BBCA Cetak Laba Rp25,7 Triliun per Mei 2026, NIM Bulanan Rebound, Biaya Kredit Turun

Abdul Malik • 17 Jun 2026

an image
Mencara BCA atau kantor pusat PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau Bank BCA di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta. (Shutterstock)

BBCA membukukan laba bersih Rp25,7 triliun per Mei 2026, melampaui estimasi konsensus. NIM bulanan rebound 30 bps ke 5,8% pada Mei 2026 berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia.

Bareksa - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih bank-only sebesar Rp25,7 triliun atau tumbuh 2% secara tahunan untuk periode Januari–Mei 2026, berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (17/6/2026). 

Pencapaian ini setara 42% dari proyeksi laba tahun penuh 2026 versi Ciptadana dan 43% dari estimasi konsensus, melampaui rata-rata historis periode yang sama sebesar 39%. Pendapatan bunga bersih (NII - selisih antara pendapatan bunga dan beban bunga) tercatat turun tipis 1% secara tahunan, sehingga laba sebelum provisi (PPOP) tumbuh 2% YoY. 

Margin bunga bersih (NIM - rasio pendapatan bunga bersih terhadap aset produktif) turun 50 basis poin secara tahunan ke 5,7% pada periode Januari–Mei 2026 akibat tekanan yield aset.

NIM Bulanan BBCA Rebound, Biaya Kredit Turun

Pada Mei 2026, NIM bulanan BBCA tercatat rebound 30 basis poin secara bulanan ke 5,8%. Pemulihan NIM ini terjadi seiring kenaikan yield kredit pasca penyesuaian BI-Rate ke 5,50%, mengindikasikan tekanan margin mulai mereda.

Biaya kredit (CoC - rasio beban provisi terhadap total kredit) turun signifikan ke 21 basis poin pada Januari–Mei 2026, dibandingkan 27 basis poin pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini didukung beban provisi yang turun 14% secara tahunan, mencerminkan kualitas aset yang terjaga.

Pertumbuhan kredit BBCA tercatat 5% secara tahunan per Mei 2026, sementara total dana pihak ketiga tumbuh 9% secara tahunan. Giro tumbuh 17% secara tahunan dan 3% secara bulanan, sedangkan tabungan tumbuh 8% secara tahunan, sehingga rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR - loan to deposit ratio) turun ke 77% dari 80% pada periode yang sama tahun lalu.

Ringkasan Kinerja BBCA Januari–Mei 2026

Indikator
5M25
5M26
Pertumbuhan YoY

Laba Bersih (Rp miliar)

25.163

25.683

2%

PPOP (Rp miliar)

31.909

32.410

2%

NIM (%)

6,2

5,7

-50 bps

Biaya Kredit/CoC (%)

0,3

0,2

-10 bps

LDR (%)

80,0

77,1

-2,9 ppt

Total Kredit (Rp miliar)

924.262

969.098

5%

Total Simpanan (Rp miliar)

1.155.217

1.256.848

9%

Sumber: Riset Ciptadana Sekuritas Asia, 17 Juni 2026

Harga saham BBCA ditutup di Rp6.275 pada perdagangan 15 Juni 2026 berdasarkan data BEI, mencerminkan valuasi 2,4x rasio harga terhadap nilai buku (PBV) dan 12,0x rasio harga terhadap laba proyeksi tahun penuh 2026. Rasio imbal hasil ekuitas (ROE - laba bersih dibagi rata-rata ekuitas) tercatat tetap terjaga di atas 20% per Mei 2026.

Analis mempertahankan rating Buy untuk BBCA dengan target harga Rp9.200 per saham, dengan proyeksi pertumbuhan laba sebesar 6% untuk tahun penuh 2026. Risiko yang perlu dicermati mencakup potensi berlanjutnya tekanan NIM jika yield kredit tidak meningkat secepat biaya dana, serta perlambatan pertumbuhan kredit yang masih tercatat moderat di 5% secara tahunan.

Kesimpulan

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih Rp25,7 triliun untuk periode Januari–Mei 2026, melampaui estimasi konsensus dengan NIM bulanan yang tercatat rebound ke 5,8% pada Mei 2026 berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (17/6/2026). Biaya kredit turun signifikan ke 21 basis poin sementara kualitas aset tetap terjaga, mencerminkan fundamental perbankan yang solid di tengah penyesuaian siklus suku bunga. Analis mempertahankan rating Buy dengan target harga Rp9.200 per saham, dengan risiko utama berupa potensi berlanjutnya tekanan NIM jika yield kredit tidak meningkat secepat biaya dana.

FAQ

1. Berapa laba bersih BBCA per Mei 2026?
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih bank-only Rp25,7 triliun untuk periode Januari–Mei 2026, tumbuh 2% secara tahunan berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (17/6/2026). Pencapaian ini melampaui rata-rata historis periode yang sama sebesar 39% dari proyeksi tahun penuh.

2. Apa yang dimaksud NIM rebound pada BBCA Mei 2026?
NIM atau margin bunga bersih BBCA tercatat rebound 30 basis poin secara bulanan ke 5,8% pada Mei 2026 berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (17/6/2026). Pemulihan ini terjadi seiring kenaikan yield kredit pasca penyesuaian BI-Rate ke 5,50%.

3. Bagaimana pertumbuhan kredit BBCA per Mei 2026?
Kredit BBCA tumbuh 5% secara tahunan per Mei 2026 berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (17/6/2026). LDR turun ke 77% dari 80% pada periode yang sama tahun lalu, mencerminkan pertumbuhan simpanan yang lebih cepat dibanding kredit.

4. Berapa biaya kredit BBCA pada periode Januari–Mei 2026?
Biaya kredit BBCA turun ke 21 basis poin pada Januari–Mei 2026, dibandingkan 27 basis poin pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini didukung beban provisi yang turun 14% secara tahunan berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (17/6/2026).

5. Berapa rating dan target harga BBCA dari analis?
Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (17/6/2026), analis mempertahankan rating Buy untuk BBCA dengan target harga Rp9.200 per saham. 

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap. 

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.