
Bareksa - Ciptadana Sekuritas Asia meng-upgrade rekomendasi saham PT Astra International Tbk (ASII) menjadi BUY dari sebelumnya HOLD dalam riset sektor otomotif yang diterbitkan pada 17 Juni 2026. Langkah ini dilakukan meski penjualan mobil nasional pada Mei 2026 mengalami perlambatan secara bulanan.
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil wholesales mencapai 69.219 unit pada Mei 2026 atau turun 14,3% dibanding April. Namun secara tahunan, angka tersebut masih tumbuh 14%, sementara penjualan kumulatif Januari–Mei 2026 meningkat 12,8% menjadi 359.015 unit.
Menurut analis, pelemahan penjualan pada Mei lebih disebabkan faktor musiman setelah periode Lebaran dan adanya sejumlah hari libur nasional. Kondisi tersebut dinilai tidak mencerminkan penurunan permintaan otomotif secara fundamental.
Analis Ciptadana mempertahankan rekomendasi Overweight untuk sektor otomotif dan menempatkan ASII, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), serta PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) sebagai saham unggulan sektor ini. Upgrade rekomendasi ASII dilakukan karena pelemahan harga saham belakangan dinilai lebih dipengaruhi faktor non-fundamental dibanding perubahan prospek bisnis.
Selain pasar kendaraan konvensional, segmen kendaraan listrik dan hybrid juga tetap berkembang meski mengalami perlambatan pada Mei. Penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) tercatat 9.290 unit atau turun 37,3% dibanding April, sedangkan kendaraan hybrid masih didominasi berbagai model Toyota.
Analis menilai prospek sektor otomotif pada semester II 2026 masih ditopang sejumlah katalis, antara lain penyelenggaraan GIIAS 2026, GJAW 2026, serta potensi implementasi insentif kendaraan listrik yang masih ditunggu pelaku industri.
Rekomendasi Saham Pilihan Ciptadana
Saham | Rekomendasi | Harga Saat Riset | Target Harga |
|---|---|---|---|
ASII | BUY (upgrade dari HOLD) | Rp4.890 | Rp6.400 |
AUTO | BUY | Rp2.460 | Rp3.500 |
DRMA | BUY | Rp940 | Rp1.250 |
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
Penjualan mobil wholesales: 69.219 unit (-14,3% MoM, +14% YoY)
Penjualan mobil Januari–Mei 2026: 359.015 unit (+12,8% YoY)
Penjualan kendaraan listrik (BEV): 9.290 unit (-37,3% MoM)
Penjualan sepeda motor: 505.350 unit (-7,9% MoM)
Target penjualan mobil nasional 2026: 850.000 unit
Perlambatan penjualan kendaraan pada Mei 2026 dinilai lebih dipengaruhi faktor musiman dibanding pelemahan permintaan. Di tengah kondisi tersebut, upgrade rekomendasi ASII menjadi BUY menunjukkan bahwa perhatian analis kini lebih tertuju pada prospek pemulihan sektor otomotif pada semester II 2026 dibanding fluktuasi penjualan jangka pendek.
1. Apa itu penjualan mobil wholesales?
Penjualan wholesales adalah distribusi kendaraan dari pabrikan ke dealer yang digunakan sebagai indikator aktivitas industri otomotif.
2. Mengapa penjualan mobil bisa turun setelah Lebaran?
Permintaan kendaraan biasanya meningkat menjelang dan sesudah Lebaran, sehingga bulan berikutnya sering mengalami normalisasi penjualan.
3. Apa perbedaan kendaraan BEV dan HEV?
BEV (Battery Electric Vehicle) menggunakan tenaga listrik sepenuhnya dari baterai, sedangkan HEV (Hybrid Electric Vehicle) menggabungkan mesin bensin dan motor listrik.
4. Apa itu GIIAS 2026?
GIIAS 2026 merupakan pameran otomotif tahunan yang menjadi ajang peluncuran produk baru dan salah satu indikator minat konsumen terhadap kendaraan.
5. Apa yang dimaksud insentif kendaraan listrik?
Insentif kendaraan listrik adalah kebijakan pemerintah yang bertujuan mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan melalui berbagai bentuk dukungan, seperti keringanan pajak atau bantuan pembelian.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.