
Bareksa - Bisnis emas PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) kembali mencatat momentum signifikan. Per semester I 2026, outstanding gadai emas BSI mencapai Rp13 triliun, meningkat 100% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka ini memperkuat posisi BSI sebagai bank syariah dengan ekosistem emas paling lengkap di Indonesia, berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2026 (1Q26) yang dipublikasikan BSI.
Pertumbuhan ini bukan fenomena sesaat. Dalam laporan Q1 2026, total pembiayaan emas (gold business) BSI yang mencakup cicil emas dan gadai emas, mencapai Rp28,8 triliun, meningkat 101,2% secara tahunan. Komposisinya naik signifikan dari 5% menjadi 8,8% dari total pembiayaan BSI dalam lima tahun terakhir.
Kinerja Bisnis Emas BSI: Data Kuartal I 2026
Segmen | Maret 2025 (Rp Triliun) | Maret 2026 (Rp Triliun) | Pertumbuhan (YoY) |
|---|---|---|---|
Cicil Emas (Gold Instalment) | 7,37 | 16,50 | +123,9% |
Gadai Emas (Gold Pawning) | 6,96 | 12,34 | +77,3% |
Total Bisnis Emas | 14,33 | 28,84 | +101,2% |
Komposisi terhadap total pembiayaan | 4,99% | 8,78% | — |
Sumber: Laporan 1Q26 BSI, diolah
Gadai emas menjadi salah satu pendorong utama fee-based income BSI. Pada Q1 2026, pendapatan berbasis biaya dari gadai emas mencapai Rp482 miliar, naik 58% secara tahunan dari Rp305 miliar pada Q1 2025.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menyatakan pertumbuhan gadai emas mencerminkan keberhasilan strategi closed-loop ecosystem yang dibangun BSI. Ekosistem ini mencakup empat titik layanan utama yang saling terkoneksi.
Layanan | Produk | Keterangan |
|---|---|---|
Kepemilikan digital | E-Mas (BYOND) | Mulai dari Rp50.000; transaksi jual-beli 24/7 |
Cicil emas | Cicil Emas BSI | Didukung fisik emas; tenor fleksibel |
Gadai emas | Gadai Emas BSI | Dana cair cepat; emas tidak perlu dijual |
Transfer emas | Transfer E-Mas | Antarpengguna dalam platform |
Sumber: BSI
Menurut Anton, keunggulan gadai emas BSI terletak pada tiga faktor: proses yang mudah dan cepat, taksiran emas yang kompetitif, serta biaya yang lebih efisien dibanding alternatif lain. Layanan reservasi, simulasi, dan perpanjangan gadai juga dapat diakses melalui aplikasi BYOND tanpa harus datang ke kantor cabang.
Tingginya permintaan gadai emas juga terefleksi dalam jumlah nasabah. Per Maret 2026, total nasabah gadai emas BSI mencapai 196.106, naik 57,2% secara tahunan. Sementara itu, nasabah cicil emas mencapai 565.983, naik 39% secara tahunan.
Indikator | Maret 2025 | Maret 2026 | Pertumbuhan (YoY) |
|---|---|---|---|
Nasabah Gadai Emas (CIF) | 155.918 | 196.106 | +57,2% |
Nasabah Cicil Emas (CIF) | 365.938 | 565.983 | +39,0% |
Total Nasabah E-Mas (Digital Gold) | 531.329 | 898.439 | +69,1% |
Emas kelolaan E-Mas | 619 kg | 2.667 kg | +329,4% |
Disbursement Gadai Emas | Rp6.961 Bn (1Q25: Rp6.961 Bn) | Rp12.339 Bn | +77,3% |
Disbursement Cicil Emas | Rp7.371 Bn | Rp16.502 Bn | +123,9% |
Rata-rata transaksi gadai per bulan | — | ~120.000 transaksi | Semester I 2026 |
Sumber: Laporan 1Q26 BSI & siaran pers BSI 24 Juni 2026, diolah
Mayoritas nasabah gadai emas BSI berasal dari segmen ibu rumah tangga yang memanfaatkan fasilitas ini untuk kebutuhan dana tunai, termasuk biaya pendidikan anak menjelang tahun ajaran baru.
Salah satu keunggulan struktural bisnis emas BSI adalah kualitas aset yang sangat baik. Rasio non-performing financing (NPF) segmen bisnis emas hampir tidak terdeteksi.
Segmen Bisnis Emas | NPF Maret 2025 | NPF Maret 2026 | Cost of Credit Maret 2026 |
|---|---|---|---|
Cicil Emas | 0,00% | 0,00% | 0,00% |
Gadai Emas | 0,06% | 0,02% | 0,03% |
Total Bisnis Emas | 0,03% | 0,01% | 0,01% |
Sumber: Laporan 1Q26 BSI, diolah
Angka NPF yang nyaris nol ini mencerminkan struktur risiko yang unik: produk gadai emas dijamin aset fisik dengan nilai likuidasi yang tinggi, sehingga tekanan kredit macet jauh lebih rendah dibanding segmen pembiayaan konvensional.
Bisnis emas kini menjadi salah satu motor pertumbuhan fee-based income (FBI) BSI. Pada 1Q26, FBI gadai emas menyumbang 23% dari total FBI BSI sebesar Rp2,09 triliun.
Sumber Fee-Based Income | Q1 2025 (Rp Miliar) | Q1 2026 (Rp Miliar) | Pertumbuhan (YoY) |
|---|---|---|---|
Gadai Emas (Pawning) | 305 | 482 | +58,0% |
E-Mas (Digital Gold) | 8 | 222 | +2.675,0% |
Treasury | 334 | 453 | +35,6% |
E-Channel | 191 | 253 | +32,5% |
Lainnya | 873 | 682 | −21,9% |
Total FBI | 1.711 | 2.092 | +22,3% |
Sumber: Laporan Q1 2026 BSI, diolah
Secara keseluruhan, rasio FBI terhadap total pendapatan BSI naik dari 28,09% pada 1Q25 menjadi 29,80% pada 1Q26. Ini sejalan dengan strategi BSI untuk mendiversifikasi pendapatan dari margin income ke fee-based income yang lebih stabil.
Pertumbuhan bisnis emas BSI juga ditopang momentum eksternal berupa kenaikan harga emas global. Sepanjang 2025–awal 2026, harga emas dalam denominasi rupiah mencapai kisaran Rp3,1–3,3 juta per gram, mendorong minat masyarakat memanfaatkan gadai emas sebagai sumber likuiditas tanpa melepas kepemilikan aset.
Kondisi ini secara tidak langsung meningkatkan nilai taksiran gadai, memperluas basis pinjaman nasabah, sekaligus menguatkan nilai aset emas yang dicicil—membentuk siklus positif bagi ekosistem emas BSI.
Analis Ciptadana Sekuritas Asia mempertahankan rekomendasi Buy untuk BRIS dengan target harga Rp2.900 per saham. Bisnis emas disebut sebagai salah satu diferensiasi struktural BSI yang sulit direplikasi kompetitor dalam jangka pendek, didukung oleh lisensi bullion bank pertama di Indonesia yang diraih BSI.
Catatan Investor: Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang. Pastikan keputusan investasi disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing.
Bisnis emas PT Bank Syariah Indonesia (BRIS) menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama perseroan. Per semester I 2026, outstanding gadai emas mencapai Rp13 triliun atau melonjak 100% secara tahunan, didukung ekosistem emas terintegrasi mulai dari E-Mas digital, cicil emas, hingga gadai emas. Pertumbuhan ini juga meningkatkan fee-based income, sementara kualitas aset tetap sangat sehat dengan NPF hanya 0,02%, sehingga memperkuat profitabilitas BSI. Di tengah tingginya harga emas, strategi ekosistem emas dan status sebagai bullion bank pertama di Indonesia dinilai menjadi keunggulan kompetitif BRIS yang sulit ditandingi dalam jangka pendek.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Per semester I 2026, outstanding gadai emas BSI mencapai Rp13 triliun, meningkat 100% secara tahunan.
BSI menawarkan proses cepat, taksiran kompetitif, biaya lebih efisien, dan layanan digital (reservasi, simulasi, perpanjangan) melalui aplikasi BYOND tanpa harus ke kantor cabang.
NPF segmen gadai emas per Maret 2026 tercatat 0,02%—nyaris nol—karena dijamin oleh aset fisik emas dengan nilai likuidasi tinggi.
BSI menjelaskan bahwa seluruh produk emas (gadai, cicil, dan digital) berbasis kepemilikan aset fisik yang dialokasikan kepada nasabah, sehingga bank tidak menanggung risiko market price emas secara langsung.
Analis Ciptadana Sekuritas Asia mempertahankan Buy dengan target harga Rp2.900 per saham. Ini bukan rekomendasi investasi dari Bareksa.