
Bareksa – Nama unit Kejaksaan Republik Indonesia dan PT ASABRI (Persero) tercatat secara bersamaan dalam daftar pemegang saham 10 emiten Bursa Efek Indonesia (BEI). Temuan ini berdasarkan pencocokan laporan kepemilikan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 Oktober 2026.
Kesepuluh saham tersebut adalah TRAM, NUSA, POOL, HOME, RIMO, MABA, SIMA, IIKP, ARMY, dan LCGP. Hasil perbandingan dengan data September dan Oktober tidak ada perubahan. Jumlah saham yang tercatat atas nama masing-masing institusi pada kesepuluh emiten tidak berubah selama periode tersebut.
Perlu dicatat, data kepemilikan tidak menjelaskan asal-usul atau status hukum setiap saham.
Daftar 10 Saham yang Mencatat Kejaksaan dan ASABRI
Saham | Jampidsus Kejaksaan | ASABRI |
|---|---|---|
TRAM | 47,14% | 6,15% |
NUSA | 38,01% | 4,26% |
POOL | 26,73% | 7,48% |
HOME | 24,67% | 1,40% |
RIMO | 18,18% | 8,66% |
MABA | 16,62% | 3,74% |
SIMA | 12,05% | 1,88% |
IIKP | 9,84% | 19,04% |
ARMY | 5,85% | 11,58% |
LCGP | 1,52% | 7,31% |
Sumber: KSEI, laporan kepemilikan saham ≥1% per 30 Oktober 2026, diolah Bareksa.
Kolom Kejaksaan dalam tabel menunjukkan pencatatan atas nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Pada SIMA dan LCGP terdapat pula pencatatan terpisah atas nama Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, masing-masing sebesar 1,46%.
Pemeriksaan data menemukan tiga entri institusional pada saham LCGP:
Nama Tercatat | Kepemilikan |
|---|---|
Jampidsus Kejaksaan RI | 1,52% |
Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI | 1,46% |
PT ASABRI (Persero) | 7,31% |
Sumber: KSEI, 30 Oktober 2026.
Jika dua entri atas nama unit Kejaksaan dijumlahkan, porsinya mencapai 2,98%. LCGP sudah memiliki pola pencatatan yang sama pada September. Jadi, temuan ini merupakan hasil pencocokan data, bukan bukti adanya perpindahan saham pada Oktober.
Investor dapat menggunakan laporan ini untuk memahami siapa yang tercatat dalam struktur pemegang saham. Namun, sebelum mengambil keputusan transaksi, investor tetap perlu memeriksa status perdagangan, laporan keuangan, likuiditas saham, pengumuman BEI, serta dokumen resmi yang menjelaskan perubahan kepemilikan atau status hukum.
Keberadaan nama institusi dalam daftar tidak menjamin nilai investasi maupun menentukan arah harga saham.
Terdapat 10 emiten dengan nama unit Kejaksaan dan ASABRI secara bersamaan.
LCGP menjadi tambahan dari sembilan emiten yang teridentifikasi pada penelusuran awal.
Pencatatan terkait pada September–Oktober tidak menunjukkan perubahan jumlah saham.
Laporan KSEI memperlihatkan keberadaan nama Kejaksaan dan ASABRI pada sejumlah struktur pemegang saham emiten. Informasi tersebut penting untuk transparansi, tetapi tidak cukup untuk menarik kesimpulan mengenai hubungan transaksi, status barang bukti, atau dugaan pelanggaran.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Sebanyak 10 emiten berdasarkan laporan KSEI per 30 Oktober 2026.
TRAM, NUSA, POOL, HOME, RIMO, MABA, SIMA, IIKP, ARMY, dan LCGP.
Tidak. Laporan ini tidak membuktikan adanya transaksi bersama ataupun pelanggaran baru.