Berita / SBN / Artikel

Asing Keluar dari SBN, Momentum Bagi Investor Lokal Masuk

BI mencatat Investor asing keluar dari pasar keuangan domestik Rp166,68 triliun YtD
Bareksa • 15 May 2020
cover

Pegawai Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan sedang memberikan penjelasan kepada nasabah perihal Surat Berharga Negara (SBN) ritel baik itu Savings Bond Ritel (SBR) atau Sukuk Tabungan di stan DJPPR Kemenkeu dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2019 di Jakarta (24/08/2019) (Bareksa/AM)

Bareksa.com - Keluarnya investor asing dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) justru dapat dimanfaatkan oleh investor lokal untuk mulai masuk. Dengan meningkatnya kepemilikan investor lokal di SBN, maka ke depan risiko volatilitas hingga capital outflow besar-besaran bisa dihindari.

Director & Chief Investment Officer Fixed Income Manulife Aset Manajemen Ezra Nazula mengungkapkan, aksi jual asing sudah mereda di April 2020, setelah pasar sempat mengalami outflow signifikan pada Maret 2020.

"Asing melakukan aksi jual di bulan lalu, karena kondisi global risk off yang terjadi karena Covid-19, di mana posisi investasi di negara berkembang termasuk Indonesia mereka turunkan," kata Ezra dilansir Kontan.co.id (14/5).

Menurut Ezra, sepanjang April 2020 kepemilikan investor asing sudah terlihat lebih stabil, disertai kondisi nilai rupiah yang menguat dan risk on kembali terjadi. Namun yang terpenting selama April telah terlihat adanya pembelian obligasi pemerintah oleh investor lokal seperti bank-bank secara masif, begitu juga oleh Bank Indonesia (BI). Alhasil, kondisi itu berhasil mendorong persentasi kepemilikan asing turun di pasar SBN Tanah Air.

"Sebenarnya hal ini merupakan sentimen positif untuk pasar obligasi dengan adanya diversifikasi kepemilikan dan support lokal yang lebih besar untuk pasar," ungkapnya.

Ke depan, tren kepemilikan asing dapat kembali naik dengan kondisi global yang membaik atau recovery. Namun, menurut Ezra, katalis yang lebih penting dicermati adalah support dari investor lokal untuk terus menopang pasar obligasi.

Hal itu sejalan dengan keinginan pemerintah agar partisipasi lokal meningkat sehingga, ketergantungan kepada asing tidak terlalu besar mengingat asing dapat keluar masuk dalam waktu yang singkat.

Untuk itu, dia melihat saat ini adalah momentum yang tepat bagi investor lokal masuk ke pasar SBN, mengingat suku bunga dan imbal hasil dunia saat ini berada di level rendah. Di sisi lain, yield yang ditawarkan oleh obligasi Indonesia masih relatif tinggi atau sekitar 700+ basis poin (bps) atau di atas US Treasury.

"SBN dengan tenor 10 tahun layak diburu lokal dan asing. Kami melihat SBN tenor 5 tahun juga masih sangat menarik untuk dilirik, dengan tren suku bunga BI yang masih memungkinkan untuk turun kembali," tandasnya. 

Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah per hari ini (15/5/2020) sebagai berikut :

 Perkembangan Nilai Tukar 11-14 Mei 2020

Pada Kamis sore, 14 Mei 2020
1. Rupiah ditutup pada level Rp14.840.
2. Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke 7,83 persen.
3. DXY1 naik ke level 100.47.
4. Yield UST (US Treasury Note) 10 tahun naik ke level 0,622 persen.

Pada Jumat pagi, 15 Mei 2020
1. Rupiah dibuka di level  Rp14.850.
2. Yield SBN 10 tahun stabil pada 7,78 persen.

Aliran Modal Asing (Minggu III Mei 2020)
1. Premi CDS (Credit Default Swaps) Indonesia 5 tahun turun ke 200,32 bps per 14 Mei 2020 dari 204,05 bps per 8 Mei 2020.
2. Berdasarkan data transaksi 11-14 Mei 2020, nonresiden di pasar keuangan domestik mencatat beli neto Rp4,17 triliun, dengan beli neto di pasar SBN Rp7,21 triliun, sementara jual neto di pasar saham Rp3,04 triliun.
3.  Berdasarkan data setelmen selama 2020 (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp166,68 triliun.

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemerintah membuka masa penawaran Sukuk Ritel seri SR012 mulai 24 Februari 2020 dan telah berakhir pada 18 Maret 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN seri selanjutnya? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN seri berikutnya.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.