SBN).

Ini merupakan SBN ritel kelima di 2020, setelah sebelumnya Kemenkeu sukses merilis empat seri SBN Ritel, yakni Savings Bond Ritel seri SBR009, Sukuk Negara Ritel seri SR012, ORI017, serta SR013.

Plt Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, Deni Ridwan, menyatakan kupon ORI017 diputuskan dengan beberapa pertimbangan. Pertimbangan pertama, saat ini tren imbal hasil (yield) SBN baik di pasar perdana maupun pasar sekunder sedang menurun. "Maka kupon untuk SBN ritel pun akan menyesuaikan dengan tren tersebut," ujar Deni kepada Bareksa (1/10/2020).

Pertimbangan kedua, kata Deni, kupon ORI018 yang sebesar 5,7 persen masih menarik dibandingkan dengan instumen investasi lain, misalnya simpanan di perbankan. Bahkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) baru saja menurunkan suku bunga penjaminan dari 5,25 persen menjadi 5 persen.

Untuk diketahui, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kemarin (30/9/2020), mengumumkan pemangkasan tingkat bunga penjaminan 25 basis poin (bps) untuk simpanan rupiah menjadi 5 persen, dan simpanan valas menjadi 1,25 persen di bank umum. Sementara bunga penjaminan di bank perkreditan rakyat (BPR) menjadi 7,5 persen. Tingkat bunga penjaminan tersebut berlaku sejak 1 Oktober 2020 hingga 29 Januari 2021.

Dengan nilai kupon tersebut, berapa imbal hasil investasi ORI018 jika kita berinvestasi Rp1 juta, Rp100 juta, hingga Rp3 miliar? Berikut simulasi yang disampaikan Kemenkeu :

Simulasi Imbal Hasil Investasi ORI018

Sumber : Kemenkeu

Dari hasil simulasi, jika kita berinvestasi Rp1 juta atau 1 unit, maka kita akan mendapatkan imbal hasil Rp4.750 per bulan. Setelah dipotong pajak 15 persen atau Rp713, maka imbal hasil bersih yang kita terima per bulan Rp4.038.

Kemudian jika berinvestasi Rp100 juta atau 100 unit, maka imbal hasil yang akan kita dapatkan Rp475.000 per bulan. Kemudian setelah dipotong pajak Rp71.250, maka imbal hasil bersih yang masuk ke rekening kita tiap bulannya Rp403.750.

Adapun jika kita berinvestasi di nilai maksimal penawaran yakni Rp3 miliar atau 3.000 unit, maka imbal hasil per bulan senilai Rp14,25 juta yang kemudian dipotong pajak 15 persen atau Rp2.137.500. Walhasil imbal hasil bersih yang akan diterima investor tiap bulannya senilai Rp12.112.500.

Tertarik untuk investasi di ORI018? Investor disarankan untuk memperhatikan pokok-pokok ketentuan dan persyaratan ORI018 berikut ini : 

Pokok-pokok ketentuan dan persyaratan ORI018


Periode registrasi

Setiap saat pada mitra distribusi yang telah ditetapkan

2

Masa penawaran

Pembukaan : 1 Oktober 2020 pukul 09.00 WIB
Penutupan : 21 Oktober 2020 pukul 10.00 WIB

3

Bentuk dan karakteristik obligasi

Obligasi Negara tanpa warkat; dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan hanya antar investor domestik/lokal yang mengacu pada digit ketiga kode tomor tunggal identitas pemodal (single investor identification/SID)

4

Tanggal penetapan hasil penjualan

23 Oktober 2020

5

Tanggal setelmen

27 Oktober 2020

6

Tanggal jatuh tempo

15 Oktober 2023

7

Minimum pemesanan

Rp1.000.000 (satu juta rupiah)

8

Maksimum pemesanan

Rp3.000.000.000 (tiga miliar rupiah)

9

Jenis kupon

Kupon tetap (fixed rate)

10

Tingkat kupon

5,7 persen per tahun

11

Holding period

Satu periode pembayaran kupon dan dapat dipindahbukukan mulai 15 Desember 2020

12

Pembayaran kupon

Tanggal 15 setiap bulan

13

Pembayaran kupon pertama kali

15 Desember 2020

Sumber : DJPPR Kemenkeu

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

ORI018 hanya bisa dipesan selama masa penawaran pada 1-21 Oktober 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan ORI018.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.